Mengenal Sandwich Generation, Begini Cara Memutus Rantainya

21 Mei 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Menjadi sandwich generation itu tidak menyenangkan, yuk putuskan rantainya!

Sobat OCBC NISP, pernahkah berada pada posisi ‘terhimpit’? Anda adalah orang dewasa yang sudah berkeluarga dan menanggung biaya hidup, tapi di sisi lain juga harus memberikan nafkah kepada orang tua. Jika iya, itu artinya Anda adalah generasi sandwich. Lantas, sebenarnya apa itu sandwich generation? Simak pembahasan solusinya dalam artikel ini ya!


Apa Itu Sandwich Generation?

Sandwich generation artinya adalah generasi yang sudah memiliki keluarga baru untuk dinafkahi, tapi masih harus menafkahi keluarga lamanya (orang tua dan saudara). Fenomena ini menjadi masalah karena idealnya orang tua tidak membebankan nafkah dirinya sendiri ke anak sudah menikah.

Generasi sandwich dapat terjadi karena orang tua tidak lagi memiliki pendapatan guna menghidupi diri sendiri. Di samping itu, fenomena ini juga dapat terjadi karena orang tua menganggap anak sebagai investasi, sehingga sengaja dibebani tugas meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Pun sebaliknya, terdapat generasi sandwich yang terjadi karena anak sudah menikah, namun tidak dapat membiayai keluarga barunya sendiri. Akhirnya keluarga baru tersebut harus dibiayai orangtuanya.


Jenis-Jenis Generasi Sandwich

Setelah membahas apa itu sandwich generation, kali ini kita akan membahas jenis-jenis generasi sandwich paling umum di masyarakat, berikut penjelasannya.

  1. Traditional Sandwich Generation
    Traditional sandwich generation adalah generasi berusia 30-50 tahun dengan anak-anak yangi belum bekerja. Di samping itu, generasi ini juga masih memiliki orangtua lanjut usia dengan kebutuhan hidup meningkat (ditambah kebutuhan kesehatan). Ini merupakan jenis generasi sandwich paling umum di Indonesia.

  2. Club Sandwich Generation
    Club sandwich generation adalah orang-orang yang diberi beban menafkahi 3 generasi sekaligus, baik generasi di atas maupun di bawahnya. Contoh kasus ini misalnya orang tua dengan anak sudah menikah dan punya anak, tapi belum bekerja.

    Keluarga dengan bentuk seperti ini umumnya mengalami banyak masalah finansial. Selain itu, keluarga dengan generasi sandwich 3 generasi berturut-turut kondisi mentalnya kurang baik, sehingga rentan mengalami broken home.

  3. Open-Faced Sandwich Generation
    Open-faced sandwich generation adalah orang-orang yang akan menjadi generasi sandwich tradisional di masa depan. Mereka belum menikah, akan tetapi dibebani tanggungjawab menghidupi keluarga dan saudara.

    Sandwich generation Indonesia saat ini seringkali masuk ke dalam golongan open-faced. Ada banyak dewasa muda di Indonesia yang baru menyelesaikan kuliah harus menghidupi kedua orang tua dan adik-adiknya. Jika tidak ada perbaikan ekonomi, di masa depan para dewasa muda ini akan menjadi generasi sandwich sepenuhnya.


7 Tips Memutus Rantai Sandwich Generation Indonesia

Terkadang, menjadi sandwich generation adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Akan tetapi, Anda bisa mengusahakan beberapa tips berikut agar beban Anda tidak terlalu berat.

  1. Diskusikan dengan Keluarga
    Tips pertama memutus rantai generasi sandwich adalah dengan berdiskusi. Jika Anda seorang anak, sampaikan pada orang tua dan saudara bahwa Anda tidak dapat menjadi pencari nafkah 100% untuk keluarga. Ajak orang tua dan saudara mencari solusi bersama-sama guna mencari penghasilan tambahan. Beri ketegasan kalau Anda juga perlu menghidupi diri sendiri dan keluarga baru Anda.

  2. Ajari Anak Hidup Mandiri
    Jika Anda orang tua, jangan lupa ajari anak Anda hidup mandiri sejak kecil. Ini harus dilakukan agar di masa depan, anak terbiasa mandiri sehingga tidak terlalu manja pada orang tua. Bila perlu, ajari anak belajar mengatur uang dan berwirausaha sejak kecil. Meski hanya coba-coba, setidaknya anak memahami cara menopang hidupnya sendiri di masa depan.

  3. Manajemen Keuangan dengan Baik
    Beban terberat seorang generasi sandwich adalah beban finansial. Meski demikian, jangan sampai beban ini membuat Anda berhutang kesana kemari. Proyeksikan rencana keuangan Anda beberapa tahun ke depan, dan belajarlah manajemen keuangan dari sekarang.

  4. Belajar Hidup Mandiri
    Tips memutus rantai generasi sandwich berikutnya adalah dengan belajar hidup mandiri. Jika Anda tidak keras pada diri sendiri sejak saat ini, suatu saat tidak menutup kemungkinan Anda akan menjadikan buah hati sebagai generasi sandwich berikutnya. Belajarlah hidup mandiri mulai saat ini, jangan memandang buah hati sebagai instrumen investasi yang kelak wajib menopang hidup Anda.

  5. Mendaftar Asuransi Kesehatan
    Asuransi kesehatan dapat menjadi proteksi guna menghindari terjadinya financial shock saat anggota keluarga mengalami masalah kesehatan. Saat Anda mendaftarkan orang tua ke asuransi kesehatan sejak dini, Anda dapat mengurangi beban jika suatu hari nanti orang tua sakit dan membutuhkan pengobatan berkelanjutan.

  6. Menyiapkan Tabungan dan Dana Cadangan
    Tips selanjutnya agar terhindar dari menjadi sandwich generation adalah dengan menyiapkan tabungan dan dana cadangan. Selagi masih muda dan kuat bekerja, sisihkan dana sebanyak-banyaknya untuk dimasukkan ke dalam tabungan. Gunakan penghasilan yang diperoleh sebijak mungkin agar Anda dapat konsisten menabung tiap bulan.

  7. Investasi
    Tips terakhir memutus rantai generasi sandwich adalah dengan berinvestasi. Jika Anda ingin memiliki passive income yang dapat menambah penghasilan/tabungan, investasi-lah jawabannya. Semakin rutin dan konsisten melakukan investasi, pendapatan Anda juga akan semakin banyak, sehingga tidak perlu khawatir memberatkan keluarga di masa depan.


Itulah penjelasan terkait apa itu sandwich generation, jenis, dan tips memutus rantainya dari OCBC NISP. Apabila Anda seorang generasi sandwich, kuatkan bahu Anda dan berusahalah sebaik mungkin agar tidak terlalu stres karena beban yang Anda miliki. Semangat berjuang!

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Nyala

Nyala

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile