Pengertian Biaya Produksi, Jenis, & Cara Menghitungnya

12 Agt 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Biaya produksi adalah salah satu aspek terpenting laporan keuangan.

Biaya produksi adalah komponen penting dalam penyusunan harga jual di pasaran. Agar terhindar dari kerugian, Anda sebagai pengusaha harus menghitung secara terperinci biaya produksi, mulai dari bahan baku hingga biaya tak terduga lainnya.

Selain itu, biaya produksi diperlukan guna membantu perusahaan melakukan analisa dan evaluasi laba rugi, supaya laporan keuangan perusahaan lebih terstruktur. Ingin tahu lebih banyak tentang apa itu biaya produksi? Di bawah ini OCBC NISP telah merangkum berbagai komponen, unsur-unsur, hingga cara menghitung biaya produksi.


Apa Itu Biaya Produksi?

Dalam operasional bisnis, pengertian biaya produksi adalah sejumlah dana yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam rangka melakukan pengolahan dan produksi bahan baku demi terciptanya suatu produk.

Biaya produksi diperlukan untuk mengetahui harga jual suatu produk. Setelah seluruh biaya produksi dihitung, perusahaan bisa membaginya dengan total output yang dihasilkan dari biaya tersebut dan menetapkan harga lengkap dengan margin labanya.


Jenis Jenis Biaya Produksi

Secara garis besar, biaya produksi perusahaan ada dua jenis, yaitu biaya produksi eksplisit dan implisit. Selengkapnya tentang penjelasan dua jenis biaya produksi tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Biaya Eksplisit (Langsung)
    Biaya eksplisit atau langsung merupakan jenis biaya produksi yang dialokasikan perusahaan dalam membeli sejumlah kebutuhan dengan pembayaran tunai. Dalam hal ini, contoh biaya produksi adalah pembelian bangunan, tanah, mesin, gaji karyawan, dan bahan baku.

    Jenis biaya produksi eksplisit akan dicatat secara langsung dalam laporan keuangan. Besaran biaya langsung seringkali berbeda setiap waktunya. Mengingat harga bahan baku atau kebutuhan lainnya mengalami naik turun.

  2. Biaya Implisit (Tersembunyi)
    Terakhir, jenis biaya produksi adalah biaya implisit (tersembunyi). Biaya implisit merupakan pengeluaran perusahaan dalam memberikan fasilitas produksi tanpa mempengaruhi proses manufaktur secara langsung. Namun hasilnya dirasakan dalam jangka panjang. Biasanya biaya tidak langsung ini dimasukkan dalam biaya overhead. Contoh biaya produksi eksplisit yaitu perawatan mesin, pelatihan SDM, biaya sewa, dan sebagainya.


Komponen Biaya Produksi

Komponen biaya produksi terdiri dari biaya tetap, variabel, rata-rata, marginal, dan total. Berikut penjelasan masing-masing komponen biaya produksi.

  1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
    Biaya tetap adalah komponen biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan besaran tetap dan tidak akan berubah walaupun kapasitas produksi meningkat atau menurun. Keuntungannya, perusahaan dapat membuat anggaran dana secara pasti. Contoh biaya produksi tetap yaitu sewa pabrik, gaji SDM bulanan, modal mendirikan bangunan.

  2. Biaya Variabel (Variable Cost)
    Terdapat beberapa pengeluaran yang tidak bisa dipastikan besaran nominalnya karena akan mengalami perubahan. Dalam hal ini, komponen biaya produksi adalah biaya variabel.

    Besaran biaya variabel tergantung jumlah output. Saat tingkat produksi semakin tinggi, maka biaya variabel juga ikut meningkat. Sebaliknya, jumlah produksi rendah, maka biaya variabel akan menurun. Tetapi, biaya variabel hanya dibutuhkan ketika proses produksi sedang berlangsung. Contoh biaya variabel yaitu bahan baku.

  3. Biaya Rata-Rata (Average Cost)
    Biaya rata-rata adalah hasil pembagian total pengeluaran dan besaran hasil produksi besaran sehingga didapatkan harga per satuan produk. Dengan biaya tersebut, perusahaan dapat mengukur persentase laba.

  4. Biaya Marginal
    Selanjutnya, komponen biaya produksi adalah biaya marginal. Biaya marginal merupakan biaya pengeluaran modal perusahaan dilakukan secara fleksibel. Biasanya, biaya marginal dikategorikan sebagai biaya tambahan agar produksi meningkat. Perhitungannya akan ditambahkan bersama biaya variabel.

    Tujuan alokasi biaya marginal yaitu agar perusahaan mampu memaksimalkan aktivitas operasional sehingga mendapat keuntungan lebih tinggi. Dalam komponen ini, contoh biaya produksi adalah saat terjadi peningkatan kuantitas produksi sehingga diadakan biaya marginal.

  5. Biaya Total
    Biaya total merupakan komponen biaya produksi dari penjumlahan biaya variabel dan campuran. Perhitungan biaya total dilakukan setelah produksi selesai. Hasil akhir ini merupakan total dana yang dikeluarkan perusahaan selama proses produksi dan akan diolah sebagai pertimbangan penetapan harga jual.


Unsur Biaya Produksi

Proses produksi tidak hanya melibatkan pengolahan bahan baku saja. Terdapat unsur lain yang patut diperhitungkan dalam biaya produksi. Oleh sebab itu, beberapa unsur biaya produksi wajib ada, antara lain:

  1. Biaya Bahan Baku
    Bahan baku merupakan aspek terpenting dalam produksi suatu produk. Sehingga unsur biaya produksi adalah biaya bahan baku. Biaya pengeluaran ini digunakan dalam memenuhi kebutuhan bahan material/baku agar terciptanya suatu produk. Hasilnya, bahan baku ini terlihat secara fisik.

  2. Biaya Sumber Daya Manusia
    Dalam proses pengolahan bahan baku menjadi suatu produk memerlukan bantuan mesin dan tenaga manusia. Keterlibatan sumber daya manusia membuat perusahaan wajib memberikan upah sebagai ganti tenaga yang telah dikeluarkan. Sehingga, unsur biaya produksi adalah biaya sumber daya manusia. Biaya ini dikeluarkan oleh perusahaan dalam bentuk gaji bulanan atau dalam periode tertentu sesuai kesepakatan.

  3. Biaya Overhead Pabrik
    Terakhir, unsur biaya produksi adalah biaya overhead pabrik. Biaya overhead pabrik merupakan pengeluaran perusahaan terhadap kebutuhan manufaktur dan secara tidak langsung berkaitan dengan hasil produksi. Dapat dikatakan, biaya overhead pabrik yaitu besaran dana untuk keperluan penunjang proses produksi. Dari penjelasan tersebut, contoh biaya produksi adalah biaya listrik, perawatan mesin pabrik, dan sebagainya.


Teori Biaya Produksi

Sebelum menginjak pembahasan cara menghitung biaya produksi, sebaiknya Anda perlu mengetahui teori biaya produksi. Adapun penjelasan teori biaya produksi adalah sebagai berikut.

  1. Full Costing
    Teori biaya produksi pertama yakni full costing. Full costing adalah metode perhitungan biaya produksi dengan menjumlahkan seluruh unsur biaya produksi dalam perilaku tetap dan variabel. Jadi seluruh biaya bahan baku, sumber daya manusia, dan overhead akan dijumlah hingga menghasilkan biaya full costing.

  2. Variable Costing
    Ada pula cara perhitungan biaya produksi hanya melibatkan biaya variabel saja dengan unsur biaya produksi sama. Kondisi demikian masuk dalam teori biaya produksi adalah variable costing. Namun sangat jarang perusahaan menggunakan metode tersebut karena biaya tetap tidak akan muncul nantinya.


Cara Menghitung Biaya Produksi

Setelah mengetahui berbagai jenis biaya produksi, di bawah ini dijelaskan cara menghitung biaya produksi sehingga Anda bisa menetapkan harga jual suatu produk.

  1. Tentukan Penggunaan Teori Biaya Produksi
    Pertama, cara menghitung biaya produksi adalah menentukan penggunaan teori biaya produksi. Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan teori biaya produksi untuk digunakan dalam perhitungan akhir. Anda dapat menyesuaikan kondisi keuangan perusahaan dengan teori biaya produksi yang cocok.

  2. Susun dan Total Pembelian Bahan Baku
    Setelah menentukan metode yang tepat, silahkan buat list seluruh bahan baku terbeli beserta harga per satuannya. Kemudian, jumlahkan seluruh harga pembelian bahan baku. Adapun rumus biaya produksi adalah berikut ini:

    Sisa awal bahan baku + pembelian bahan baku – sisa akhir bahan baku = biaya bahan baku telah digunakan

  3. Rincikan dan Jumlahkan Biaya SDM
    Langkah selanjutnya yaitu membuat perhitungan rinci terkait jumlah sumber daya manusia yang dipekerjakan beserta posisi dan besaran upah masing-masing. Lalu, total seluruh gaji masing-masing tenaga kerja. Hasil akhir tersebut merupakan biaya sumber daya manusia dan digunakan dalam perhitungan harga produksi.

  4. Buat Perhitungan Biaya Overhead
    Berikutnya, perhitungan unsur biaya produksi adalah biaya overhead. Setiap periode produksi bisa saja alokasi dan besaran biaya ini berbeda-beda. Catat seluruh pengeluaran biaya overhead secara terperinci baik kuantitas dan harganya. Buat perhitungan biaya dari seluruh pengeluaran tersebut.

  5. Jumlahkan Seluruh Biaya Pengeluaran
    Semua besaran total masing-masing unsur biaya produksi telah diketahui. Selanjutnya, cara menghitung biaya produksi adalah melakukan penjumlahan seluruh biaya pengeluaran baik secara variabel atau tetap. Anda bisa menerapkan rumus biaya produksi di bawah ini dalam perhitungannya.

    Total Biaya Produksi = Total Biaya Bahan Baku + Total Biaya Sumber Daya Manusia + Total Biaya Overhead Produksi

  6. Tetapkan Harga Pokok Produksi Setiap Produk
    Terakhir, silahkan menetapkan harga pokok produksi setiap produk melalui cara membagi total biaya produksi akhir dengan total kuantitas produk. Selain cara tersebut, Anda juga bisa menggunakan rumus biaya produksi ini.

    Harga Pokok Produksi = (Jumlah biaya produksi + Sisa awal persediaan barang saat proses produksi – sisa akhir persediaan barang saat proses produksi) : kuantitas produk

Di atas merupakan penjelasan lengkap terkait pengertian biaya produksi, jenis, unsur, komponen, dan cara menghitung biaya produksi. Biaya produksi adalah hal yang wajib ada saat menyusun laporan keuangan dan penting dalam perhitungan harga jual suatu produk. Sudahkah Sobat OCBC NISP memasukkan biaya produksi dalam laporan keuangan?


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile