9 Komponen Utama dalam Perencanaan Bisnis, Ini Tipe-Tipenya

7 Jun 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Ingin jadi pengusaha? Belajar perencanaan bisnis dulu yuk!

Perencanaan bisnis adalah salah satu aktivitas krusial bagi sebuah usaha. Tanpa rencana yang matang, pengusaha tidak akan bisa mencapai kesuksesannya. Jadi sebenarnya apa pengertian perencanaan bisnis? Simak bahasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Perencanaan Bisnis

Perencanaan bisnis adalah hal-hal penting yang harus disiapkan sebelum mendirikan sebuah perusahaan. Di dalam sebuah rencana bisnis, umumnya dituangkan secara terperinci mengenai konsep usaha, pemasaran, keuangan dan sebagainya.


Tujuan Perencanaan Bisnis

Merencanakan bisnis sangat penting bagi pelaku usaha, agar usaha tetap berjalan stabil dan semakin sukses. Berikut merupakan tujuan perencanaan bisnis yang wajib Anda ketahui sebagai pengusaha.

  • Memastikan Bisnis Berjalan Sesuai Visi Misi
    Pertama, tujuan perencanaan bisnis adalah memastikan usaha dapat berjalan sesuai visi dan misi perusahaan agar tidak melenceng dari tujuan awal. Selain itu, adanya rencana bisnis membuat perusahaan bisa meninjau kembali aktivitas usahanya secara berkala sebagai bahan analisa dan evaluasi.

  • Menghitung Sumber Daya yang Diperlukan untuk Operasional
    Selanjutnya, tujuan perencanaan bisnis adalah membantu Anda untuk mengetahui berapa sumber daya yang sebenarnya diperlukan dalam menjalankan operasional.

    Tak hanya itu, rencana bisnis memberikan Anda gambaran secara jelas terkait kebutuhan sumber daya manusia dan keahliannya. Dengan demikian, Anda dan tim akan punya pedoman menentukan berapa budget dibutuhkan guna menggaji sumber daya manusia tersebut.

  • Membuat Estimasi Kapan Bisnis Akan Profit
    Berikutnya, tujuan perencanaan bisnis adalah membuat estimasi kapan usaha Anda akan menghasilkan profit, sekaligus strategi agar target tersebut tercapai sesuai timeline. Dengan demikian, Anda dan tim akan semakin termotivasi bekerja lebih keras guna mencapai tujuan, karena sudah tahu kapan target tersebut dapat diperoleh.

  • Melakukan Evaluasi untuk Rencana Bisnis Selanjutnya
    Terakhir, tujuan perencanaan bisnis adalah untuk melakukan evaluasi rencana yang sebelumnya dijalankan. Apabila dalam eksekusi rencana sebelumnya terjadi kendala, Anda dapat memasukkan solusinya di rencana bisnis berikutnya, agar masalah tersebut tidak terulangi lagi.


Tipe-Tipe Rencana Bisnis

Setelah membahas pengertian perencanaan bisnis dan tujuannya, kali ini kita akan mengulas beberapa tipe perencanaan, yaitu:

  • Perencanaan Operasional
    Perencanaan operasional adalah rencana bisnis yang memberikan gambaran jelas terkait jalannya suatu perusahaan. Perencanaan tipe ini dapat diganti bila hasilnya kurang efektif. Contoh perencanaan bisnis operasional seperti pembuatan standar operasional prosedur (SOP).

  • Perencanaan Strategik
    Perencanaan strategik adalah rencana bisnis yang berisi langkah-langkah strategis untuk mencapai tujuan. Perencanaan ini penting karena menentukan keputusan jangka panjang suatu perusahaan. Contoh perencanaan bisnis strategik misalnya seperti visi misi yang jelas, nilai-nilai perusahaan, dan sebagainya.

  • Perencanaan Taktis
    Selain perencanaan strategik, dibutuhkan pula perencanaan taktis guna merealisasikan strategi yang sudah direncanakan. Contoh perencanaan bisnis di bagian taktis misalnya cara-cara teknis guna menerapkan strategi pemasaran, peran dan deskripsi kerja untuk satu posisi, dan sebagainya.

  • Perencanaan Jangka Panjang
    Perencanaan jangka panjang adalah tipe rencana usaha yang berlaku untuk waktu lebih dari 1 tahun. Tujuan perencanaan bisnis jangka panjang adalah guna memproyeksikan keberhasilan perusahaan dengan skala lebih besar. Contoh perencanaan bisnis jangka panjang misalnya rencana mencapai visi misi, Go Internasional, mencapai IPO, dan sebagainya.


9 Komponen Terpenting dalam Rencana Usaha

Perencanaan bisnis adalah sebuah dokumen yang tersusun atas beberapa komponen penting. Adapun komponen-komponen rencana usaha adalah sebagai berikut.

  1. Identitas Perusahaan & Visi Misi
    Pertama, komponen perencanaan bisnis adalah identitas perusahaan dan visi misi. Identitas perusahaan ini meliputi nomor akta pendirian, nama pendiri, izin, dan sebagainya. Pencantuman identitas perusahaan dilakukan agar pembaca dan investor tahu bahwa usaha Anda dilindungi hukum. Sementara itu, visi misi digunakan sebagai cerminan arah dan tujuan bisnis ke depannya.

  2. Gambaran Umum Bisnis
    Setelah mencantumkan identitas dan visi misi, komponen selanjutnya yang perlu Anda cantumkan adalah gambaran umum bisnis. Gambaran umum tersebut meliputi bidang industri, jenis produk, orientasi, dan value bisnis. Dengan adanya gambaran umum, diharapkan pembaca mampu memahami profil usaha Anda dengan lebih jelas.

  3. Target Pasar
    Setiap usaha memiliki target pasar, termasuk perusahaan Anda. Agar pembaca tahu bisnis Anda tepat sasaran, maka Anda wajib mencantumkan target pasar ke dalam rencana bisnis. Selain menunjukkan sasaran, pencantuman target pasar ke dalam perencanaan akan membantu meyakinkan investor tentang potensi market share yang bisa usaha Anda dapatkan.

  4. Rincian Produk
    Komponen berikutnya perencanaan bisnis adalah rincian produk. Bagi seorang pengusaha, produk adalah salah satu bukti bahwa kita benar-benar serius menjalankan bisnis tersebut, entah produknya jasa atau fisik. Oleh sebab itu, Anda wajib memasukkan rincian produk yang akan dibuat dalam rencana usaha, meliputi nama produk, deskripsi, komposisi, dan harga.

  5. Rencana Pemasaran
    Setelah produk siap, tentu Anda harus memasarkannya agar perusahaan mendapatkan omzet. Oleh karena itu, tetapkan rencana strategi pemasaran secara matang agar ekspansi bisnis semakin luas dan banyak orang mengenal produk Anda. Setelah itu, masukkan rencana strategis Anda ke dalam business plan agar para pembaca dan investor bisa mengevaluasi seefektif apa strategi tersebut.

  6. Biaya Operasional
    Komponen berikutnya perencanaan bisnis adalah biaya operasional. Anda wajib mencantumkan ini dalam rencana agar tahu berapa banyak modal yang Anda butuhkan guna memulai usaha. Apabila keperluan biaya operasional tinggi, Anda bisa mengambil keputusan untuk mencari investor.

  7. Perhitungan Break Even Point (BEP)
    Break Even Point adalah posisi ketika jumlah modal keluar sama persis dengan penghasilan. Istilah sederhana untuk menyebut BEP adalah “balik modal”. Dengan adanya estimasi kapan BEP terjadi, Anda bisa tahu kapan bisnis mulai menghasilkan laba. Selain itu, BEP juga dapat menjadi dasar pertimbangan investor saat mendanai usaha Anda.

  8. Profitabilitas
    Tujuan utama mendirikan usaha adalah memperoleh keuntungan setinggi-tingginya. Untuk itu, Anda juga harus merencanakan estimasi perhitungan profit. Selain memperkirakan profitabilitas perusahaan, perhitungan ini dapat menjadi sokongan moral bagi Anda, tim, dan investor. Karena sekarang telah diketahui perusahaan memiliki target laba yang harus dicapai.

  9. Analisa Persaingan & Strategi
    Komponen terakhir rencana bisnis adalah analisa persaingan dan strategi. Selain fokus dengan kemajuan perusahaan, Anda juga perlu melakukan analisa pesaing. Dengan demikian, Anda dapat membuat rencana strategi guna mengalahkan kompetitor dan menjadikan usaha Anda penguasa pasar.


Contoh Perencanaan Bisnis yang Ideal

Agar Anda semakin paham cara membuat business plan, berikut kami sajikan contoh perencanaan bisnis secara rinci.

Nama bisnis: Aroma Rasa Coffee Shop

Bidang usaha: kuliner

Visi:
Kedai kopi yang menawarkan kondisi, suasana, lokasi, dan menu yang bervariatif dengan cita rasa dan kualitas dari biji kopi terbaik di Indonesia.

Misi:

  • Mempertahankan cita rasa dari biji kopi terbaik di Indonesia yang melegenda secara turun-temurun.
  • Menawarkan kenyamanan tempat untuk menikmati kopi

 

Deskripsi bisnis:
Aroma Rasa Coffee Shop adalah bisnis kuliner yang menawarkan berbagai menu kopi berkualitas dengan racikan langsung dari biji kopi terbaik di Indonesia.

Keunikan produk:
Kualitas kopi dibuat dari biji kopi terbaik di Indonesia

Rincian produk:

  • Kopi Espresso
  • Kopi Arabika
  • Kopi Robusta
  • Kopi Hitam
  • Cappucino
  • Moccacino
  • Kopi Arabika Toraja
  • Kopi Flores Bajawa
  • Chocolatte
  • Vanilla latte

 

Target pasar:
anak muda pecinta kopi dengan penghasilan menengah ke atas

Rencana pemasaran:

  • Membuka coffee shop di Kota Besar
  • Mengoptimalkan sosial media
  • Menggunakan jasa food vlogger, food blogger, youtuber, influencer
  • Membuat event grand opening yang mengundang anak muda

 

Sumber Daya Manusia:

  • Adi (pemilik bisnis)
  • Nando (Business Development)
  • Fiki (Product Manager)
  • Vigo dan Rizky (Barista)
  • Sarah (Social Media Officer)

 

Biaya operasional yang diperlukan

Peralatan membuat kopi
Bahan Kopi dan Perlengkapan
Sewa Tempat
Gaji SDM
Lain-lain
Total

Rp10juta
Rp8 juta
Rp20 juta per tahun
Rp20 juta
Rp5 juta
Rp63 juta


Target dan Timeline Bisnis

1 Tahun
2 Tahun
3 Tahun
4 Tahun
5 Tahun

: Mendapatkan 20 pelanggan per hari
: Buka cabang dan produk baru
: Mendapatkan 50 pelanggan per hari di masing-masing cabang
: Bekerja sama dengan perusahaan lain
: Membuka franchise


Demikian panduan dan contoh perencanaan bisnis yang dapat sobat OCBC NISP jadikan acuan dalam menjalankan usaha. Saat proses penyusunan rencana, pastikan Anda menggunakan data valid, sehingga rencana bisnis Anda jadi semakin akurat. Jika membutuhkan pendanaan bisnis, jangan sungkan menghubungi kami ya! OCBC NISP siap menjadi mitra Anda dalam memulai bisnis yang sukses.

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala Bisnis

Nyala Bisnis

Layanan saldo gabungan untuk mengatur keuangan pribadi dan bisnis secara terpadu
Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja

Solusi pinjaman untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP

Download ONe Mobile