Opportunity Cost: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, & Contohnya

25 Jun 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Opportunity cost adalah konsep ekonomi tentang pengorbanan, apa maksudnya?

Tanpa sadar, kita sering mengorbankan sesuatu di kehidupan sehari-hari. Misalnya saat memilih produk A, tanpa sadar kita telah menyingkirkan produk B, C, D, dan produk-produk lainnya. Saat itulah kita mendapatkan opportunity cost. Dalam bisnis dan ekonomi, opportunity cost adalah sesuatu yang sangat umum terjadi. OCBC NISP akan membahas pengertian opportunity cost, fungsi, dan contohnya di sini.


Pengertian Opportunity Cost

Biaya peluang atau opportunity cost adalah salah satu konsep besar penyusun ilmu ekonomi dan bisnis. Opportunity cost adalah teori yang timbul akibat kelangkaan (scarcity) serta kebutuhan dan keinginan tak terbatas manusia (needs & wants).

Secara definitif, pengertian opportunity cost adalah kemunculan biaya/risiko karena manusia memilih mengorbankan satu hal untuk mendapat hal lainnya. Oleh sebab itulah, opportunity cost biasanya terjadi saat manusia dihadapkan pada dua atau lebih pilihan.

Contoh opportunity cost dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti ini: Anda dihadapkan pada dua pilihan karir, yaitu menjadi pilot atau pebisnis.

Karena memilih jadi pebisnis, Anda pun kehilangan berbagai kesempatan yang hanya bisa dirasakan pilot, seperti terbang keliling dunia, berkenalan dengan orang asing, mendapat gaji besar dan fasilitas mewah tiap bulan, dan sebagainya. Kesempatan-kesempatan yang hilang ini disebut dengan biaya peluang, atau opportunity cost.


Fungsi Memahami Opportunity Cost

Biaya peluang atau opportunity cost adalah teori ampuh yang akan membuat Anda makin memahami bagaimana perekonomian dunia bekerja. Selengkapnya tentang fungsi memahami opportunity cost adalah sebagai berikut.

  1. Mengasah Kemampuan Mengambil Keputusan
    Pada dasarnya, opportunity cost adalah ilmu tentang pengorbanan. Karena sumber dayanya terbatas tapi keinginannya tak terbatas, manusia wajib memilih beberapa keinginan untuk dipenuhi, dan menyingkirkan yang tak dapat dipenuhi.

    Pemahaman terhadap pengertian opportunity cost akan membuat Anda lebih sadar bahwa di dunia ini, segalanya butuh pengorbanan. Semakin besar keinginan Anda, maka akan semakin besar pula pengorbanan perlu Anda lakukan.

  2. Lebih Bijaksana Menerima Risiko
    Saat kita memahami opportunity cost, kita akan jadi lebih bijak menerima risiko dan mampu melakukan pencegahan dengan baik. Dalam konteks apapun, setiap keputusan yang manusia ambil pasti menimbulkan konsekuensi baik dan buruk.

    Sebagai contoh, saat kita memutuskan berhenti pergi ke club malam, kita akan mendapat konsekuensi baik berupa spiritual dan kesehatan meningkat. Akan tetapi konsekuensi buruknya, kita berpotensi kehilangan teman dalam circle club malam tersebut. Jika terjebak dalam kondisi ini, seseorang yang memahami opportunity cost akan lebih bijaksana menerima konsekuensi buruk tersebut.

  3. Membentuk Pikiran Lebih Positif
    Fungsi berikutnya memahami opportunity cost adalah membentuk pikiran lebih positif. Kebijaksanaan menerima opportunity cost (terutama yang buruk) akan membentuk pikiran lebih positif. Sehingga Anda pun bisa melalui kehidupan dengan tenang dan lebih siap saat menghadapi masalah.

  4. Memaksimalkan Potensi Peluang
    Selain tentang pengorbanan, biaya peluang atau opportunity cost adalah teori yang juga membicarakan soal peluang. Selain konsekuensi buruk, pilihan-pilihan manusia juga memiliki konsekuensi baik.

    Dengan memahami opportunity cost lebih baik, kita akan selalu termotivasi memanfaatkan konsekuensi baik yang kita dapat. Sehingga di masa-masa selanjutnya, kita bisa membuat keputusan dengan dampak buruk seminim mungkin.

  5. Membantu Merencanakan Masa Depan Lebih Baik
    Fungsi terakhir biaya peluang atau opportunity cost adalah membantu Anda merencanakan masa depan lebih baik. Pemahaman opportunity cost akan membantu Anda melakukan mitigasi risiko semaksimal mungkin. Dengan demikian, perencanaan masa depan Anda akan lebih matang dan terhindar dari masalah-masalah mendadak.


Cara Menghitung Opportunity Cost

Setelah membahas tentang apa itu opportunity cost dan fungsi memahaminya, sekarang OCBC NISP akan membahas cara menghitung opportunity cost, dengan rumus sebagai berikut:

Opportunity Cost = Nilai yang Dikorbankan (Foregone Option) - Nilai yang Didapat (Chosen Option)

Meskipun demikian, rumus di atas hanya berlaku jika pilihan-pilihan yang tersedia dapat dikuantifikasi (dihitung dengan angka). Apabila pilihan Anda tidak punya nominal, sebaiknya Anda mengikuti prinsip opportunity cost berdasarkan rumus di atas, yaitu:

“Jika FO (Foregone Option) lebih bernilai daripada CO (Chosen Option) baik dalam jangka pendek atau panjang, maka pilihan Anda kurang menguntungkan. Sebaiknya jika FO lebih kecil nilainya dari CO, maka itu merupakan keputusan terbaik bagi Anda.”


Contoh Opportunity Cost dalam Kehidupan Sehari-hari

Biaya peluang atau opportunity cost adalah sesuatu yang kita alami tiap hari, baik secara sadar atau tidak sadar. Tapi, agar lebih memahami apa itu opportunity cost, berikut ini ada beberapa contoh opportunity cost dalam kehidupan sehari-hari untuk Anda.

  1. Opportunity Cost Investasi
    Contoh opportunity cost dalam kehidupan sehari-hari yang pertama berasal dari dunia investasi.

    Misalnya Anda seorang pekerja kantor dengan dana tabungan sebesar Rp100 juta. Di dalam benak Anda, ada berbagai rencana ingin Anda lakukan dengan dana tersebut. Setelah diseleksi, ada dua pilihan prioritas yang wajib Anda pilih satu, yaitu:

    1. Investasi tanah
    2. Investasi Savings Bond Ritel (SBR)

    Dengan uang Rp100 juta, Anda bisa mendapat tanah sebesar 5 X 10 meter, yang margin jualnya meningkat 3% per tahun. Sementara itu, baru-baru ini pemerintah mengeluarkan SBR010, dengan kupon bunga 5,1% per tahun, pajak 15%, dan tenor 2 tahun. Maka perbandingan hasilnya adalah:

    Kenaikan harga tanah 2 tahun lagi =
    = [(3% X Rp100,000,000) X 2 tahun]
    = Rp6,000,000

    Return investasi SBR010 2 tahun lagi =
    = [(5,1% X Rp100,000,000) X 2 tahun]
    = Rp10,200,000

    Return investasi SBR010 setelah pajak =
    = Rp10,200,000 - (Rp10,200,000 X 15%)
    = Rp10,200,000 - Rp1,530,000
    = Rp8,670,000

    Dengan demikian, return investasi SBR selisih Rp2,67 juta lebih tinggi dari kenaikan harga tanah, sehingga Anda sebaiknya memilih investasi SBR.

  2. Baca Juga:


  3. Opportunity Cost Produk A vs. Produk B
    Contoh opportunity cost dalam kehidupan sehari-hari berikutnya adalah preferensi pembelian barang. Kita ambil contoh ada dua produk susu paling buah hati Anda sukai, yaitu produk A dan B.

    Produk A memiliki harga Rp40,000 per kotak, dengan kandungan gula 50 mg per 1 sendoknya. Sementara itu, produk B memiliki harga Rp110,000 per kotak, dengan kandungan gula 20 mg per 1 sendok. Rasa produk A dan B sama-sama disukai buah hati.

    Jika yang Anda prioritaskan adalah kesehatan gigi anak, maka Anda akan memilih produk B. Akan tetapi jika prioritasnya adalah berhemat, maka pilihan Anda adalah produk A. Dengan catatan Anda harus rajin menggosok gigi buah hati agar giginya tidak mudah rusak/sakit.


Itulah pembahasan dari OCBC NISP tentang pengertian opportunity cost, fungsi, cara menghitung, dan contoh opportunity cost dalam kehidupan sehari-hari! Meski tidak selalu kita sadari, opportunity cost adalah sesuatu yang melekat pada aktivitas kita, dan akan membantu kita jadi pribadi lebih bijak saat mengambil keputusan.


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.
Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile