Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual Produk? Ini 7 Metodenya

9 Jun 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Kesulitan menentukan harga jual untuk produk Anda? Pakai 7 metode ini saja.

Harga jual produk adalah salah satu hal krusial yang wajib Anda putuskan sebelum rilis produk ke pasar. Meski tampak mudah, jika Anda tidak menghitung harga dengan baik, bisnis Anda berpotensi gagal total. Tapi tenang, di bawah ini OCBC NISP punya 7 cara menentukan harga jual produk untuk Anda terapkan.


Bagaimana Cara Menentukan Harga Jual Produk

Bagi Anda yang bertanya-tanya bagaimana cara menentukan harga jual produk paling pas, jawabannya: bervariasi, tergantung tujuan bisnis Anda. Ada bisnis menetapkan strategi harga serendah-rendahnya saat produk baru dirilis, menurunkan harga sampai 50% karena pesaing melakukan hal serupa, atau strategi-strategi lain yang mungkin membuat Anda geleng kepala.

Bagaimanapun kondisinya, setiap keputusan bisnis membuatiliki alasan tersendiri, termasuk keputusan harga. Meski demikian, terdapat beberapa patokan penetapan harga yang tidak akan berubah, yaitu:

  • Biaya tetap (fixed cost)
    Biaya tetap dikeluarkan berapapun jumlah produksi, misalnya biaya sewa gedung, perawatan mesin, tagihan listrik, dan sebagainya.

  • Biaya variabel (variable cost)
    Biaya yang dikeluarkan sesuai jumlah produksi, misalnya biaya bahan baku, tenaga kerja, dan sebagainya.

  • Break Even Point (BEP)
    Harga pokok sebelum profit, terbentuk dari penjumlahan Fixed Cost dan Variable Cost.


7 Cara Menentukan Harga Jual Produk

Bagaimana cara menentukan harga jual produk dengan tepat dan sesuai strategi bisnis? Selain berdasarkan fixed cost, variable cost, dan BEP, ada beberapa cara menentukan harga jual produk yang dapat Anda terapkan ke bisnis, yaitu:

  1. Cost-Plus Pricing
    Cara menentukan harga jual produk yang pertama adalah dengan menggunakan Cost-Plus Pricing. Dalam metode ini, Anda tinggal menjumlahkan total biaya produksi per jumlah produk, setelah itu menambahkan margin profit sesuai keinginan.

    Rumus Cost-Plus Pricing adalah sebagai berikut:
    Price = [(Fixed Cost + Variable Cost)/Quantity] + [Profit Margin X (Fixed Cost + Variable Cost)/Quantity]

    Sebagai contoh, Anda memproduksi 100 jam tangan dengan total biaya sewa tempat Rp2 juta, biaya listrik Rp500 ribu, biaya tenaga kerja Rp10 juta, biaya bahan baku Rp20 juta, dan biaya pemasaran Rp5 juta. Jika Anda ingin mendapat profit 10% tiap pcs produk, maka harga jualnya:

    Total biaya = Rp37,500,000
    Margin profit = 10% X Rp37,500,000 = Rp3,750,000

    Total Price = Rp37,500,000 + Rp3,750,000 = Rp41,250,000

    Price/Product= Rp41,250,000/100 = Rp412,500

    Jadi, harga jual jam tangan Anda adalah sebesar Rp412,500/produk.

  2. Mark-Up Pricing
    Cara menentukan harga jual produk yang kedua adalah dengan memakai metode Mark-Up Pricing. Berbeda dengan Cost-Plus, di metode ini Anda menentukan harga jual terlebih dulu, baru setelah itu menghitung margin profitnya.

    Berikut rumus Mark-Up Pricing:
    Profit = (Price X Quantity) - (Total Cost)

    Bagaimana cara menentukan jual produk dengan Mark-Up Pricing? Simak simulasi perhitungan berikut ini:

    Anda memproduksi 300 jam tangan yang dihargai Rp150 ribu/pcs produk. Setelah ditotal, Anda ternyata mengeluarkan biaya produksi sebesar Rp30 juta. Maka jumlah profit yang Anda dapat adalah:

    Profit = (Rp150,000 X 300) - (Rp30,000,000) = Rp45,000,000 - Rp30,000,000 = Rp15,000,000

    Maka, total jumlah profit dari 300 jam tangan Anda adalah Rp15.000.000, atau 50% dari total biaya produksi.

  3. Breakeven Pricing
    Metode satu ini paling sering dipakai perusahaan-perusahaan baru yang belum fokus menghasilkan laba. Sama seperti namanya, dalam metode ini, harga ditentukan hanya berdasarkan pada biaya saja.

    Rumus Breakeven Pricing:
    Price = (Fixed Cost + Variable Cost)/Quantity

    Contoh, Anda memproduksi 100 jam tangan dengan fixed cost Rp15 juta dan variable cost sebesar Rp50 ribu/pcs produk. Jika metode penentuan harga menggunakan Breakeven Method, maka harga jualnya:

    Price =
    = [Rp15,000,000 + (Rp50,000 X 100 pcs produk)]/100
    = (Rp15,000,000 + Rp5,000,000)/100
    = Rp20,000,000/100
    = Rp200,000

    Dengan demikian, harga jual jam tangan Anda adalah Rp200 ribu/produk.

  4. Keystone Method
    Keystone Method adalah cara menentukan harga jual produk paling banyak digunakan di dunia ritel. Hal ini dilakukan agar pebisnis lebih fleksibel dalam membuat strategi diskon dan menjaga agar tidak mengalami kerugian. Beberapa industri yang kemungkinan harganya ditentukan dari Keystone Method misalnya usaha snack dan makanan instan.

    Tidak ada rumus persis untuk Keystone Method. Anda hanya perlu menaikkan harga produk menggunakan initial markup 50% - 100% dari biaya produksi. Misalnya Anda memproduksi jam tangan dengan biaya produksi Rp100 ribu/produk. Maka harga yang bisa Anda tetapkan adalah Rp150 ribu sampai Rp200 ribu/produk.

  5. MSRP (Manufacturer Suggested Retail Price)
    Jika tidak ingin pusing, Anda bisa mencoba cara menentukan harga jual produk dengan MSRP. Manufacturer Suggested Retail Price adalah harga pokok yang ditetapkan asosiasi pebisnis dalam satu industri sama/setara. Dalam bahasa Indonesia, MSRP juga disebut Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Masalahnya, setiap pebisnis menginginkan keuntungan maksimal. Oleh karena itu, pastikan biaya produksi Anda lebih rendah dari MSRP. Semakin rendah biaya dibanding MSRP, akan semakin baik. Supaya lebih paham, simak kasus berikut:

    Anda memproduksi sabun dengan MSRP Rp10,000/pcs produk. Biaya total produksi 200 sabun adalah Rp2,5 juta. Maka biaya produksi per pcs-nya adalah Rp2,5 juta/200 = Rp12,500/pcs (sebelum profit). Ini artinya, Anda perlu menurunkan biaya produksi agar tidak merugi.

  6. Market-Based Pricing
    Market-Based Pricing mirip dengan MSRP. Akan tetapi, harga dalam metode market-based tidak ditentukan berdasarkan kesepakatan, melainkan terbentuk secara alami di pasar. Metode Market-Based Pricing dapat Anda terapkan jika Anda menjual produk dengan banyak pesaing. Saat menggunakan metode ini, Anda tidak perlu pusing menghitung harga sendiri, cukup mengikuti harga umum di pasar.

  7. Value Based Pricing
    Bagaimana cara menentukan harga jual produk dengan kualitas dan nilai estetika tinggi? Anda dapat mencoba metode Value-Based Pricing, metode penentuan harga berdasarkan nilai produk. Cara menentukan harga jual produk satu ini dapat diterapkan jika produk Anda memiliki nilai khas yang tidak dimiliki produk lain, misalnya karya seni, mobil, dan perhiasan.


Demikian cara menentukan harga jual produk dan tips-tips lain yang dapat Anda pertimbangkan dalam proses penentuan harga. Sekarang sudah tidak perlu bingung bertanya-tanya bagaimana cara menentukan harga jual lagi! Jangan lupa segera terapkan ke bisnis sekarang juga dan rilis produk Anda ke pasar!

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 25 Mei 2022

Keunggulan transaksi valas di ONe Mobile

Baca

Edukasi - 25 Mei 2022

Serba Serbi Transaksi Valuta Asing

See All

Produk Terkait

Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja

Nyala

Nyala

Nyala Bisnis

Nyala Bisnis

ONe Mobile

ONe Mobile

Download ONe Mobile