Apa Itu ROE (Return on Equity)? Ini Pengertian & Cara Hitung

20 Agt 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Ingin menunjukkan seberapa efisien bisnis Anda pada investor? Pakai ROE saja!

Setiap perusahaan memiliki tiga jenis return, yaitu return on assets (ROA), return on investment (ROI), dan return on equity (ROE). Ketiganya punya peran dan fungsinya masing-masing. Akan tetapi bagi investor, ROE adalah jenis return paling menarik untuk diketahui. Di antara tiga jenis return perusahaan, perhitungan return on equity adalah yang paling bersih, karena sudah dipotong berbagai pengeluaran.

Sama seperti jenis return lainnya, perhitungan ROE dapat mencerminkan kinerja perusahaan. Akan tetapi, ROE lebih menunjukkan data perolehan laba bersih dengan modal tertentu. Selengkapnya tentang pengertian ROE, cara menghitung, dan rumus ROE bisa Anda simak berikut ini.


Apa Itu ROE (Return On Equity)?

Dalam bisnis dan ekonomi, pengertian ROE adalah metriks guna membandingkan jumlah pendapatan bersih (net income) perusahaan dan jumlah total modal investor/pemilik di dalamnya. Sementara itu di dunia saham, pengertian ROE adalah jumlah pendapatan bisnis bersih per dana investor yang masuk.

ROE atau return on equity adalah salah satu unsur penting demi mengetahui sejauh mana suatu bisnis mampu mengelola permodalan dari para investornya. Apabila perhitungan ROE-nya makin besar, maka reputasi perusahaan pun meningkat di mata pelaku pasar modal. Sebab, usaha tersebut terbukti mampu memanfaatkan bantuan modal dengan sebaik-baiknya.


Manfaat Penggunaan ROE

Setelah membahas apa itu ROE, kali ini kita akan membahas betapa besar pengaruh penggunaan ROE, terutama bagi investor. Lebih detail tentang manfaat ROE adalah sebagai berikut:

  1. Menunjukkan Tingkat Profitabilitas Perusahaan
    Bagi investor, ROE adalah metriks paling mudah untuk mengetahui seberapa tinggi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba. Dengan adanya return on equity, investor bisa mengambil kesimpulan tentang profitabilitas saham dengan mudah dan cepat.

  2. Menjadi Dasar Estimasi Keuntungan Bisnis di Masa Mendatang
    Faktanya, ROE adalah salah satu tolok ukur paling efektif untuk memprediksi prospek bisnis ke depannya. Jika saat ini perusahaan terbukti mampu menghasilkan ROE minimal 1.0 atau lebih, maka di masa depan ada kemungkinan tingkat return on equity tersebut juga akan meningkat.

  3. Menggambarkan Perkembangan Perusahaan dari Tahun ke Tahun
    ROE perusahaan idealnya stabil atau terus berkembang dari tahun ke tahun. Dengan melihat tren ROE suatu usaha, investor bisa menilai bagaimana profil bisnis di masa lalu dan melihat apakah perusahaan terus bertumbuh atau justru stagnan.

  4. Menjadi Indikator Pembanding dengan Perusahaan Kompetitor
    Sebelum mengambil keputusan investasi, biasanya investor melakukan perbandingan antara banyak perusahaan sekaligus. Siapa bisnis yang ROE-nya paling tinggi, maka dialah yang paling berhak menerima kucuran modal.

  5. Menunjukkan Kredibilitas Perusahaan dalam Mengelola Aset
    ROE adalah salah satu faktor utama yang menunjukkan kredibilitas bisnis dalam mengelola modalnya. Kecilnya tingkat return on equity adalah salah satu pertanda perusahaan tersebut tidak mampu menghasilkan profit sesuai harapan, meski sudah diberi suntikan dana oleh investor.


Faktor yang Mempengaruhi ROE

Selain modal, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi ROE, di antaranya:

  1. Rasio Aktivitas Perusahaan
    Faktor pertama yang dapat mempengaruhi ROE adalah seberapa besar skala aktivitas dilakukan perusahaan. Apabila bisnis tersebut sedang fokus melakukan ekspansi cabang, misalnya. Wajar jika ROE-nya kecil karena ekspansi butuh dana besar dan cabang baru tidak akan langsung bisa menghasilkan profit.

  2. Rasio Utang
    Faktor berikutnya yang berpengaruh besar pada return on equity adalah rasio utang terhadap laba. Semakin besar utang perusahaan, biasanya nilai ROE-nya juga makin kecil.

  3. Rasio Likuiditas
    Selain menerima utang, perusahaan juga memberikan piutang kepada beberapa pihak lain. Apabila likuiditas bisnis tidak lancar, maka nilai ROE akan terpengaruh juga. Sebab meski sudah jadi hak milik usaha, piutang belum bisa dikategorikan sebagai laba.


Rumus Return On Equity

Sekarang, sobat OCBC NISP sudah tahu apa itu ROE, manfaat, dan faktor-faktor yang bisa mempengaruhinya. Kali ini kita akan membahas rumus return on equity. Seperti ini bunyinya:

Rumus ROE = (Omzet - Biaya)/Modal
atau
Rumus ROE = Pendapatan Bersih (Net Income)/Modal


Contoh Cara Menghitung ROE

Supaya lebih mudah memahami rumus return on equity, kali ini kita akan membahas beberapa contoh kasus dan cara menghitung ROE-nya.

  1. Kasus PT. Amarta
    Pada tahun 2020, PT. Amarta berhasil mendapat total omzet sebesar Rp470 juta, sementara total pengeluarannya adalah Rp200 juta. Di tahun sebelumnya, PT. Amarta mendapat pendanaan Rp100 juta, sementara sisa modal awal pendirinya adalah Rp150 juta. Maka cara menghitung ROE PT. Amarta yaitu:

    Rumus ROE
    = (Omzet - Biaya) / Modal
    = (Rp470 juta - Rp200 juta) / (Rp100 juta + Rp150 juta)
    = Rp270 juta/Rp250 juta
    = 1.08

    Jadi, return on equity PT. Amarta tergolong normal dengan sedikit kelebihan dari 1.0.

  2. Kasus PT. Banyubiru
    Pada pertengahan tahun 2021, PT. Banyubiru mendapat penghasilan bersih sebesar Rp275 juta, dan memiliki modal pribadi yaitu Rp350 juta. Maka cara menghitung ROE PT. Banyubiru adalah:

    Rumus ROE
    = Pendapatan Bersih/Modal
    = Ro275 juta/Rp350 juta
    = 0.78

    Angka ini masih tergolong sehat, akan tetapi ini menandakan PT. Banyubiru masih belum bisa balik modal di pertengahan tahun.


Keunggulan ROE

Bagaimana, sudah paham bukan rumus return on equity dan cara menghitungnya? Kalau sudah, kita akan membahas beberapa keunggulan ROE, di antaranya:

  1. Rumusnya Lebih Sederhana
    Keunggulan pertama ROE adalah rumusnya yang sangat sederhana. Asal datanya tersedia, investor bisa menghitung sendiri ROE perusahaan target investasinya.

  2. Menggambarkan Laba Secara Riil
    Karena dasar perhitungan ROE adalah laba bersih, maka stakeholder perusahaan dapat mengetahui seberapa mampu bisnis tempatnya bernaung dalam menghasilkan laba dan menjaga namanya.

  3. Bisa Dijadikan Tolak Ukur Evaluasi Kinerja
    ROE adalah salah satu bahan terbaik untuk mengadakan evaluasi, terutama yang berkaitan dengan kinerja manajemen. Jika perusahaan terbukti tidak amanah menjaga angka ROE, investor bisa melakukan RUPS guna mengganti dewan direksi.


Kelemahan ROE

Meski tampaknya efektif, return on equity adalah metriks dengan kekurangan fundamental di sana-sini, selengkapnya adalah sebagai berikut:

  1. Berpotensi Mengurangi Motivasi Perusahaan
    Kelemahan pertama perhitungan ROE adalah turunnya motivasi perusahaan dalam melakukan eksperimen bisnis. Karena orientasinya nilai profit harus di atas biaya, karyawan dan manajemen akan mencari jalan aman saja tanpa berinovasi.

  2. Kurang Mempertimbangkan Depresiasi Modal
    Kekurangan berikutnya return on equity adalah kurangnya perhatian terhadap depresiasi modal. ROE tidak peduli berapa usia riil modal tetap seperti mesin/bangunan saat dihitung. Sehingga meski perusahaan sebenarnya stagnan, tingkat ROE-nya tetap tinggi karena pengurangan nominal aset. Ini akan sangat merugikan investor.

  3. Terkadang Tidak Sesuai Bagi Perusahaan yang Baru Berdiri
    Kelemahan terakhir ROE adalah kurang cocok diterapkan pada perusahaan baru rintis (start-up). Umumnya, start-up tidak akan bisa punya ROE tinggi di awal, karena produknya masih dalam tahap perkenalan ke pasar.

Itulah pembahasan dari OCBC NISP tentang pengertian ROE, manfaat, faktor, plus minus, serta rumus ROE dan cara menghitungnya! ROE adalah salah satu rumus perhitungan return paling mudah digunakan.

Akan tetapi, sebaiknya Anda tidak menggunakan nilai ROI sebagai satu-satunya acuan dalam menjaga produktivitas perusahaan. Agar lengkap, gunakan indikator lainnya seperti ROA dan ROI serta pertimbangkan juga tujuan jangka panjang perusahaan.


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile