Apa itu Revenue Stream? Kenali Jenis, Fungsi dan Contohnya

1 Jul 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Ingin tahu bagaimana bisnis mendapat uang? Pelajari tentang revenue stream yuk!

Di dalam sebuah business model, terdapat berbagai komponen penyusun operasional bisnis. Revenue stream adalah salah satu komponen operasional yang menunjukkan bagaimana cara bisnis mendapat uang dan dari mana mendapatkannya. Dalam bahasan kali ini, OCBC NISP ingin mengajak Anda belajar lebih jauh tentang apa itu revenue stream, jenis, fungsi, dan contoh revenue stream yang bisa dibangun bisnis.


Apa Itu Revenue Stream?

Di dunia bisnis, pengertian revenue stream adalah sumber-sumber yang berkontribusi mengisi kas perusahaan, baik secara langsung melalui proses pertukaran produk/jasa atau tidak langsung (seperti hibah, investasi, dan semacamnya). Dalam bahasa Indonesia, revenue stream disebut dengan “aliran pendapatan”.

Tujuan revenue stream adalah untuk menghasilkan uang kas dengan kepemilikan 100% bagi perusahaan. Oleh karena itu, sumber-sumber keuangan yang mensyaratkan imbal balik jangka pendek seperti hutang tidak dapat digolongkan sebagai revenue stream.


Fungsi Revenue Stream Bagi Bisnis

Revenue stream punya berbagai fungsi krusial bagi bisnis. Tanpa struktur revenue stream rapi, perusahaan akan mengalami ketidakseimbangan yang berdampak pada profitabilitas. Selengkapnya tentang fungsi revenue stream adalah sebagai berikut.

  1. Menunjukkan Cara Bisnis Mendapat Uang
    Fungsi pertama revenue stream adalah untuk menunjukkan cara bisnis mendapat uang dan profit guna mendanai proses bisnisnya. Saat dicantumkan di dalam proposal, profil revenue stream tampak pada daftar produk/lini bisnis. Meski demikian, jika ingin lebih jelas profil revenue stream-nya, biasanya perusahaan akan membuat Business Model Canvas (BMC).

    Di dalam BMC, stakeholder (termasuk investor) dapat membaca daftar revenue stream berikut nominal yang dihasilkannya.

  2. Menjelaskan Area-Area Strategis Penghasil Uang
    Fungsi aliran pendapatan berikutnya adalah menjelaskan sumber-sumber terkuat penghasil profit bagi bisnis. Dengan mengetahui revenue stream terbaik, Anda akan bisa lebih fokus memperkuat sumber tersebut. Sebaliknya apabila ada revenue stream dengan performa kurang baik, Anda dan tim bisa memutuskan memperbaiki atau menghapusnya sekaligus.

  3. Memastikan Strategi Keuangan Bisnis Realistis
    Dalam konteks akuntansi, revenue stream adalah sesuatu yang tidak dapat dilaporkan secara eksplisit. Akuntan/divisi keuangan umumnya menulis revenue stream sebagai “kas”, “hibah”, “amnesti pajak”, dan sebagainya.

    Meski demikian, struktur revenue stream berperan penting dalam menentukan strategi keuangan. Sebagai contoh, apabila struktur revenue stream sebagian besar dikuasai kas penjualan, maka divisi keuangan bisa memutuskan mengalokasikan sebagian kas ke investasi, sehingga terbentuk satu revenue stream baru (yaitu saham).

  4. Membantu Pengusaha Melakukan Estimasi Omset dan Profit
    Fungsi selanjutnya revenue stream adalah membantu Anda sebagai pengusaha guna melakukan perkiraan omset dan profit. Jika perusahaan Anda memiliki BMC, Anda dapat melihat berapa nominal hasil revenue stream dibutuhkan untuk kegiatan operasional dan sisa profitnya.

  5. Memikat Perhatian Calon Investor
    Fungsi terakhir dan mungkin yang paling utama dari revenue stream adalah untuk menarik perhatian calon investor. Struktur revenue stream mencerminkan kecerdasan perusahaan dalam mengisi pundi-pundi uangnya. Umumnya semakin banyak revenue stream, maka akan meningkat pula jumlah investor tertarik mendanai bisnis Anda.


Baca Juga:


Jenis Jenis Revenue Stream

Setelah membahas apa itu revenue stream dan fungsinya, kali ini kita akan membahas jenis jenis revenue stream berdasarkan intensitas menghasilkan revenue. Sejauh ini ada dua jenis revenue stream paling umum, yaitu transaction revenue dan recurring revenue.

  1. Transaction Revenue
    Transaction revenue stream adalah aliran pendapatan yang dihasilkan dari transaksi jual/beli sekali bayar. Jenis revenue stream satu ini hanya bisa dicatat sekali, yaitu tiap terjadi transaksi antar konsumen dan perusahaan. Contoh revenue stream berbentuk transaksi misalnya pembelian produk, penggunaan jasa, dana hibah, bantuan pendanaan 1 putaran (grant), dan sebagainya.

  2. Recurring Revenue
    Sementara itu, recurring revenue stream adalah aliran pendapatan rutin yang diterima lebih dari sekali. Kebalikan dari transaction revenue, jenis revenue stream ini dapat dicatat secara konsisten dalam beberapa periode tertentu, karena sifatnya memang berulang. Contoh revenue stream berulang misalnya return investasi, langganan produk, suntikan dana rutin, dan semacamnya.


Contoh Revenue Stream Paling Umum di Dunia Bisnis

Agar lebih memahami apa itu revenue stream, di bawah ini ada beberapa contoh revenue stream paling umum dipakai perusahaan. Selengkapnya tentang contoh revenue stream adalah sebagai berikut.

  1. Penjualan Produk
    Penjualan produk adalah contoh revenue stream paling mainstream di banyak perusahaan, terutama perusahaan manufaktur. Revenue stream satu ini tergolong sebagai transaction revenue, karena perhitungannya per pcs penjualan. Sebagai contoh, bulan ini Anda telah menjual 250 pcs produk seharga Rp100 ribu/produk. Dengan demikian, revenue stream tersebut menghasilkan Rp100 ribu X 250, yaitu Rp25 juta.

  2. Cabang Bisnis Baru
    Contoh revenue stream berikutnya adalah cabang bisnis baru sebuah perusahaan. Cabang bisnis merupakan salah satu bentuk recurring revenue, karena umumnya anak cabang akan mengirimkan sebagian profitnya kepada perusahaan induk.

  3. Dana Hibah
    Contoh ketiga revenue stream adalah dana hibah, baik yang cair sekali atau berulang kali. Tidak seperti investasi, dana hibah tidak mensyaratkan penerimanya memberikan imbal jasa pada pemberi hibah, sehingga dapat dikategorikan sebagai revenue stream.

  4. Biaya Pelayanan
    Perusahaan jasa seperti asuransi biasanya menetapkan premi sebagai biaya pelayanan atas jaminannya atas risiko nasabah. Oleh karena itu, premi dapat dikategorikan sebagai salah satu revenue stream. Contoh revenue stream lain dari segi pelayanan misalnya biaya administrasi bank, bunga kredit, dan semacamnya.

  5. Lisensi
    Contoh terakhir revenue stream adalah lisensi, baik berbentuk hak cipta, paten, atau franchise. Lisensi termasuk jenis recurring revenue, karena Anda tidak perlu berulangkali memproduksi brand/produk/aset untuk konsumen. Cukup sekali membuat produk, maka produk tersebut dapat Anda manfaatkan berkali-kali guna menghasilkan profit.


Demikian pembahasan tentang pengertian revenue stream, fungsi, jenis, dan contoh revenue stream saat diterapkan ke bisnis! Revenue stream adalah salah satu faktor penting yang dapat menentukan profitabilitas dan ketertarikan investor pada bisnis, sehingga pastikan kondisi revenue stream perusahaan Anda baik ya!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP

Download ONe Mobile