7 Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal & Contoh Instrumennya

27 Jul 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Hubungan pasar uang dan pasar modal sangat erat, tapi keduanya berbeda jauh lho!

Di dunia investasi, pasar instrumen terbagi menjadi dua, yaitu pasar modal dan pasar uang. Meski terbilang mirip, keduanya berbeda dari berbagai segi, mulai dari mekanisme, lembaga pengawas, sampai instrumennya! Di bawah ini, OCBC NISP akan membahas perbedaan pasar uang dan pasar modal secara lengkap.


Pengertian Pasar Modal dan Pasar Uang

Pasar uang dan pasar modal adalah dua sarana investasi paling utama yang dapat dipilih investor. Di dunia investasi, pasar uang didefinisikan sebagai tempat terjadinya transaksi antara investor dan perusahaan penerima modal (emiten), dengan uang sebagai obyek transaksinya.

Dalam pasar uang, investor memberikan sejumlah uang pada emiten. Sebagai pertukaran, emiten juga berjanji akan mengembalikan uang tersebut plus bunganya dalam periode waktu tertentu.

Sementara itu, pasar modal adalah tempat terjadinya pertukaran modal, di mana investor memberikan sejumlah uang kepada perusahaan emiten untuk diolah dalam aktivitas operasionalnya. Sebagai gantinya, investor akan mendapatkan persentase saham perusahaan.

Sementara itu, pasar modal adalah tempat terjadinya pertukaran modal, di mana investor memberikan sejumlah uang kepada perusahaan emiten untuk diolah dalam aktivitas operasionalnya. Sebagai gantinya, investor akan mendapatkan persentase saham perusahaan.


7 perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal dari Berbagai Segi

Setelah membahas pengertian serta hubungan pasar uang dan pasar modal, kali ini kita akan membahas perbedaan pasar uang dan pasar modal dari berbagai segi, di antaranya:

  1. Dari Segi Instrumen
    Bisa dibilang, perbedaan pasar uang dan pasar modal yang paling terlihat adalah dari segi instrumen atau produk investasinya. Karena obyek pertukarannya berbeda, maka instrumen investasi pasar modal dan pasar uang juga berbeda jauh. Instrumen pasar uang umumnya meliputi surat-surat utang, investasi real estate, dan deposito berjangka. Sedangkan instrumen pasar modal jauh lebih luas, mulai dari saham sampai reksadana.

  2. Dari Segi Jangka Waktu
    Perbedaan pasar uang dan pasar modal berikutnya adalah dari segi jangka waktu investasi. Durasi investasi di pasar uang biasanya lebih pendek, maksimal beberapa bulan sampai 1 tahun (dalam kasus tertentu, bisa sampai 2 tahun. Misalnya Saving Bond Ritel-nya pemerintah).

    Sementara itu, jangka waktu investasi pasar modal biasanya lebih fleksibel, mulai dari beberapa bulan sampai puluhan tahun, sesuai keinginan investor atau umur perusahaan emiten.

  3. Dari Segi Tujuan Investasi
    Faktanya, investor pasar modal biasanya punya motif investasi yang lebih beragam, mulai dari jadi pemilik saham, mendapat dividen rutin, atau memperoleh profit dari proses jual beli saham. Pendeknya, tujuan para investor pasar modal biasanya memperbesar kekayaan dengan terus menerus (generating wealth).

    Sebaliknya, para investor pasar uang cenderung mengambil posisi “aman”. Mereka membeli instrumen pasar uang untuk menjaga kekayaan (maintaining wealth), dengan return yang sudah disepakati di awal.

  4. Dari Segi Mekanisme Pasar
    Perbedaan pasar uang dan pasar modal keempat adalah dari segi cara kerja pasarnya. Faktanya, mekanisme pasar modal jauh lebih kompleks daripada pasar uang. Sebelum menerima bantuan pendanaan, pihak perusahaan emiten biasanya harus menghubungi lembaga penjamin efek (underwriter) terlebih dulu. Setelah itu, proses penawaran saham biasanya harus melalui uji kelayakan sebelum bisa dilepaskan di pasar modal.

    Sementara itu, mekanisme pasar uang jauh lebih mudah, karena tidak perlu melalui banyak tahap. Selama investor sepakat dengan penawaran emiten sertifikat, maka transaksi langsung bisa dilakukan.

  5. Dari Segi Likuiditas
    Dari segi likuiditas, investasi pasar uang lebih mudah cair daripada di pasar modal. Biasanya setelah berinvestasi di pasar modal, seorang investor akan mendapat lembaran saham atau “lot” sebagai bukti kepemilikannya atas perusahaan tertentu.

    Jika sudah membeli lot saham, investor tidak dapat mengajukan refund ke pihak perusahaan. Satu-satunya cara mendapatkan refund uang untuk lot saham adalah dengan menjualnya ke investor lain.

    Beda halnya dengan likuiditas pasar uang. Saat membeli obligasi atau sertifikat berharga dari pihak emiten, investor memiliki hak tagih (redemption) pada emiten tempatnya berinvestasi. Jika sudah melewati batas waktu tertentu, investor pasar uang bisa meminta kembali dana investasinya pada emiten dengan tambahan bunga tertentu.

  6. Dari Segi Otoritas Tertinggi
    Perbedaan pasar uang dan pasar modal berikutnya adalah dari segi otoritas tertingginya. Meski sama-sama dinaungi BEI dan diawasi OJK, pasar modal dan pasar uang memiliki otoritas pengambil keputusan berbeda. Otoritas tertinggi pasar uang adalah Bank Indonesia (BI), sedangkan otoritas tertinggi pasar modal adalah Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI).

  7. Dari Segi Risiko
    Perbedaan pasar uang dan pasar modal yang terakhir adalah dari segi risiko. Karena profitabilitasnya yang lebih pasti, pasar uang memiliki tingkat risiko lebih rendah. Oleh sebab itu, pasar uang adalah jenis investasi paling sesuai bagi investor dengan profil risk averse. Sebaliknya, pasar modal punya risiko tinggi, karena profitabilitasnya sangat mudah berubah-ubah mengikuti gejolak ekonomi pasar.


Lebih Baik Mana, Investasi di Pasar Uang atau Pasar Modal?

Dari sini, sobat OCBC NISP sudah tahu sebesar apa perbedaan pasar uang dan pasar modal. Tapi, sebenarnya hubungan pasar uang dan pasar modal di Indonesia sangatlah erat, karena keduanya sering dikolaborasikan saat pemerintah menggaungkan budaya investasi ke masyarakat.

Oleh sebab itu, kalau ditanya mana yang lebih baik antara pasar uang atau pasar modal, jawabannya cukup sulit karena keduanya punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. Pasar uang baik untuk orang-orang penyuka stabilitas dan kepastian, sedangkan pasar modal bagus bagi penyuka tantangan dan risiko.


Itulah pembahasan dari OCBC NISP tentang perbedaan pasar uang dan pasar modal dari berbagai segi. Dari sini dapat kita simpulkan kalau baik pasar uang maupun pasar modal punya plus minusnya masing-masing. Jadi, sobat OCBC NISP sudah menentukan ingin investasi di pasar mana?


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 20 Sep 2021

Perjanjian Pra Nikah: Proses, Fungsi, Isi dan Cara Membuat

Baca

Edukasi, Nyala - 20 Sep 2021

Cek! Ini Dia Daftar Biaya Rontgen Lengkap dan terbaru

See All