Perbedaan Preloved & Barang Bekas Serta 7 Tips Menjualnya

16 Jun 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Punya barang bagus tapi sudah tidak dipakai? Jual sebagai barang preloved saja!

Selama ini, banyak orang mengira preloved goods sama dengan barang bekas. Padahal yang dapat dikategorikan sebagai barang preloved adalah bermacam-macam. Ingin tahu lebih jauh apa itu barang preloved? Mau dengar cara menjual barang preloved agar untung berkali-kali lipat? Simak bahasannya di bawah ini.


Apa itu Barang preloved?

Barang preloved adalah barang yang sudah pernah dimiliki seseorang beberapa waktu, sebelum kemudian dilepaskan untuk dijual. Selama ini, orang-orang sering salah mengartikan barang preloved dengan barang bekas, padahal keduanya tidak selalu sama. Ada beberapa jenis barang yang dapat dikategorikan sebagai preloved goods, yaitu:

  • Barang sudah pernah digunakan beberapa kali, tapi masih tampak baru.
  • Barang sudah lama dimiliki, tapi belum pernah dipakai.
  • Barang pemberian orang lain dan tidak dipakai sama sekali, baik oleh pemberi maupun penerima.

Perbedaan Barang preloved dan Barang Bekas

Setelah membahas apa itu barang preloved, kali ini kita akan membahas lebih dalam tentang perbedaannya dengan barang bekas. Adapun perbedaan barang bekas dan barang preloved adalah sebagai berikut.

  1. Dari Segi Riwayat Penggunaan
    Perbedaan pertama barang bekas dan barang preloved adalah dari segi riwayat penggunaannya. Tidak semua benda bekas dapat dikategorikan sebagai preloved goods, tergantung berapa lama pemakaiannya.

    Benda-benda yang dapat dikategorikan sebagai barang preloved adalah benda-benda dengan pemakaian belasan kali saja. Selain dari segi lama pemakaian, kondisi barang preloved juga harus masih punya nilai kebaruan, dan masih relevan jika dijual di masa sekarang.

  2. Dari Segi Kualitas Barang
    Perbedaan berikutnya barang bekas dan barang preloved adalah dari segi kualitasnya. Sebaru apapun sebuah barang, Anda tidak dapat menggolongkannya sebagai preloved jika kondisinya sudah rusak di sana-sini.

    Sebaliknya, jika sebuah barang dirawat dengan baik dan hati-hati, barang tersebut dapat dikategorikan sebagai preloved setua apapun usianya. Contoh barang berusia tua yang dapat dikategorikan sebagai preloved misalnya guci antik, lukisan, dan kendaraan antik.


7 Cara Menjual Barang preloved Agar Untung Berkali Lipat

Barang preloved adalah barang dengan harga tergantung pada seberapa tekun Anda merawatnya. Selain itu, berikut ini ada beberapa tips cara menjual barang preloved yang dapat Anda lakukan supaya untung besar.

  1. Pastikan Barang Masih Pantas Dipakai
    Cara menjual barang preloved pertama dan paling utama adalah memastikan barang masih pantas dipakai. Saat ingin berbisnis barang preloved, Anda wajib memastikan barang-barang jualan Anda bukan hanya bisa dipakai, tapi juga pantas dilihat dan digunakan pemakainya.

  2. Sesuaikan Harga dengan Kualitas Barang
    Tips selanjutnya menjual barang preloved adalah dengan menyesuaikan harga dan kualitas barang. Semahal apapun barang preloved dalam kondisi baru, Anda tidak bisa memaksakan harganya tetap tinggi jika kualitasnya sudah berkurang banyak. Pastikan harga yang Anda tetapkan sesuai dengan kondisi barang pada saat dijual, sehingga calon konsumen tidak keberatan membelinya.

  3. Buat Deskripsi Kondisi Barang dengan Jujur
    Poin ketiga cara menjual barang preloved adalah mencantumkan deskripsi barang dengan jujur. Saat menjual, pastikan Anda mencantumkan usia barang, lama penggunaan, dan kondisi fisik barang selengkap-lengkapnya. Bahkan jika barang pernah mengalami insiden tertentu (seperti jatuh, terkena air, dan sebagainya), Anda juga dapat memasukkan informasi tersebut.

  4. Kemas Barang dengan Menarik
    Sebagian besar barang preloved pasti mengalami pengurangan kualitas, terutama dari segi permukaan fisik. Oleh karena itu, agar barang tetap tampak bagus, Anda dapat memberikan packaging semenarik mungkin. Bila perlu, buat packaging jauh lebih menarik daripada barang baru, sehingga konsumen akan semakin senang melihatnya.

  5. Promosikan Sesering Mungkin di Media Sosial
    Cara menjual barang preloved berikutnya adalah dengan mempromosikannya sesering mungkin. Sama seperti produk baru, Anda juga harus melakukan strategi promosi barang preloved sebaik mungkin. Anda bisa mulai promosi dari teman-teman sekitar rumah, kontak Whatsapp, forum online, dan media lain yang mudah Anda jangkau.


  6. Baca Juga:


  7. Jual Produk di Marketplace
    Selain promosi ke lingkungan sekitar, Anda juga dapat menjual produk preloved di marketplace dan media sosial. Faktanya, barang preloved adalah salah satu jenis barang paling banyak dijual di marketplace. Ini membuktikan kalau bisnis barang preloved punya prospek besar di platform market online, sehingga sangat disayangkan jika Anda tidak segera mencobanya.

  8. Sigap Melayani Calon Konsumen
    Poin terakhir cara menjual barang preloved adalah dengan melayani calon konsumen sesigap mungkin. Karena barang preloved bukanlah barang baru, calon pembeli biasanya lebih selektif dan sangat aktif bertanya. Sebanyak apapun pertanyaan yang Anda dapat, jangan lelah memberikan jawaban seinformatif mungkin pada mereka. Berikan informasi terkait produk dengan transparan tanpa menutup-nutupi kondisi barang sebenarnya.


Demikian pembahasan dari OCBC NISP tentang apa itu barang preloved dan cara menjualnya. Barang preloved adalah salah satu jenis produk yang dapat Anda lakukan supaya benda-benda tak terpakai di sekitar bisa tetap bermanfaat.

Akan tetapi, tetap perhatikan kepantasan dan kesesuaian barang preloved dengan tren sebelum Anda menjualnya, agar calon konsumen tidak kecewa. Selamat memanfaatkan preloved goods untuk berbisnis!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, News Update, Life Series - 30 Jul 2021

Startup unicorn dan decacorn melantai di IHSG

Baca

Edukasi, Nyala - 27 Jul 2021

Mengenal Apa Itu Kartu GPN & 5 Keuntungan Memilikinya

See All