Anggaran Fleksibel: Arti, Contoh, Bentuk dan Cara Membuat

4 Okt 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pahami tentang pengertian dan cara membuat anggaran fleksibel berikut ini.

Anggaran fleksibel adalah salah satu unsur penting yang berpengaruh dalam suatu bisnis. Anggaran ini memberikan berbagai manfaat pada perusahaan, diantaranya menjadi penyelamat dalam kelangsungan bisnis agar tetap sanggup bersaing dalam situasi pasar yang makin ketat.

Anggaran ini juga berfungsi sebagai perencanaan dan melacak kegiatan finansial perusahaan. Maka dari itu, penting bagi para pemilik bisnis untuk memahaminya. Oleh karenanya, pada artikel kali ini akan dibahas tentang anggaran fleksibel secara tuntas. Yuk simak!


Pengertian Anggaran Fleksibel

Salah satu anggaran keuangan yang digunakan dalam menjalankan sebuah bisnis adalah anggaran fleksibel (flexible budget). Dengan adanya anggaran tersebut, maka total laba atau rugi yang didapatkan perusahaan dapat diprediksi.

Anggaran fleksibel adalah anggaran yang dapat menyesuaikan dengan perubahan produksi dan hasil penjualan suatu perusahaan. Jenis anggaran ini mencakup biaya variabel per unit, sehingga perusahaan dapat mengantisipasi potensi kenaikan atau penurunan kebutuhan produksi.


Tujuan dan Fungsi Anggaran Fleksibel

Umumnya, anggaran fleksibel dibuat untuk membantu manajemen perusahaan dalam mengelola keuangannya. Berikut ini penjelasan fungsi dan tujuan dari anggaran yang fleksibel.

Tujuan
Anggaran fleksibel dapat digunakan untuk menghitung tingkat pengeluaran perusahaan pada tiap variabel. Tingkat ini tergantung dengan perubahan aktivitas dan hasil pendapatan yang diperoleh perusahaan.

Selain itu, anggaran ini dapat dimanfaatkan untuk membandingkan anggaran perusahaan dengan statistik kinerja aktual, sehingga Anda dapat melihat variabel apa saja yang meningkat dan mana saja yang membutuhkan lebih banyak perbaikan.

Fungsi
Umumnya, anggaran fleksibel dibuat untuk memprediksi dampak perubahan volume dari setiap variabel, yang akan berpengaruh terhadap pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Biaya variabel juga dijadikan sebagai persentase dari total pendapatan per unit produksi.


Jenis-jenis Anggaran Fleksibel

Umumnya, terdapat tiga contoh anggaran fleksibel yang sering digunakan pada beberapa perusahaan, tergantung dengan kebutuhan perusahaan. Berikut ini masing-masing penjelasannya.

  1. Dasar
    Anggaran dasar digunakan untuk menghitung pengeluaran berdasarkan persentase dari pendapatan perusahaan. Jenis anggaran ini juga menunjukkan biaya per unit atau persentase penjualan.

  2. Menengah
    Anggaran menengah digunakan untuk menghitung pengeluaran yang melebihi pendapatan suatu perusahaan. Biasanya, jenis anggaran ini berdasarkan pada biaya produksi, bukan dari hasil pendapatan.

  3. Tingkat Lanjut
    Jenis anggaran tingkat lanjut dibuat untuk menghitung variasi dan biaya pada tiap variabel anggaran perusahaan. Anggaran ini juga dapat berubah tergantung dengan pengeluaran aktual untuk setiap variabel.


Bentuk Anggaran Fleksibel

Bentuk anggaran fleksibel dibedakan berdasarkan metode pembuatannya. Variasi bentuk ini terdiri dari , bentuk grafik, formula, dan tabel. Berikut masing-masing penjelasannya.

  1. Grafik
    Grafik merupakan bentuk anggaran yang dijadikan sebagai pelengkap dari bentuk formula dan tabel. Metode pembuatan anggaran ini tergantung pada perhitungan, pengukuran kegiatan dan biaya produksi.

  2. Formula
    Metode pembuatan anggaran dengan formula digunakan untuk menggambarkan unsur tetap dan unsur variabel yang dimiliki oleh tiap pos biaya.

  3. Tabel
    Metode pembuatan anggaran dalam bentuk tabel biasanya dimanfaatkan untuk melihat berapa keseluruhan pengeluaran yang diperlukan dari tiap pos biaya terhadap tingkat kegiatan (output). Namun, dalam bentuk tabel, unsur tetap maupun unsur variabel tidak digambarkan.


Kelebihan dan Kekurangan Anggaran Fleksibel

Dalam pemanfaatannya, anggaran yang fleksibel memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan bagi perusahaan. Berikut ini beberapa manfaat dan kerugian yang mungkin dialami sebuah perusahaan.

Kelebihan

Beberapa kelebihan dari diadakannya anggaran ini adalah:

Penyesuaian Berdasarkan Margin Keuntungan Dan Biaya
Anggaran yang fleksibel akan membantu perusahaan untuk menyesuaikan perubahan biaya dan memperhitungkan penurunan atau peningkatan biaya dan margin laba.

Potensi Untuk Memaksimalkan Pendapatan
Anggaran tersebut dapat menggambarkan peningkatan dari penjualan, sehingga Anda mampu memperkirakan dimana saja Anda dapat meningkatkan pemasaran.

Peningkatan Kontrol Biaya
Anggaran yang fleksibel ini dapat membantu perusahaan untuk memprediksi kapan perubahan biaya tertentu harus dilaksanakan. Sehingga Anda dapat melakukan penyesuaian terhadap pengeluaran, sebagai antisipasi terjadinya penurunan penjualan.


Kekurangan

Beberapa kekurangan dari anggaran ini adalah:

Kurangnya Perbandingan Pendapatan
Jenis anggaran ini tidak dapat digunakan untuk membandingkan antara pendapatan asli dan yang diharapkan. Kurangnya perbandingan tersebut akan menyulitkan perusahaan untuk mengetahui apakah pendapatan perusahaan sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Rumus Rumit
Tidak semua biaya pengeluaran perusahaan bersifat variabel, sehingga perlu dimasukkan ke dalam anggaran menjadi biaya tetap. Jika, Anda harus menghitung setiap kategori dan menentukan jenis biaya tersebut, maka akan memakan waktu yang lama.


Cara Membuat Anggaran Fleksibel

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk membuat anggaran yang fleksibel.

  1. Identifikasi Biaya Mana Yang Variabel Dan Biaya Mana Yang Tetap
    Tentukan biaya mana saja yang masuk dalam kategori variabel dan tetap. Biasanya, biaya tetap mencakup biaya sewa dan pemasaran per bulan. Selanjutnya, Anda dapat memisahkan keseluruhan biaya tersebut pada laporan anggaran Anda.

  2. Bagi Anggaran
    Pisahkan mana biaya yang akan Anda masukkan sebagai variabel beserta perkiraan produksi. Nantinya, biaya ini akan menjadi anggaran awal untuk biaya produksi per unit.

  3. Buat Anggaran Anda Dengan Biaya Tetap Yang Ditetapkan
    Buatlah anggaran perusahaan Anda dengan menentukan biaya tetap serta biaya variabel sebagai persentase yang dapat disesuaikan dengan hasil pendapatan sebenarnya.

  4. Perbarui Anggaran
    Setelah periode audit, Anda dapat memperbarui anggaran dengan pendapatan aktual. Hal ini dapat menyesuaikan biaya variabel terhadap data yang akurat dari periode audit.

  5. Masukkan dan Bandingkan
    Pada periode akhir dari audit, masukkan anggaran yang fleksibel ke dalam software keuangan perusahaan Anda sebagai pembanding dengan pengeluaran yang sudah Anda perkirakan sebelumnya.


Itulah informasi mengenai pentingnya anggaran fleksibel dalam berjalannya suatu bisnis. Prosedur ini penting dilakukan, terlebih bagi perusahaan terdiri dari banyak divisi atau departemen. Dengan begini, perencanaan pengeluaran lebih matang.


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile