Mengenal Aktiva, Pengertian, Sifat, Jenis-Jenis, & Contohnya

23 Jun 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Ingin tahu apa saja yang termasuk kekayaan perusahaan? Pelajari aktiva yuk!

Aktiva adalah salah satu istilah akuntansi untuk menyebut benda fisik dan non-fisik yang termasuk dalam kekayaan perusahaan. Sebagai sebuah komponen jurnal, aktiva punya sifat dan klasifikasinya tersendiri. Di bawah ini, OCBC NISP punya penjelasan lengkap tentang pengertian, sifat, jenis aktiva, dan contohnya.


Pengertian Aktiva

Aktiva adalah kepemilikan aset, harta, dan kekayaan yang menunjang kegiatan perusahaan dan dapat ditukar dalam bentuk uang tunai. Seluruh aset perusahaan merujuk pada sumber daya baik fisik maupun non-fisik yang didapatkan secara transaksional dan timbul dari aktivitas masa lalu.

Aktiva adalah komponen penting karena menunjang berjalannya kegiatan perusahaan. Tanpa adanya aktiva, perusahaan tidak akan bisa menjalankan roda bisnisnya sama sekali. Jadi sekecil apapun suatu barang, jika dibutuhkan dalam operasional usaha, maka namanya tetap aktiva.


Sifat-Sifat Aktiva

Aktiva sendiri memiliki beberapa sifat-sifat yang harus dipahami setiap perusahaan. Adapun sifat-sifat aktiva adalah sebagai berikut.

  1. Memiliki Bentuk Fisik atau Non-Fisik
    Pertama, sifat aktiva adalah mempunyai wujud fisik dan non-fisik. Aktiva dengan wujud fisik biasanya adalah aktiva untuk kegiatan operasional, misalnya mesin, sumber daya manusia, inventaris, properti, kas, dan sebagainya. Sementara itu, bentuk aktiva non-fisik merujuk pada kepemilikan tak berwujud seperti hak paten, kekayaan intelektual, hak sewa, royalti dan sejenisnya.

  2. Diperoleh dari Kegiatan/Transaksi Ekonomi di Masa Lalu
    Kedua, sifat aktiva adalah sumber daya berasal dari aktivitas yang timbul di masa lalu. Setiap transaksi ekonomi perusahaan dahulu akan berdampak pada hal-hal di masa sekarang, salah satunya aktiva. Terkumpulnya aktiva biasanya dikarenakan penambahan profit, hibah, dan sebagainya.

  3. Dimiliki Atau Dikuasai Suatu Perusahaan/Badan
    Sifat aktiva yang berikutnya adalah dimiliki dan atau dikuasai suatu perusahaan agar menghasilkan nilai lebih tinggi. Aktiva dapat berasal dari kepemilikan pribadi (dibeli dengan modal sendiri), hibah, atau diberi hak pemakaian oleh orang lain.

  4. Mendatangkan Manfaat di Masa Depan
    Berikutnya, sifat aktiva adalah mendatangkan manfaat di masa depan. Aktiva wajib memiliki sifat produktif, yang artinya mampu menambah kas dan mengurangi hutang. Selain itu, aktiva juga dapat menghasilkan barang dan jasa, melunasi kewajiban perusahaan, memenuhi keperluan bisnis, dan dapat ditukar dengan bentuk aktiva lain.

  5. Dapat Dipinjamkan
    Terakhir, sifat aktiva adalah bisa dipinjamkan kepada pihak lain. Aktiva dapat dipindah tangankan ke perusahaan/badan lain, tanpa menghilangkan status kepemilikan dari perusahaan pemiliknya. Akan tetapi, aktiva yang didapat dari pinjaman akan masuk ke dalam laporan neraca sebagai 2 hal, yaitu aset dan kewajiban.


Jenis-Jenis Aktiva dan Contohnya

Selama ini, jenis aktiva yang sering dikenal hanya aktiva lancar dan aktiva tetap. Namun sebenarnya terdapat jenis aktiva lainnya yang harus Anda ketahui. Adapun jenis-jenis aktiva adalah berikut.

  1. Aktiva Lancar
    Pertama, jenis aktiva adalah aktiva lancar. Aktiva lancar adalah aset yang memiliki sifat mudah ditukar atau dicairkan melalui transaksi uang tunai. DIkatakan mudah diuangkan karena contoh aktiva lancar akan cair dengan uang tunai dalam jangka waktu kurang dari setahun.

    Berikut merupakan yang termasuk aktiva lancar adalah:
    • Kas: contoh aktiva lancar yang disimpan dalam kas perusahaan, bank, dan lembaga keuangan lainnya.
    • Piutang penghargaan: pemasukan atau keuntungan yang dimiliki perusahaan atas transaksi namun belum dibayarkan oleh pihak bersangkutan.
    • Surat berharga: contoh aktiva lancar berbentuk surat yang dimiliki perusahaan dalam jangka waktu tertentu, seperti penerbitan obligasi dan saham.
    • Piutang dagang: tagihan kepada debitur sebagai akibat transaksi penjualan secara mencicil.
    • Piutang wesel: contoh aktiva lancar berupa tagihan kepada individu atas pinjaman piutang untuk melakukan pembayaran.
    • Beban dibayar di awal: pembayaran di muka sebelum kewajiban terpenuhi.
    • Peralatan penunjang perusahaan.
    • Persediaan produk yang akan dijual.
  2. Aktiva Tetap/Tidak Lancar Berwujud
    Jenis aktiva berikutnya adalah aktiva tetap berwujud. Aktiva tetap adalah aktiva yang sulit diubah bentuknya menjadi kas atau bentuk lainnya, atau disebut juga sebagai aktiva tidak lancar. Dengan demikian, aktiva tetap berwujud adalah aktiva sulit dicairkan serta memiliki fisik, misalnya mesin, kendaraan, bangunan, dan sebagainya.

  3. Aktiva Tetap/Tidak Lancar Tidak Berwujud
    Aktiva tetap tidak berwujud adalah aktiva yang sulit diubah bentuk dan wujudnya non-fisik. Aktiva tetap tidak berwujud umumnya disimpan dalam bentuk dokumen dan wajib diperbarui beberapa tahun sekali, tapi sulit diubah menjadi kas. Contoh aktiva tetap tidak berwujud yaitu hak paten, hak cipta, hak sewa, merek dagang, franchise, dan sebagainya.

  4. Investasi Jangka Panjang
    Terakhir, jenis aktiva adalah investasi jangka panjang, berupa suntikan dana atau penanaman modal kepada perusahaan atau pihak lain dengan tujuan pemerolehan profit. Namun imbal hasil akan dirasakan dalam jarak waktu cukup lama, sehingga hanya bisa dimanfaatkan dengan periode investasi lebih dari setahun.


Itulah pembahasan dari OCBC NISP tentang aktiva, sifat, serta jenis aktiva dan contohnya. Aktiva adalah salah satu komponen penting perusahaan yang wajib dikelola dan dimanfaatkan dengan baik, supaya dapat menghasilkan keuntungan maksimal bagi bisnis.


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 19 Jan 2022

Jurus Jitu Mengatur Keuanganmu

Baca

Edukasi - 19 Jan 2022

Apa itu Intan? Ini Sifat-Sifat dan Cara Mengenalinya

See All