Apa itu Yield? Ini Pengertian, Jenis, & Cara Menghitungnya

3 Jun 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Yield adalah salah satu faktor penentu keputusan investasi, ini penjelasannya.

Di dunia investasi, modal investor dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu yield dan return. Yield adalah salah satu istilah yang paling sering digunakan untuk menyebut pantas tidaknya sebuah perusahaan menerima saham. Jadi sebenarnya, apa itu yield? Apa saja jenis-jenis yield di dunia investasi? Jawabannya bisa Anda temukan di sini satu per satu.


Apa Itu Yield?

Yield adalah persentase profit yang didapat (atau akan didapat) investor saat memutuskan membeli saham perusahaan. Yield tidak menunjukkan seberapa besar nominal rupiah akan Anda peroleh dari pembelian saham. Lebih jauh dari itu, yield-nya menampilkan seberapa besar perusahaan akan berkembang ke depannya.

Saat terjun ke dunia investasi, Anda akan menemukan perusahaan-perusahaan dengan return tampak sangat tinggi, namun ternyata yield-nya rendah. Ini bukan berarti perusahaan ber-yield rendah tidak bagus untuk investasi. Tapi akan lebih baik jika Anda berinvestasi di perusahaan dengan yield tinggi.


Perbedaan Yield dan Return

Setelah membahas apa itu yield, sekarang saatnya membahas perbedaan yield dan return. Keduanya sebenarnya saling mempengaruhi, akan tetapi cakupan yield lebih luas daripada return.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, yield adalah persentase yang bisa menggambarkan banyak hal seperti perkembangan perusahaan masa kini dan prospeknya di masa depan. Terkait keuntungan investasi, yield adalah salah satu faktor penentu tinggi rendahnya return.

Sementara itu, return adalah nominal laba/rugi yang diperoleh dari sebuah aktivitas investasi. Return ini dibagi tiga, meliputi interest (bunga), dividen, dan capital gain. Nominal return hanya bisa Anda ketahui setelah pembagian saham. Sedangkan informasi yield umumnya tersedia sepanjang waktu, tergantung jenisnya.


Jenis-Jenis Yield & Cara Menghitungnya

Apakah Anda sudah memahami apa itu yield dan perbedaannya dengan return? Kalau iya, mari melanjutkan pembahasan tentang jenis-jenis yield. Di dunia investasi, yield dibagi berdasarkan sudut pandang perhitungan yang diambil. Selengkapnya tentang jenis dan rumus menghitung yield adalah sebagai berikut.

Dividend Yield

Dividend yield adalah nilai obligasi sebuah instrumen investasi per jumlah keuntungan per lembar sahamnya. Ini merupakan perhitungan yield paling sederhana yang bisa Anda gunakan membandingkan yield satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Rumus dividend yield adalah:
Dividend Yield = (Nilai Obligasi / Keuntungan Per Lembar Saham) X 100%

Contoh perhitungannya seperti ini, Anda ingin mengetahui dividend yield PT. ALFA. Pada laporan keuangan terakhir, nilai obligasinya adalah Rp3,500 per lembar, dan return waktu itu adalah Rp155 per lembar saham.

Maka, besar dividend yield adalah:

Dividend Yield
= (Rp155/Rp3,500) X 100%
= 4,43%

Dengan demikian, diketahui bahwa dividend yield adalah sebesar 4,43% untuk PT. ALFA. Anda bisa menggunakan angka ini untuk perbandingan dengan yield perusahaan-perusahaan lain yang Anda minati.


Current Yield

Current yield adalah nilai obligasi sebuah instrumen investasi per harga sahamnya saat ini. Anda dapat menghitung current yield untuk mengetahui nilai valuasi saham perusahaan secara on-time (sekarang juga).

Rumus perhitungan current yield adalah sebagai berikut:
Current Yield = (Nilai Obligasi X % Pertumbuhan Tahunan) / Harga Saham Saat Ini X 100%

Sebagai contoh, Anda ingin mengetahui tingkat yield PT. BETA per 31 Desember 2020. Pada laporan keuangan terakhirnya, nilai obligasi perusahaan tersebut adalah Rp5,000 per lembar saham, dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5%. Per 31 Mei 2021, nilai obligasi perusahaan naik menjadi Rp7,500 per lembar.

Maka, besar current yield adalah:

Current Yield =
= (Rp5,000 X 5%) / Rp7,500 X 100%
= Rp250 / Rp7,500 X 100%
= 3,33%

Dengan demikian, diketahui bahwa current yield adalah 3,33% untuk PT. BETA. Jumlah current yield ini lebih rendah dibanding tingkat pertumbuhan tahunannya. Sehingga, sebaiknya Anda tidak melakukan pembelian saham di PT. BETA saat ini. Tunggu sampai nominal current yield lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan tahunan.


Yield to Maturity

Hingga saat ini, banyak orang kesulitan memahami apa itu yield to maturity dan bedanya dengan current yield.

Yield to maturity adalah tingkat yield sebuah saham sampai jangka waktu (tenor) tertentu. Sebenarnya soal perhitungan, YTM memang mirip dengan current yield. Akan tetapi, YTM dapat memprediksi tingkat yield dalam jangka lebih panjang, yaitu sampai investor ingin menukarkan obligasinya.

YTM berguna untuk mengetahui berapa tingkat yield ideal suatu saham dalam jangka waktu tertentu, dan menjadi bahan perbandingan dengan kondisi sebenarnya.

Rumus yield to maturity adalah:

Yield to Maturity =
= [Return + (Nilai Obligasi Sekarang - Nilai Obligasi Terakhir) / Tenor Obligasi] / [(Nilai Obligasi Terakhir + Nilai Obligasi Sekarang) / 2] X 100%

Contoh perhitungannya, Anda ingin membeli saham PT. CERES dan menukarkannya dalam waktu 5 tahun mendatang. Nilai obligasi pada 31 Desember tahun lalu adalah sebesar Rp4,750, dengan return Rp750 per lembarnya. Akan tetapi saat ini, nilai obligasinya mencapai Rp7,300 per lembar saham.

Tingkat YTM saham tersebut saat Anda menukarkannya 5 tahun mendatang adalah:

YTM =
= [Rp750 + (Rp7,300 - Rp4,750) / 5 tahun] / [(Rp4,750 + Rp7,300) / 2] X 100%
= [Rp660 / Rp6,025] X 100%
= 10,95%

Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa tingkat yield to maturity PT. CERES di 5 tahun ke depan adalah 10,95%. Anda dapat membandingkan ini dengan tingkat YTM perusahaan-perusahaan lain dengan tenor obligasi yang sama.


Yield to Call

Yield to call adalah tingkat yield yang muncul saat penerbit menarik kembali surat obligasi dari semua pemilik sahamnya. Kondisi yield to call hanya bisa dilakukan di perusahaan dengan saham callable (dapat ditarik lagi dari investor). Rumus YTC kurang lebih sama seperti Yield to Maturity, bedanya terletak di kesimpulan saja.

Berikut ini rumus perhitungan yield to call:

Yield to Call =
= [Return + (Nilai Obligasi Sekarang - Nilai Obligasi Terakhir) / Tenor Sampai Calling Saham] / [(Nilai Obligasi Terakhir + Nilai Obligasi Sekarang) / 2] X 100%

Misalnya Anda berinvestasi di PT. DELTA sejak 31 Desember 2018, untuk tenor waktu 10 tahun. Per laporan keuangan terakhir, nilai obligasi mencapai Rp4,275, dengan tingkat return sebesar Rp550 per lembar saham. Akan tetapi tiba-tiba pada 31 Mei 2021, PT. DELTA bermaksud menarik kembali sahamnya, dengan nilai obligasi sebesar Rp6,120 tepat di tanggal tersebut.

Nilai yield to call-nya berarti:

Tenor waktu = 2021 - 2018 = 3 tahun

Yield to Call =
= [Rp550 + (Rp6,120 - Rp4,275) / 3 tahun] / [(Rp4,275 + Rp6,120) / 2] X 100%
= [Rp798.33 / Rp5197.5] X 100%
= 15,36%

Jadi, tingkat yield to call saat saham Anda di-callback oleh PT. DELTA adalah sebesar 15,36%. PT. DELTA wajib melakukan pengembalian dana kepada Anda sesuai yield ini sebelum jatuh tempo.


Yield to Worst

Jenis terakhir yield adalah yield to worst, atau tingkat yield terendah yang diambil perusahaan sebagai dasar pengembalian dana ke investor, jika sewaktu-waktu terjadi callback saham sebelum tenornya jatuh tempo. Jenis perhitungan yield satu ini biasanya terdapat di perusahaan penyedia saham dengan jangka waktu di atas 10 tahun.

Sebenarnya cara menghitung yield to worst sangat mudah. Anda cukup menghitung tingkat yield to maturity (YTM) dan yield to call (YTC), lalu mengambil angka terendah dari keduanya.

Sebagai contoh, PT. OMEGA ingin menarik obligasi berjangka 20 tahun setelah 10 tahun berada di tangan investor. Pada laporan keuangan terakhir, harga saham per lembar PT. OMEGA adalah Rp3,500 dengan return sebesar Rp125 per lembar saham. Saat ini, harga saham PT. OMEGA adalah Rp6,000 per lembar.

Pertama-tama, kita hitung YTM-nya dulu, yaitu:

YTM =
= [Rp125 + (Rp6,000 - Rp3,500) / 20 tahun] / [(Rp6,000 + Rp3,500) / 2] X 100%
= [Rp131.25 / Rp4,750] X 100%
= 2,76%

Berikutnya, kita hitung YTC dari PT. OMEGA:

YTC =
= [Rp125 + (Rp6,000 - Rp3,500) / 10 tahun] / [(Rp6,000 + Rp3,500) / 2] X 100%
= [Rp262.5 / Rp4,750] X 100%
= 5,5%

Karena dasar perhitungan yield kesepakatan investor dan perusahaan adalah yield to worst, maka tingkat yield adalah 2,76% untuk PT. OMEGA.


Demikianlah pembahasan lengkap tentang apa itu yield, jenis-jenis, dan cara perhitungannya. Yield adalah salah satu istilah yang wajib Anda pahami sebelum terjun ke dunia investasi dengan serius. Bila perlu, Anda dapat mempelajari cara menghitung yield agar pengambilan keputusan investasi Anda dapat lebih tajam, akurat, dan tentunya mendatangkan keuntungan semakin banyak. Semangat menuju kesuksesan dengan investasi!

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Reksa Dana

Reksa Dana

Wealth Management

Wealth Management

ONe Mobile

ONe Mobile

Nyala

Nyala

Download ONe Mobile