Apa Itu Uang Giral? Ini Pengertian, Ciri, Kelebihan, & Jenis

23 Agt 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Uang giral adalah uang yang tidak memiliki bentuk, apa maksudnya?

Di dunia perbankan, uang kartal dan uang giral adalah dua jenis uang tak dapat terpisahkan. Uang kartal adalah uang dengan bentuk fisik dan dapat disimpan secara riil di tempat tertentu. Sebaliknya, uang giral adalah uang tanpa bentuk sama sekali, karena hanya berupa saldo.

Jenis jenis uang giral ada banyak, mulai dari giro, bilyet, hingga saldo kartu kredit. Satu-satunya lembaga dengan hak menerbitkan uang giral adalah bank. Ingin tahu lebih jauh tentang pengertian uang giral, ciri, serta kelebihan dan kekurangannya? Pelajari artikel ini sampai habis ya!


Apa Itu Uang Giral?

Menurut UU No. 7 mengenai Perbankan tahun 1992, pengertian uang giral adalah tagihan umum dengan penggunaan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Jadi apa itu uang giral adalah uang berbentuk saldo yang diterbitkan oleh bank untuk transaksi rekening koran.

Uang giral diciptakan oleh bank dengan merilis surat berharga sebagai bukti pembayaran sah. Oleh sebab itu, uang giral hanya bisa digunakan pada transaksi tertentu dengan syarat dan ketentuan berlaku.


Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral

Terdapat beberapa perbedaan uang kartal dan uang giral dari segi karakteristik fisik, sifat, transaksi, dan keamanan. Adapun perbedaan uang kartal dan uang giral adalah berikut ini.

  1. Dari Segi Karakteristik Fisik
    Perbedaan pertama dari uang kartal dan uang giral adalah karakteristik fisiknya. Uang kartal memiliki karakteristik fisik berupa kertas dan logam. Bentuk fisiknya berwujud dan dapat diraba serta bebas digunakan sebagai alat pembayaran sah.

    Sedangkan uang giral memiliki karakteristik tidak berwujud karena berupa saldo atau simpanan di bank. Bukti pencairan saldo uang giral berbentuk kertas seperti bilyet, cek, giro, dan kartu seperti kartu kredit.

  2. Dari Segi Sifat
    Selanjutnya, perbedaan uang kartal dan uang giral adalah dari segi sifatnya. Sifat uang giral adalah kepemilikannya tidak bisa dipindahtangankan sembarang orang. Uang giral hanya bisa dimiliki berdasarkan identitas pemilik secara tertulis dalam surat berharga.

    Sedangkan uang kartal memiliki sifat bebas dimiliki oleh pihak siapapun. Karena indikator kepemilikannya yaitu berdasarkan pihak pemegangnya. Misalkan Anda menemukan uang kartal, maka Anda langsung bisa menggunakan dan mengklaim kepemilikannya.

  3. Dari Segi Transaksi
    Sifat transaksi uang giral adalah alat transaksi berupa kartu dan lembar tagihan yang dirilis oleh bank. Sehingga tidak semua pihak bisa menerima uang giral sebagai alat pembayaran. Beberapa pihak bisa menolak transaksi menggunakan uang giral dan menggantinya dengan uang kartal.

    Berbeda dengan uang kartal adalah alat pembayaran sah bisa digunakan oleh semua pihak dan seluruh aktivitas transaksi. Penggunaan uang kartal wajib diterima oleh semua pihak sebagai alat pembayaran.

  4. Dari Segi Keamanan
    Sebagian orang memilih uang giral sebagai alat pembayaran karena risiko pencurian minim. Oleh karena itu, perbedaan uang kartal dan uang giral adalah dari segi keamanannya. Uang kartal memiliki risiko kehilangan tinggi, seperti dicuri atau kehilangan. Karena kepemilikannya berdasarkan siapa pemegangnya.

    Berbeda dengan uang giral. Uang giral diciptakan oleh bank sebab lebih aman. Anda tidak perlu membawa uang dalam jumlah besar. Hanya membawa lembar surat berharga saja. Apabila surat berharga tersebut hilang, pencairan dana tidak bisa dilakukan oleh pihak lain di luar kuasa tertulis dalam surat berharga tersebut.


Ciri Ciri Uang Giral

Agar bisa membedakan uang giral dan uang kartal, berikut ini ada beberapa ciri ciri uang giral, yaitu:

  • Diciptakan oleh lembaga keuangan dan perbankan.

  • Bentuk fisiknya berupa surat berharga, barcode scan, atau kode tertentu diterbitkan oleh bank.

  • Masyarakat memiliki kebebasan dalam menerima atau menolak uang giral sebagai alat pembayaran.

  • Penggunaan uang giral dijamin dan dilindungi oleh lembaga perbankan.

  • Hanya bisa dimanfaatkan sebagai alat transaksi tertentu saja. Tidak bisa digunakan sebagai alat pembayaran sehari-hari.

  • Kepemilikannya didasarkan pada identitas tertulis dalam surat berharga.

  • Pencairan dana dalam bentuk uang kartal harus dilakukan oleh pihak yang telah diberi kuasa melalui penerbitan surat berharga.


Proses Terjadinya Uang Giral

Uang giral tidak serta merta dirilis oleh bank. Terdapat rangkaian proses terjadinya uang giral, mulai dari primary deposit, loan deposit, hingga quasi money. Adapun penjelasan masing-masing proses terjadinya uang giral adalah sebagai berikut.

  1. Melalui Primary Deposit
    Proses pertama terjadinya uang giral adalah primary deposit. Pada tahap ini, seseorang melakukan simpanan atau menyetorkan uang kartal kepada pihak bank. Sehingga nasabah memiliki saldo di dalam bank. Nantinya, uang kartal disimpan oleh bank akan menjadi uang giral atas perintah pemiliknya.

  2. Melalui Loan Deposit
    Setelah uang kartal ditabung di dalam bank, maka pihak bank akan mengelola uang tersebut dalam sejumlah aktivitas keuangan seperti utang-piutang, sehingga bentuknya berubah jadi loan deposit. Uang nasabah dalam saldo bank diedarkan kepada masyarakat melalui proses simpan-meminjam. Misalkan terdapat nasabah yang meminjam uang ke bank, maka pihak bank meminjamkan dana dari proses primary deposit.

  3. Melalui Quasi Money
    Proses terakhir dari pembentukan uang giral adalah quasi money. Tahapan ini terjadi ketika seseorang melakukan setoran atau simpanan dalam bentuk deposito jangka panjang atau time deposit money. Sehingga penggunaannya hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu saja.


Jenis Jenis Uang Giral

Uang giral adalah uang yang diterbitkan dalam bentuk surat berharga. Bank mengeluarkan uang giral bisa dilakukan dalam berbagai bentuk surat berharga, seperti cek, giro, kartu kredit, wesel, hingga bilyet. Yuk cari tahu jenis jenis uang giral diantaranya sebagai berikut.

  1. Cek
    Diantara jenis jenis uang giral, cek adalah surat berharga sering dirilis oleh bank. Cek merupakan surat berharga berupa lembaran kertas berisi perintah dari pemilik rekening kepada pihak bank untuk membayarkan sejumlah dana kepada seseorang yang ditunjuk dan ditulis dalam surat tersebut.

  2. Giro
    Selanjutnya,jenis jenis uang giral adalah giro, yaitu saldo dalam bank yang disimpan oleh seseorang dengan sistem pencairan dana menggunakan surat berharga. Penarikan dana giro bisa melalui penerbitan cek atau surat berharga lainnya. Selain itu, giro bisa dipindahbukukan.

  3. Kartu Kredit
    Kartu kredit yaitu kartu diterbitkan oleh bank atas nama nasabah dan dimanfaatkan sebagai alat pembayaran non-tunai. Caranya hanya dengan menggesek kartu pada mesin EDC. Setiap kali kartu kredit digunakan dalam transaksi, maka uang dalam rekening secara otomatis mengalami pengurangan saldo. Ketika di akhir periode, pemilik kartu kredit melakukan pembayaran tagihan kepada bank.

  4. Wesel
    Wesel adalah jenis uang giral dikeluarkan bank dalam bentuk surat pos. Fungsinya untuk melakukan pengiriman uang. Surat pos tersebut berisi perintah agar bank melakukan pengiriman dana kepada pihak disebut dalam wesel dari rekening penerbit wesel.

  5. Bilyet
    Terakhir, jenis uang giral adalah bilyet. Bilyet yaitu surat berharga berisi perintah kepada bank untuk memindahkan sejumlah dana dari rekening penerbit kepada pihak yang ditunjuk. Uang giral bilyet bisa berbentuk formulir, nota, dan bukti tertulis.


Kelebihan dan Kekurangan Uang Giral

Setelah mengetahui pembahasan lengkap uang giral, sobat OCBC NISP juga harus mengetahui kelebihan dan kekurangan uang giral. Adapun kelebihan dan kekurangan uang giral adalah di bawah ini.

  1. Kelebihan Uang Giral
    Banyak orang memilih menggunakan uang girall sebagai alat transaksi dalam jumlah besar karena faktor keamanannya lebih terjamin. Tidak hanya itu, masih ada kelebihan uang giral antara lain:

    • Penggunaannya praktis tanpa perlu membawa uang tunai.

    • Tingkat risiko kehilangan dan pencurian minim. Jika terjadi kehilangan, pemilik dapat melakukan pemblokiran.

    • Keamanannya lebih terjamin sebab pencairan dana membutuhkan proses validasi oleh pemiliknya.

    • Nominal transaksi tidak terbatas.

    • Mudah digunakan dalam transaksi berjumlah besar.

  2. Kekurangan Uang Giral
    Disamping kelebihan uang giral, terdapat sejumlah kekurangan yang patut diwaspadai. Kekurangan uang giral adalah sebagai berikut.

    • Kurang efektif dalam pembayaran transaksi bernominal kecil.

    • Tidak dapat diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

    • Hanya bisa dimanfaatkan sebagai alat transaksi tertentu saja.

    • Proses pencairan dana cenderung rumit, sebab harus datang ke bank terlebih dahulu.

Demikian pembahasan dari OCBC NISP tentang apa itu uang giral, ciri, plus minus, jenis, hingga perbedaan uang kartal dan uang giral! Uang giral adalah salah satu bentuk uang yang memiliki kelemahan dan kelebihannya tersendiri, sehingga gunakan dengan bijak ya sobat!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile