Apa Itu ROI? Ini Pengertian, Cara Hitung, & Beda dengan ROE

12 Agt 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Ingin tahu seberapa efektif instrumen investasi Anda? Lakukan perhitungan ROI!

Return on investment atau ROI adalah salah satu indikator penting bagi investor, baik investor pribadi ataupun perusahaan yang menginvestasikan dananya ke suatu lini bisnis. Dengan adanya perhitungan ROI, Anda bisa mengetahui seberapa efisien kinerja instrumen investasi, baik bentuknya saham, reksadana, atau cabang bisnis.

Bagi perusahaan multinasional dengan banyak lini bisnis, ROI menjadi salah satu indikator utama keberlangsungan hidup cabang perusahaan. Apabila suatu cabang memiliki ROI rendah atau bahkan minus, perusahaan induk bisa menonaktifkan lini tersebut seketika. Selengkapnya tentang pengertian return on investment dan cara menghitungnya bisa Anda simak di bawah ini.


Apa Itu ROI?

Menurut Forbes, pengertian return on investment adalah sebuah metrik untuk memahami tingkat profitabilitas investasi, dengan membandingkan jumlah investasi dan nominal keuntungannya. Sementara itu menurut Corporate Finance Institute, pengertian return on investment adalah rasio keuangan guna mengukur seberapa besar keuntungan investor berdasarkan biaya yang dikeluarkannya demi investasi tersebut.

Dari sini dapat kita simpulkan bahwa ROI adalah sebuah indikator penting guna mengukur keberhasilan investasi, baik bagi investor ritel atau perusahaan. Tingginya nilai ROI artinya keputusan investasi kita terhadap suatu instrumen berhasil mencapai profit maksimal. Sebaliknya, rendahnya tingkat ROI artinya strategi investasi kurang tepat, sehingga kita harus menyusun strategi baru demi tercapainya profit maksimum.


Faktor yang Mempengaruhi ROI

Setelah memahami apa itu ROI, kali ini kita akan membahas beberapa faktor paling berpengaruh dalam ROI perusahaan, di antaranya:

  1. Margin Profit
    Faktor pertama yang mempengaruhi ROI adalah margin profit perusahaan. Semakin tinggi tingkat profitabilitas perusahaan, idealnya ROI-nya juga makin besar. Meski demikian, margin profit tidak bisa serta merta menjadi patokan perhitungan ROI.

  2. Operating Assets
    Faktor kedua yang perlu dipertimbangkan dalam perhitungan ROI adalah operating assets, atau aset perusahaan untuk aktivitas menghasilkan profit, mulai dari bangunan, mesin, sampai kendaraan.

    Inilah faktor lain penyebab nilai ROI bisa tidak stabil, meski margin profitnya tinggi. Apabila perusahaan memutuskan berinvestasi di aset tetap saja, maka tiap tahunnya aset tetap tersebut akan mengalami depresiasi, sehingga akan mengurangi nilai investasi.


Keunggulan Perhitungan ROI

Setelah membahas apa itu ROI dan faktor-faktornya, kali ini kita akan mengupas keunggulan perhitungan ROI daripada jenis perhitungan return lainnya. Lebih detailnya tentang keunggulan return on investment adalah sebagai berikut:

  1. Menjadi Indikator Pengukur Efisiensi Investasi
    Keuntungan pertama ROI adalah dapat mengukur seberapa efisiennya keputusan investasi oleh perseorangan atau perusahaan. Dengan adanya ROI, investor bisa menilai seberapa efisien pengelolaan dana investasinya jika dibandingkan dengan profit yang didapat.

  2. Mengetahui Tingkat Profitabilitas Instrumen
    Keuntungan selanjutnya return on investment adalah investor dapat mengetahui dan mengawasi seberapa menguntungkannya suatu instrumen. Apabila sebuah instrumen memiliki persentase ROI rendah, investor bisa meminta pengelola dana investasi memperbaiki strateginya agar ROI naik.

  3. Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Investasi
    Bagi investor, keunggulan selanjutnya ROI adalah memberikan dasar untuk mengambil keputusan investasi di masa depan. Jika sebuah cabang perusahaan menghasilkan ROI rendah atau bahkan minus, perusahaan induk selaku investor bisa membuat keputusan-keputusan krusial, seperti merombak struktur manajemen atau menutup cabang tersebut seketika.

  4. Bahan Perbandingan ROI Perusahaan dengan ROI Industri
    Keunggulan terakhir return on investment adalah bisa menjadi bahan perbandingan ROI perusahaan dengan ROI keseluruhan dalam satu industri yang sama. Apabila ROI suatu bisnis lebih tinggi daripada ROI industri, maka bisnis tersebut berpotensi menjadi penguasa market share, sehingga menarik jadi lahan investasi.


Kelemahan Perhitungan ROI

Meski tampak punya banyak keunggulan (terutama bagi investor), kenyataannya ada banyak orang meragukan validitas perhitungan ROI. Selengkapnya tentang kelemahan metode perhitungan return on investment adalah sebagai berikut:

  1. Nominalnya Rentan Berubah-Ubah
    Kelemahan pertama ROI adalah nominalnya rawan berubah-ubah. Perhitungan ROI memang membantu menilai seberapa efisien kinerja instrumen investasi. Akan tetapi, perhitungan ROI tidak memasukkan faktor-faktor seperti depresiasi, ekspansi bisnis, dan sebagainya. Dalam satu tahun, bisa saja nominal ROI berubah berkali-kali karena perusahaan dituntut menyesuaikan strategi sesuai masalah yang ada.

  2. Bergantung Pada Fluktuasi Ekonomi
    Kekurangan berikutnya return on investment adalah ROI sangat ketergantungan pada fluktuasi ekonomi, seperti inflasi dan sentimen pasar. Saat inflasi terjadi, masyarakat berpotensi mengurangi pembeliannya pada sektor industri tertentu. Akhirnya penjualan dalam industri tersebut pun jeblok, sehingga mempengaruhi ROI perusahaan-perusahaan di dalamnya.

  3. Risiko Terjadi Perbandingan yang Tidak Apple-to-Apple
    Kelemahan ketiga ROI adalah risiko terjadinya komparasi tidak apple-to-apple, atau setara. Banyak perusahaan dengan persentase ROI besar ternyata memiliki rasio utang besar, sehingga struktur neracanya tidak sehat. Jika investor membandingkan perusahaan berdasarkan ROI bukannya rasio utang, maka investor akan terjebak melakukan investasi di perusahaan yang finansialnya kurang stabil.

  4. Mengancam Keberlangsungan Hidup Perusahaan Baru
    Kelemahan terakhir ROI adalah hanya mempertimbangkan biaya dan profit investasi, tanpa memedulikan usia dan potensi perusahaan dalam jangka panjang. Apabila investor atau perusahaan induk hanya menggunakan ROI sebagai dasar pengambilan keputusan, maka perusahaan-perusahaan yang baru masuk ke pasar berpotensi ditutup sebelum berkembang.


Rumus ROI dan Cara Menghitungnya

Setelah mengetahui apa itu ROI serta plus minus di belakangnya, sebagai seorang pelaku bisnis Anda tetap wajib memahami cara menghitung ROI. Keahlian ini Anda perlukan agar bisa mengambil keputusan investasi lebih baik serta melindungi bisnis dari tuduhan investor saat ROI perusahaan Anda tidak sesuai harapan.

Cara menghitung ROI sebenarnya cukup mudah. Anda hanya perlu membagi return profit dengan nominal dan investasi yang Anda salurkan. Lebih singkatnya, rumus ROI adalah sebagai berikut:

Rumus ROI = Net Income (Pendapatan Bersih) / Cost of Investment (Nominal Investasi) X 100%

Selain rumus ROI di atas, Anda juga bisa menggunakan rumus di bawah ini:

Rumus ROI = Investment Gain (Pendapatan dari Investasi) / Investment Base (Dana Investasi yang Ditanamkan) X 100%

Dua rumus ROI di atas pada dasarnya sama. Akan tetapi rumus ROI pertama menggunakan istilah perusahaan, sedangkan rumus kedua memakai istilah lebih familiar bagi investor.


Contoh Perhitungan ROI

Sekarang, Anda sudah paham apa itu ROI, faktor, keunggulan, kelemahan, serta cara menghitung ROI. Agar Anda lebih memahami ROI secara praktikal, berikut ini kami beri contoh perhitungan ROI.

Contoh Kasus:

PT. Cahaya Jaya Utama memiliki 3 perusahaan cabang, yaitu PT. Cahaya Putra, PT. Cahaya Emas, dan PT. Cahaya Baru, dengan biaya pendirian sebagai berikut:

PT. Cahaya Putra = Rp1,5 milyar
PT. Cahaya Emas = Rp1,75 milyar
PT. Cahaya Baru = Rp1,25 milyar

Per 2020, ketiga perusahaan tersebut secara berurutan menyetor return sebesar Rp250 juta, Rp350 juta, dan Rp200 juta. Maka cara menghitung ROI-nya adalah sebagai berikut:

Rumus ROI = Net Income / Cost of Investment X 100%
ROI PT. Cahaya Putra = Rp250,000,000/Rp2,500,000,000 X 100% = 10%
ROI PT. Cahaya Emas = Rp350,000,000/Rp1,750,000,000 X 100% = 20%
ROI PT. Cahaya Baru = Rp200,000,000/Rp1,250,000,000 X 100% = 16%

Dari perhitungan ROI di atas, dapat disimpulkan bahwa cabang terbaik dari segi ROI adalah PT. Cahaya Emas, yaitu 20%. Meski PT. Cahaya Baru punya nilai investasi lebih rendah dari PT. Cahaya Putra, nilai ROI-nya lebih tinggi, yaitu 16%.


Perbedaan ROI dan ROE

Di bagian terakhir, kita akan membahas perbedaan ROI dan ROE, yaitu return on equity atau ekuitas. Faktanya, masih banyak investor dan pelaku usaha tidak tahu bagaimana membedakan return on investment dengan return on equity. Padahal setidaknya ada 3 perbedaan ROI dan ROE paling signifikan, yaitu:

  1. Dari Segi Tujuan
    Perbedaan ROI dan ROE yang pertama adalah dari segi tujuan perhitungannya. ROI adalah metriks untuk menilai tingkat profitabilitas suatu instrumen investasi, sedangkan ROE mengukur seberapa efektif manajemen perusahaan memanfaatkan dana investasi guna menghasilkan keuntungan.

  2. Dari Segi Faktor Perhitungan
    Perbedaan ROI dan ROE berikutnya dan paling jelas adalah berdasarkan faktor-faktor perhitungannya. ROI adalah metriks yang riil investasi, yaitu biaya investasi yang dikeluarkan investor dan profitnya. Sedangkan ROI memakai faktor laba ditahan (tidak diambil) oleh investor.

  3. Dari Segi Output
    Perbedaan ROI dan ROE yang terakhir dapat dilihat dari output perhitungannya. ROI adalah metriks yang bisa menjadi dasar diteruskan tidaknya investasi pada suatu instrumen. Sebaliknya, ROE tidak bisa serta merta menjadi tolak ukur keberhasilan investasi, karena lebih mempertimbangkan efektivitas perusahaan dalam mengembangkan modal.


Itulah penjelasan dari OCBC NISP tentang pengertian return on investment, keunggulan, kelemahan, serta rumus ROI dan cara menghitungnya! Di samping kelemahannya, return on investment atau ROI adalah salah satu indikator pengukur efisiensi kerja yang wajib Anda kuasai. Sementara itu terkait penggunaannya, silakan pakai data perhitungan ROI dengan bijak ya!

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile