Apa itu Refinancing? Ini Pengertian, Manfaat, & Contohnya

1 Jul 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Kesulitan dengan aktivitas kredit yang sekarang dijalani? Refinancing saja!

Kesulitan bayar merupakan salah satu masalah klasik yang dihadapi orang dengan kewajiban kredit tiap bulannya. Masalahnya tidak selalu kondisi finansial, tapi juga besar bunga, pelayanan lembaga kredit kurang baik, dan sebagainya. Jika Anda mengalami hal semacam ini, refinancing adalah solusi buat masalah tersebut. Selengkapnya tentang apa itu refinancing, cara kerja, tipe, dan contohnya dijelaskan sebagai berikut.


Apa Itu Refinancing?

Secara terminologis, refinancing adalah istilah bahasa Inggris yang artinya “pendanaan kembali”. Lebih jelasnya, pengertian refinancing dalam perbankan adalah pendanaan ulang dari lembaga kredit atas kredit belum tuntas dengan bunga lebih rendah”.

Selama ini, banyak orang berpikir refinancing adalah solusi pembayaran “gali lubang tutup lubang” bagi peminjam yang kreditnya bermasalah. Padahal pengertian refinancing tidak harus selalu seperti itu.

Misalnya, Anda terlanjur membeli mobil secara kredit di lembaga A dengan bunga 7% seharga Rp350 juta. Kemudian Anda menemukan bahwa bunga kredit mobil di lembaga B hanyalah 5% dengan harga sama. Daripada harus membayar lebih banyak bunga di lembaga A, Anda bisa mengajukan refinancing mobil dari lembaga B untuk membayarkan hutang Anda di lembaga A.


Cara Kerja Refinancing

Setelah membahas pengertian refinancing, OCBC NISP akan mengajak Anda mempelajari cara kerja refinancing. Pada dasarnya, refinancing dapat diterapkan dalam banyak konteks, tidak terbatas pada transaksi pinjam meminjam saja.

Sebagai contoh, Anda membeli 30% saham perusahaan A dengan harga Rp15 milyar. Seiring perkembangan zaman, valuasi perusahaan A terus meningkat sampai nilai saham Anda mencapai Rp45 milyar. Kemudian datang orang lain ingin membeli saham Anda seharga Rp100 milyar. Dengan demikian, orang tersebut telah melakukan refinancing pada perusahaan A, dengan nilai pertambahan Rp55 milyar.

Jadi intinya, refinancing adalah kegiatan pendanaan ulang yang menghasilkan keuntungan lebih bagi penerima dana.


Manfaat Refinancing Bagi Pengguna Kredit

Di atas tadi, Anda mungkin telah memahami secara singkat manfaat refinancing, terutama bagi debitur. Agar lebih jelas, selengkapnya tentang manfaat refinancing adalah sebagai berikut.

  1. Memilih Opsi Kredit Lebih Baik
    Seperti yang sudah dijelaskan di awal, refinancing dapat membantu nasabah memilih opsi kredit paling menguntungkan bagi dirinya, baik dari segi finansial, pelayanan, atau rentang waktu pembayaran. Dengan demikian, nasabah dapat meminimalisasi opportunity cost yang diterimanya karena melakukan transaksi kredit.

  2. Mengurangi Beban Kredit
    Manfaat berikutnya refinancing adalah mengurangi beban angsuran nasabah per periode, dengan menambah durasi pelunasan. Misalnya, jika Anda keberatan membayar angsuran rumah Rp7 juta/bulan selama 5 tahun, Anda dapat mengajukan refinancing rumah dengan angsuran Rp1,5 juta/bulan selama 15 tahun. Dengan demikian, beban kredit bulanan Anda pun akan berkurang.

  3. Menjaga Stabilitas Keuangan
    Poin manfaat refinancing satu ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Apabila Anda berhasil menemukan opsi refinancing dengan angsuran lebih rendah, maka alokasi tagihan kredit dapat Anda manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Selain mengurangi tekanan, refinancing bisa membantu menjaga stabilitas finansial, terutama bagi Anda yang pendapatannya pas-pasan.


Tipe-Tipe Refinancing

Di dunia perbankan, terdapat beberapa tipe refinancing paling umum dilakukan. Selengkapnya tentang tipe-tipe refinancing adalah sebagai berikut.

  1. Rate & Term Refinancing
    Rate and term financing adalah opsi refinance yang memberi Anda kesempatan mengganti opsi kredit sebelumnya dengan opsi lebih baik sesuai pertimbangan Anda. Contoh rate and term refinancing misalnya mengajukan refinance ke lembaga kredit berbunga 7%, untuk membayar hutang berbunga 10%.

  2. Cash-Out Refinancing
    Cash-out refinance adalah opsi refinance dengan membeli aset secara kredit dan menjualnya dengan harga lebih tinggi ke orang lain. Tipe refinancing seperti ini paling sering terjadi di refinancing mobil, rumah, dan barang-barang langka.

    Sebagai contoh, Anda baru saja membeli rumah dengan harga total Rp500 juta secara kredit. Akan tetapi, beberapa saat kemudian ada yang menawar rumah tersebut seharga Rp700 juta. Akhirnya, Anda pun melunasi kredit rumah Rp500 juta tersebut dengan harga saat Anda menjualnya, sehingga Anda untung Rp200 juta.

  3. Cash-In Refinancing
    Sementara itu, cash-in refinancing adalah opsi refinance dengan mengajukan hutang untuk membayar sebagian hutang lainnya, agar angsuran bulanannya kecil.

    Misalnya, Anda baru saja mengajukan kredit mobil dengan harga pokok Rp200 juta dan bunga total Rp80 juta. Akan tetapi, jika Anda membayar Rp100 juta lebih dulu, maka bunganya jadi Rp50 juta saja. Akhirnya, Anda pun memutuskan meminjam ke saudara sebesar Rp100 juta tanpa bunga. Dengan demikian, Anda berhasil mengurangi selisih pembayaran bunga sampai Rp30 juta.

  4. Consolidation Refinancing
    Consolidation refinancing sebenarnya mirip dengan rate and term refinancing, bedanya hanya terletak di skema transaksinya saja. Sebagai contoh, Anda punya banyak hutang dengan bunga tinggi. Agar pembayaran bunganya tidak terlalu banyak, Anda pun mengajukan refinancing ke satu lembaga untuk melunasi semua hutang berbunga tinggi yang Anda punya.


Contoh-Contoh Refinancing

Setelah membahas pengertian refinancing dalam perbankan, cara kerja, manfaat, dan tipenya, berikut ini beberapa contoh refinancing yang dapat Anda lakukan.

  1. Refinancing Rumah
    Contoh pertama dan paling umum dari refinancing adalah refinancing rumah, terutama jika transaksinya dilakukan secara informal. Di Indonesia, penjualan rumah antar perseorangan masih kerap terjadi. Umumnya dalam kondisi ini, seseorang akan membeli rumah dari orang lain secara tunai. Akan tetapi, dana tunai tersebut berasal dari pinjaman bank.

  2. Refinancing Mobil
    Contoh berikutnya dari refinancing adalah refinancing mobil yang masih kredit. Misalnya, Anda ingin membeli mobil secara kredit dari dealer A. Akan tetapi, dealer A bekerjasama dengan leasing B dan Anda tidak menyukainya. Akhirnya, Anda memutuskan mengajukan refinance ke leasing C agar bisa membeli mobil secara lunas dari dealer A.

  3. Refinancing Kartu Kredit
    Contoh refinancing yang terakhir adalah refinancing kartu kredit. Jika Anda seorang pemilik kartu kredit dan kesulitan membayar tagihan, Anda bisa mengajukan refinancing kepada lembaga kredit lain guna melunasi tagihan tersebut.


Demikian penjelasan dari OCBC NISP tentang apa itu refinancing, manfaat, tipe, dan contohnya. Refinancing adalah salah satu layanan yang juga disediakan OCBC NISP lho! Apabila Anda sedang kesulitan membayar kredit, yuk ajukan bantuan pinjaman refinancing ke OCBC NISP! Kami siap jadi partner Anda dalam menyelesaikan masalah finansial sehari-hari, jadi yuk gabung ke OCBC NISP sekarang juga!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Kartu Kredit OCBC NISP

Kartu Kredit OCBC NISP

Jadikan setiap tahapan kehidupan sebagai pengalaman baru yang penuh makna
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP

Download ONe Mobile