5 Jenis Opini Audit Laporan Keuangan, Pengertian, & Contoh

10 Agt 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Opini audit adalah dokumen penting dari auditor untuk bisnis, apa alasannya?

Setiap perusahaan idealnya memiliki laporan keuangan dalam mengatur dan mengelola kas perusahaan. Namun laporan keuangan tidak serta merta mudah dibaca oleh setiap orang. Agar audit keuangan mampu diinterpretasi oleh banyak kalangan dan digunakan dengan ringkas untuk berbagai kebutuhan, maka opini audit adalah dokumen yang bisa digunakan.

 

Selain memudahkan pembacaan laporan keuangan, opini audit adalah salah satu persyaratan bisnis mendapat perizinan, bantuan usaha, piutang, dan bahkan pendaftaran go public. Ingin tahu lebih jauh tentang pengertian opini audit, kriteria, dan jenis-jenisnya? Simak pembahasannya dari OCBC NISP di bawah ini.

Pengertian Opini Audit

Opini audit adalah hasil terjemahan laporan keuangan agar bisa dipahami banyak orang secara ringkas tanpa membacanya secara langsung. Pengertian opini audit menurut ISA yaitu kesimpulan yang ditarik atas hasil laporan keuangan dengan rangkaian bukti pendukung dan evaluasi.

 

Sedangkan pengertian opini audit menurut SPAP (Standar Profesional Akuntan Publik) yakni opini dikeluarkan oleh seorang auditor setelah melakukan pemeriksaan laporan keuangan berstandar akuntansi.

 

Berdasarkan berbagai pengertian opini audit di atas, disimpulkan bahwa opini audit adalah hasil interpretasi auditor atas penilaian laporan keuangan suatu perusahaan dengan standar ilmu akuntansi. Hasil interpretasi tersebut selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pengajuan izin usaha sampai penawaran saham.

Jenis Opini Audit dan Contohnya

Berdasarkan Standar Profesional Akuntan Publik, ada 5 jenis opini audit paling umum dikeluarkan seorang auditor. Selengkapnya terkait jenis opini audit dan contohnya dapat disimak di bawah ini.

1. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)

Poin pertama jenis opini audit adalah wajar tanpa pengecualian atau unqualified opinion, yaitu opini yang dikeluarkan karena laporan keuangan perusahaan telah tersusun dengan rapi dan berdasarkan standar akuntansi berlaku, tidak peduli bagaimana laba/ruginya perusahaan dalam laporan tersebut.

 

Adapun kriteria opini audit adalah saat terdapat kelengkapan bukti audit; laporan keuangan terstruktur rapi dan utuh; tiga standar umum telah terpenuhi; penerapan prinsip akuntansi dalam menyusun laporan keuangan; dan opini audit going concern.

 

Contoh opini audit wajar tanpa pengecualian adalah going concern. Opini audit going concern adalah asumsi auditor atas laporan keuangan menunjukkan bahwa terdapat ketidakpastian dan ketidakmampuan perusahaan mempertahankan keberlangsungan aktivitas di masa depan.  

 

Contoh opini audit going concern adalah saat terjadi penurunan kinerja keuangan dalam kurun waktu lama, uang tunai negatif dari operasi, kerugian rasio keuangan, gagal bayar kredit, dan kasus pengadilan.

2. Opini Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)

Auditor diperbolehkan menyimpulkan hasil laporan keuangan secara wajar beserta pengecualian tertentu. Sehingga jenis opini audit adalah opini wajar dengan pengecualian atau qualified opinion.

 

Kondisi demikian dimaklumi dengan kriteria opini audit adalah ditemukannya bukti atas simpulan kesalahan penyajian dan laporan keuangan tidak pervasif. Bila auditor tidak mempunyai bukti memadai, auditor dapat mengeluarkan opini wajar dengan pengecualian melalui simpulan terhadap hasil pengaruh kesalahan penyajian yang tidak ditemukan.

 

Dalam kasus tersebut, contoh opini audit adalah ketika di dalamnya terdapat kata “wajar” dan “kecuali”, seperti kalimat berikut.

 

Menurut opini kami, kecuali perubahan metode penilaian kesediaan yang diuraikan dalam paragraf sebelumnya, laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam seluruh hal yang material dan posisi keuangan perusahaan.

3. Opini Wajar Tanpa Pengecualian Tambahan Paragraf Penjelasan (Modified Unqualified Opinion)

Sementara itu, jenis berikutnya opini audit adalah wajar tanpa pengecualian dengan tambahan paragraf penjelasan. Jenis opini audit satu ini menyatakan bahwa laporan keuangan tersusun sesuai standar dan tidak mengandung kejanggalan. Akan tetapi, auditor memberi catatan khusus berkaitan masa pengeluaran laporan keuangan tersebut, misalnya saat bencana alam, terjadi korupsi internal, perusahaan dalam proses pailit, dan sebagainya.

4. Opini Tidak Wajar (Adverse Opinion)

Opini audit tidak wajar adalah jenis opini audit dengan interpretasi bahwa hasil pemeriksaan mengandung kesalahan penyajian dengan bukti cukup dan tepat. Kesalah tersebut berpengaruh dalam hal lainnya. Akibatnya, opini tersebut dikatakan tidak wajar.

 

Contoh opini audit tidak wajar yaitu terdapat kesalahan penyajian nilai aktiva tetap perusahaan dalam neraca keuangan karena dihitung berdasarkan penilaian kembali nilai aktiva. Seharusnya nilai aktiva tetap diukur dari harga pembelian. Sehingga penyusutan aktiva tetap dihitung dengan nilai tersebut.

5. Opini Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer Of Opinion)

Jenis terakhir dari opini audit adalah saat auditor tidak mendapatkan bukti memadai dan cukup dalam memberikan opini audit sehingga auditor tidak menemukan kesalahan dalam laporan keuangan. Dalam kasus ini, contoh opini audit adalah pemberian penjelasan pada hasil interpretasi bahwa terdapat pembatasan ruang lingkup audit yang dilakukan oleh auditor.

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Opini Audit

Opini audit tidak serta diterbitkan oleh auditor dalam sekali baca. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhinya. Adapun faktor faktor yang mempengaruhi opini audit adalah di bawah ini.

1. Likuiditas

Pertama, faktor yang mempengaruhi opini audit adalah likuiditas, yaitu kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh kewajibannya. Dalam laporan keuangan akan tercantum total kewajiban perusahaan seperti hutang, kemudian pengeluaran dana untuk melunasinya.

2. Leverage

Leverage merupakan jumlah utang produktif suatu perusahaan. Dalam laporan keuangan, utang produktif dicatat dan dibandingkan dengan manfaat yang didapat perusahaan atas keputusan berhutang produktif tersebut. Melalui data utang produktif, auditor akan memutuskan apakah pinjaman tersebut mampu membawa perusahaan semakin menguntungkan atau justru sebaliknya.

3. Profitabilitas

Keuntungan adalah faktor yang mempengaruhi opini audit paling penting. Suatu perusahaan beroperasi untuk meraih laba semaksimal mungkin. Profitabilitas menjadi indikator penting bagi auditor untuk memberikan simpulan akan keberhasilan perusahaan.

4. Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan berpengaruh dalam penyusunan opini audit. Semakin besar kapasitas perusahaan maka pengeluaran perusahaan juga tinggi. Sehingga pemasukan dan laba juga harus meningkat.

5. Jenis Audit

Terakhir, faktor mempengaruhi opini audit adalah hasil jenis audit seperti audit lag dan auditor client tenure. Audit report lag merupakan total waktu antara tanggal penutupan buku tahunan (tanggal neraca) hingga tanggal laporan audit. Sedangkan auditor client tenure yaitu jangka waktu kerja sama perusahaan dengan klien.

Tahapan Opini Audit

.Auditor menerbitkan opini audit dengan beberapa tahapan. Di bawah ini tahapan opini audit adalah antara lain:

1. Merencanakan Pendekatan Sebuah Audit

Tahapan pertama dari opini audit adalah auditor merencanakan pendekatan sebuah audit. Dalam prinsip akuntansi, terdapat banyak teori pendekatan audit keuangan. Auditor akan memilih salah satunya berdasarkan kondisi keuangan perusahaan.

2. Menguji Sistem Kontrol dan Proses Transaksi

Sebelum jatuh pada sebuah kesimpulan, auditor akan melakukan pengujian hipotesis dengan sistem kontrol dan proses transaksi. Hal ini dilakukan untuk melihat kevalidan sebuah prediksi hasil.

3. Menerapkan Prosedur Analitik Pada Saldo Laporan Keuangan

Setelah proses pengujian berhasil, selanjutnya masuk pada tahap penerapannya. Auditor akan menerapkan prosedur analitik pada saldo laporan keuangan. Tujuan tersebut untuk melakukan evaluasi keuangan dengan menghubungkan data keuangan satu dengan lainnya.

4. Finalisasi dan Penerbitan Laporan Audit

Tahapan terakhir opini audit adalah finalisasi. Ketika seluruh data telah dianalisis dengan kumpulan bukti-bukti, maka auditor akan melakukan finalisasi seperti penyusunan laporan, pengecekan kembali, dan meneliti ulang. Apabila telah final, maka auditor berhak menerbitkan laporan audit.

 

Nah itulah penjelasan lengkap terkait pengertian opini audit, jenis jenis, kriteria, dan contohnya. Opini audit adalah aspek penting sebagai pertimbangan perusahaan mengambil langkah strategis ke depannya. Apakah laporan keuangan bisnis Anda sudah dapat opini audit tahun ini? Kalau belum, segera urus prosesnya ya!

Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca
Holiday season! Tips persiapan dana liburan

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 24 Nov 2022

Holiday season! Tips persiapan dana liburan

Baca
Travel Goal dengan Life Goals

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 24 Nov 2022

Travel Goal dengan Life Goals

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile