Perbedaan Bunga Efektif dan Flat Serta Cara Menghitungnya

1 Jul 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bunga efektif adalah salah satu jenis metode perhitungan bunga, pelajari yuk!

Saat melakukan pinjaman, biasanya lembaga kredit akan menambahkan bunga sebagai biaya jasa dan perlindungan risiko pengurangan nilai. Cara lembaga kredit menghitung bunga berbeda-beda, dan metode bunga efektif adalah salah satunya. Dalam pembahasan kali ini, OCBC NISP akan menjelaskan tentang bunga efektif, perbedaannya dengan flat, dan cara menghitungnya, simak sampai habis yuk!


Pengertian Bunga Efektif

Di dunia perbankan, ada dua jenis bunga, yaitu bunga flat dan bunga efektif. Bunga flat adalah bunga dengan jumlah tetap, berapapun lamanya angsuran terjadi. Misalnya, Anda memiliki hutang kredit sebesar Rp15 juta dengan bunga Rp150 ribu selama 5 tahun. Maka sampai lunas, bunga yang Anda bayarkan adalah Rp150 ribu.

Sebaliknya, suku bunga efektif adalah jenis bunga yang berubah-ubah setiap kali pembayaran. Jumlah pembayaran bunga efektif juga umumnya besar di awal, tapi kemudian terus menurun hingga mencapai titik terendah di akhir pelunasan.

Baca Juga:


Perbedaan Bunga Efektif dan Flat

Setelah membahas pengertian bunga efektif, kali ini kita akan membahas perbedaan bunga efektif dan flat. Bagi penyuka kepastian, bunga flat adalah solusi terbaik. Meski demikian, bunga flat juga sering mendapat keluhan dari nasabah kredit. Pasalnya, kalau dihitung-hitung nominal total bunga flat cenderung lebih besar daripada bunga efektif.

Selain dari segi nominal, perbedaan bunga efektif dan flat juga terletak di dasar penentuan bunga. Cara menghitung bunga efektif adalah berdasarkan sisa utang, bukan pakem bunga tertentu. Inilah alasannya kenapa dalam metode bunga efektif semakin lama angsurannya, semakin rendah pula nominal bunganya.


Kelebihan Bunga Efektif Dibanding Jenis Bunga Lainnya

Dilihat dari perbedaan bunga efektif dan flat, keduanya sebenarnya punya kelebihan dan kelemahan masing-masing. Adapun kelebihan bunga efektif adalah sebagai berikut.

  1. Nominal Bunganya Lebih Akurat
    Bunga efektif adalah kombinasi dari bunga floating (mengambang) dan flat, sehingga nominalnya dianggap paling akurat sesuai kondisi ekonomi saat bunga ditetapkan. Selain tingkat akurasinya yang tinggi, metode bunga efektif juga disebut-sebut sebagai yang paling adil bagi lembaga pemberi pinjaman dan peminjam.

  2. Pembayaran Angsuran Semakin Lama Semakin Ringan
    Kelebihan berikutnya suku bunga efektif adalah pembayarannya semakin lama semakin ringan. Berbeda dengan bunga flat yang angkanya tinggi sejak awal, atau bunga floating yang makin hari makin besar, suku bunga efektif cenderung turun terus menerus sampai bulan terakhir angsuran. Dengan demikian, pembayaran angsuran nasabah pun semakin kecil tiap bulannya.

  3. Cocok Untuk Angsuran Jangka Panjang
    Di antara jenis jenis bunga lainnya, metode bunga efektif adalah yang paling sesuai diterapkan dalam angsuran jangka panjang, seperti mobil dan KPR. Hal tersebut dikarenakan angsuran mobil atau KPR memiliki nominal lebih besar, sehingga pengurangan bunga tiap bulan akan memberi keringanan bagi nasabah saat membayar.


Kelemahan Bunga Efektif

Setelah membahas pengertian bunga efektif dan kelebihannya, ternyata bunga efektif juga memiliki kelemahan-kelemahan tersendiri. Selengkapnya tentang kelemahan bunga efektif adalah sebagai berikut.

  1. Pembayaran Bunga Lebih Besar di Awal
    Meski pembayaran suku bunga efektif turun dari waktu ke waktu, nominalnya di awal-awal angsuran biasanya besar, bahkan lebih dari bunga flat. Bagi sebagian nasabah, ini mungkin bukan masalah. Akan tetapi, tingginya nominal bunga di awal membuat peminjam perlu mengalokasikan dana lebih saat baru memulai angsuran dengan metode bunga efektif.

  2. Cara Menghitung Bunga Efektif Lebih Rumit
    Faktanya, cara menghitung bunga efektif jauh lebih rumit daripada bunga flat, karena yang dijadikan dasar adalah nominal pembayaran angsuran terakhir. Saat menghitung bunga flat, Anda tidak memerlukan kalkulator guna membantu perhitungan Anda. Akan tetapi saat menghitung bunga efektif, Anda pasti akan kesulitan jika tidak pakai kalkulator. Selengkapnya tentang hal ini akan kita simulasikan di bagian akhir artikel.

  3. Nominal Bunga Sering Tidak Bulat
    Kelemahan terakhir suku bunga efektif adalah nominalnya yang seringkali tidak bulat. Saat melakukan angsuran dengan metode bunga efektif, Anda akan sering menemui nominal pembayaran dengan pecahan ribuan hingga ratusan rupiah.

    Agar tidak menyusahkan proses setor tagihan, umumnya Anda atau pihak penerima pembayaran perlu membulatkan nominal ini ke pembulatan terdekat, misalnya Rp691,798 menjadi Rp692 ribu dan semacamnya.


Cara Menghitung Bunga Efektif

Agar lebih paham cara menghitung bunga efektif, kali ini OCBC NISP akan mengajak Anda membahas satu contoh soal bunga efektif beserta simulasi perhitungannya. Rumus menghitung bunga efektif adalah:

Angsuran pokok = Harga pokok / jumlah bulan kredit
Bunga bulan ke-Z = {Pokok pinjaman - [(Z - 1) X angsuran]} X suku bunga / 12
Total angsuran ke-Z = Angsuran pokok + bunga bulan ke-Z


Contoh soal bunga efektif:

Pak Putu baru saja membeli rumah dengan pokok pinjaman Rp360 juta dengan angsuran 5 tahun dan bunga efektif 10%. Dengan demikian, jumlah angsuran bulanan yang perlu dibayar Pak Putu adalah sebagai berikut.

Angsuran pokok = Rp360,000,000 / 60 bulan = Rp6,000,000/bulan

Bunga bulan ke-1 =
= {Rp360,000,000 - [(1 - 1) X Rp6,000,000]} X 10% / 12
= (Rp360,000,000 - 0) X 10% / 12
= Rp360,000,000 X 10% / 12
= Rp3,000,000

Total angsuran ke-1 = Rp6,000,000 + Rp3,000,000 = Rp9,000,000

Bunga bulan ke-2 =
= {Rp360,000,000 - [(2 - 1) X Rp6,000,000]} X 10% / 12
= (Rp360,000,000 - Rp6,000,000) X 10% / 12
= Rp354,000,000 X 10% / 12
= Rp2,950,000

Total angsuran ke-2 = Rp6,000,000 + Rp2,950,000 = Rp8,950,000

Bunga bulan ke-3 =
= {Rp360,000,000 - [(3 - 1) X Rp6,000,000]} X 10% / 12
= (Rp360,000,000 - Rp12,000,000) X 10% / 12
= Rp348,000,000 X 10% / 12
= Rp2,900,000

Total angsuran ke-10= Rp6,000,000 + Rp2,550,000 = Rp8,550,000

Bunga bulan ke-60
= {Rp360,000,000 - [(60 - 1) X Rp6,000,000]} X 10% / 12
= (Rp360,000,000 - Rp354,000,000) X 10% / 12
= Rp6,000,000 X 10% / 12
= Rp50,000

Total angsuran ke-60= Rp6,000,000 + Rp50,000 = Rp6,050,000


Demikian pembahasan dari OCBC NISP tentang pengertian bunga efektif, kelebihan, cara menghitung, dan perbedaannya dengan bunga flat! Apapun pilihan Anda, setiap jenis perhitungan bunga punya kelebihan dan kelemahan sendiri, sehingga sesuaikan dengan kebutuhan Anda ya!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.
KPR Easy Start

KPR Easy Start

KPR untuk generasi muda wujudkan rumah impian dengan angsuran rendah
KPM

KPM

Solusi memenuhi kebutuhan finansial
KTA

KTA

Solusi memenuhi kebutuhan finansial

Download ONe Mobile