Risiko Usaha: Pengertian, Jenis, dan Cara Identifikasinya

12 Jul 2021 Ditulis oleh: Rdaksi OCBC NISP

Ingin jadi pengusaha sukses? Pelajari risiko usaha dan cara identifikasinya yuk!

Risiko usaha adalah sesuatu yang tak terhindarkan saat kita mendirikan bisnis. Meski tak dapat dihindari, risiko bisnis bisa dilacak dan direncanakan cara penyelesaiannya. Oleh karena itu, dalam bahasan kali ini, OCBC NISP akan mengajak sobat sekalian belajar tentang klasifikasi risiko usaha serta cara mengidentifikasi risiko usaha dalam sebuah bisnis.


Pengertian Risiko Usaha

Risiko usaha adalah hasil kegiatan usaha yang menunjukkan kerugian dan beberapa masalah pada jangka waktu tertentu. Banyak faktor yang menimbulkan terjadinya risiko bisnis, mulai dari karena kondisi internal sampai eksternalitas (seperti bencana, guncangan ekonomi, dan semacamnya).

Jika tidak dideteksi sedini mungkin, risiko usaha bisa menimbulkan kerugian lebih besar. Oleh karena itu, perusahaan wajib memiliki kemampuan mitigasi, mengelola, dan memindahkan risiko.


Faktor Penyebab Timbulnya Risiko Usaha

Pihak internal dan eksternal merupakan faktor penyebab timbulnya risiko bisnis. Pihak internal berarti berasal dari perusahaan itu sendiri, sementara pihak eksternal adalah hal-hal di luar kendali perusahaan. Apa saja faktor penyebabnya? Temukan jawabannya di bawah ini.

  1. Masalah Ekonomi
    Adanya masalah ekonomi dalam suatu negara merupakan faktor penyebab timbulnya risiko bisnis dari pihak eksternal. Aktivitas usaha tidak lepas kaitannya dengan kegiatan ekonomi suatu negara. Bila ekonomi suatu negara sedang bermasalah, maka hal ini bisa berdampak pada bisnis-bisnis lain.

  2. Bencana Alam
    Penyebab ini juga berasal dari pihak eksternal dimana perusahaan tidak bisa mengontrol. Contoh risiko usaha seperti bencana pandemi membuat beberapa usaha terkena dampak buruk, adanya gunung meletus yang menghanguskan perusahaan, dan sebagainya.

  3. Perilaku Manusia
    Terakhir, faktor penyebab timbulnya risiko usaha adalah perilaku manusia. Hal ini timbul dari faktor internal perusahaan atas pengambilan keputusan atau kebijakan yang tidak tepat. Contoh risiko dari perilaku manusia seperti kepercayaan konsumen hilang, piutang menumpuk, dan sebagainya.


Macam-Macam Risiko Usaha

Dalam praktiknya, Anda sebagai pengusaha akan menemukan berbagai macam risiko bisnis. Cari tahu selengkapnya di bawah ini.

  1. Risiko Pemasaran
    Jenis yang pertama yakni risiko pemasaran. Risiko pemasaran adalah risiko yang terjadi karena tindakan kurang tepat dalam menerapkan strategi pemasaran sehingga gagal dan masyarakat tidak bisa menerima produk secara baik.

  2. Risiko Operasional
    Selanjutnya adalah risiko operasional. Risiko operasional timbul sebagai akibat kesalahan dan penyimpangan prosedur teknis perusahaan sehingga produk yang dihasilkan tidak sesuai standar. Hal ini terjadi karena faktor SDM, kunonya teknologi, dan sebagainya.

  3. Risiko Keuangan
    Risiko berikutnya yang tak kalah penting yakni risiko keuangan. Hal ini merupakan macam risiko yang sering dihadapi para pelaku usaha. Kegagalan bisnis atau penyalahgunaan kas perusahaan menyebabkan potensi kerugian.

  4. Risiko Sumber Daya Manusia
    Risiko sumber daya manusia juga dialami banyak pemilik usaha. Jenis risiko dari perilaku dan tingkah laku sumber daya manusia dalam menjalankan bisnis ini. Misalnya, tenaga kerja malas, tidak jujur, tidak disiplin, dan sejenisnya.

  5. Risiko Pasar
    Terakhir, risiko pasar dikendalikan oleh pelanggan atau konsumen dari perusahaan. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan dan perkembangan gaya hidup target pasar, munculnya kompetitor lain, dan sebagainya.


Klasifikasi Risiko Usaha

Terdapat beberapa klasifikasi risiko bisnis yang harus diketahui sebagai pengusaha. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

  1. Berdasarkan Sifatnya
    Pertama, klasifikasi risiko usaha adalah berdasarkan sifatnya yang terbagi menjadi lima poin penting, antara lain:

    • Risiko Murni
      Klasifikasi risiko bisnis berdasarkan sifatnya pertama adalah risiko murni dimana tingkat kepastian adanya kerugian dinilai besar. Contoh risiko murni misalnya seperti bencana alam, pandemi, dan sejenisnya.

    • Risiko Spekulatif
      Risiko ini disebabkan karena keputusan dan tindakan yang tidak dipertimbangkan secara matang sehingga mencelakai perusahaan. Misalnya seperti hutang.

    • Risiko Fundamental
      Risiko fundamental merupakan klasifikasi risiko bisnis yang ditanggung sendiri oleh pihak internal perusahaan dan tidak bisa dilimpahkan kepada pihak lain.

    • Risiko Khusus
      Risiko khusus adalah risiko yang berasal dari peristiwa di luar kendali dan bisa dimaklumi, contohnya seperti kapal tenggelam, kebakaran, dan sebagainya.

    • Risiko Dinamis
      Terakhir, klasifikasi risiko usaha adalah risiko dinamis yang timbul akibat perkembangan dan kemajuan teknologi.

  2. Berdasarkan Perpindahannya
    Kedua, klasifikasi risiko usaha adalah berdasarkan perpindahan, yaitu meliputi:

    • Risiko Dapat Dipindahkan
      Risiko dapat dipindahkan merupakan klasifikasi risiko yang beban kerugiannya bisa dipindahkan atau dialihkan pada pihak lain sehingga akibat yang timbul bisa teratasi. Misalnya asuransi.

    • Risiko Tidak Dapat Dipindahkan
      Klasifikasi risiko jenis ini tidak bisa dipindahkan beban kerugian kepada pihak lain, sehingga perusahaan harus bersedia menanggungnya.

  3. berdasarkan Sumbernya
    Ketiga, klasifikasi risiko usaha adalah berdasarkan sumbernya yang terdiri dari risiko internal dan eksternal, berikut ini penjelasannya.

    • Risiko Internal
      Risiko internal merupakan risiko yang timbul sebagai akibat dari dalam perusahaan, seperti karyawan, kerusakan operasional, kebocoran data, dan sebagainya.

    • Risiko Eksternal
      Risiko eksternal adalah risiko yang disebabkan karena tindakan pihak lain yang ada di luar kendali perusahaan, misalnya pencurian, bencana alam, regulasi pemerintah, dan sebagainya.


Cara Mengidentifikasi Risiko Usaha Sejak Dini

Agar mampu menangani risiko yang mungkin terjadi dalam perusahaan, sebaiknya Anda mulai mengetahui cara mengidentifikasi risiko usaha sejak dini, berikut ulasannya.

  1. Melatih Kemampuan Helicopter View
    Pertama, cara mengidentifikasi risiko bisnis adalah melatih kemampuan helicopter view. Kemampun ini mengajarkan Anda untuk melihat dari banyak sisi bisnis. Jadi tidak hanya berfokus dan perhatian pada satu bagian saja, tetapi juga memperhatikan perbaikan bidang lainnya dalam perusahaan.

  2. Menyusun Perencanaan Bisnis dengan Matang
    Menyusun rencana bisnis secara matang merupakan cara selanjutnya yang harus dipersiapkan. Sebelum menjalankan bisnis, sebaiknya Anda membuat rencana tindakan beserta risikonya. Sehingga Anda bisa melihat kegiatan mana yang memiliki risiko tingkat tinggi dan harus diatasi segera.

  3. Analisa Tingkat Product Maturity
    Berikutnya, cara mengidentifikasi risiko usaha adalah menganalisa tingkat kematangan produk. Sebelum produk mengalami penurunan penjualan akibat kejenuhan konsumen, perusahaan harus bersiap-siap membuat diversifikasi produk baru. Sehingga saat penjualan satu produk turun, sudah ada produk lain yang menggantikannya.

  4. Melakukan Analisa SWOT
    Melakukan analisa SWOT adalah cara mengidentifikasi risiko bisnis selanjutnya. Penting sekali untuk mengetahui Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) suatu perusahaan. Dengan demikian, Anda bisa memberikan treatments terbaik untuk menghindari potensi risiko.`

  5. Merencanakan Strategi Mitigasi Risiko
    Cara berikutnya yakni merencanakan strategi mitigasi risiko. Mitigasi risiko adalah aktivitas terencana dan berkelanjutan dalam mengurangi pengaruh akan suatu hal yang memungkinkan adanya bahaya risiko. Sehingga Anda bisa mengatasi risiko secara perlahan.

  6. Mendokumentasikan Proses dengan Baik
    Mendokumentasikan proses dengan baik merupakan cara penting guna menghindari risiko seperti kesalahan prosedur dan kegagalan proses produksi. Seluruh rencana dari strategi dan tindakan yang pernah diterapkan dalam bisnis dicatat dalam laporan perusahaan secara teratur. Hal ini membantu Anda untuk menganalisis dan mengidentifikasi tindakan mana yang berhasil dan meminimalisir risiko.

  7. Mengevaluasi Kinerja Secara Berkelanjutan
    Terakhir, cara mengidentifikasi risiko usaha adalah mengevaluasi kinerja secara berkelanjutan. Dari seluruh tindakan dan rencana yang dijalankan, Anda harus melakukan evaluasi atas hasil tersebut. Dengan demikian, Anda bisa menghindari potensi terulangnya risiko sebelumnya dan mencegah terjadinya risiko lebih besar di masa depan.


Itulah pembahasan tentang macam, klasifikasi, dan cara mengidentifikasi risiko usaha untuk sobat OCBC NISP sekalian. Kemampuan mitigasi risiko sangat penting bagi pengusaha karena akan mempengaruhi kemajuan perusahaan di masa depan. Oleh karena itu, jangan lelah mempelajari cara manajemen risiko ya!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman
Nyala Bisnis

Nyala Bisnis

Layanan saldo gabungan untuk mengatur keuangan pribadi dan bisnis secara terpadu
Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja

Solusi pinjaman untuk memenuhi berbagai kebutuhan pribadi
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile