Market Cap Adalah: Pengertian, Cara Menghitung dan Strategi

14 Okt 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Tertarik pada dunia investasi? Yuk pelajari tentang market cap berikut ini. 

Market cap adalah unsur penting dalam dunia investasi. Bagi Anda yang tertarik terjun di dalamnya, istilah ini cukup penting untuk dipahami. Pasalnya, market cap atau kapitalisasi pasar berpengaruh pada fundamental suatu perusahaan.

Perusahaan dengan nilai market cap yang tinggi bisa menjadi pertimbangan para investor untuk menanamkan modal di dalamnya. Lalu apakah nilai yang tinggi tersebut bisa menjamin keuntungan besar bagi investor? Untuk mengetahuinya, simak artikel berikut ini.


Apa itu Market Cap?

Kapitalisasi pasar atau market cap adalah sebuah ukuran yang didasarkan pada nilai agregat suatu perusahaan. Market cap didapatkan dari total pengalian jumlah outstanding shares (saham) perusahaan yang beredar dengan harga satu lembar saham di pasaran.

Istilah ini seringkali dimanfaatkan oleh para investor untuk mengukur kualitas suatu perusahaan. Dengan mengetahui nilai market cap, investor bisa menentukan berapa total uang yang harus dikeluarkan untuk membeli semua saham dari perusahaan yang diinginkan.

Mudahnya begini, jika seorang investor ingin mengambil 100% kepemilikan suatu perusahaan, maka Ia harus membayar sebesar nilai market cap. Itu berarti, semakin besar nilai market cap makin besar pula potensi perusahaan tersebut untuk dijadikan tujuan investasi.


Apa Saja yang Mempengaruhi Market Cap?

Pada dasarnya, terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi besar kecilnya nilai market cap. Yang pertama adalah sentimen masyarakat. Ingatlah Anda pada awal isu vaksinasi mulai ramai? Momen itu ternyata turut membuat nilai market cap dari beberapa perusahaan farmasi di bursa efek meningkat pesat.

Faktor kedua yang mempengaruhi market cap adalah jumlah saham yang beredar di pasaran itu sendiri dan harga jual perlembarnya. Situasi tersebut mendukung nilai kapitalisasi pasar makin dinamis. Fluktuasi tersebut juga menyesuaikan harga saham.


Cara Menghitung Market Cap

Market cap adalah nilai yang diperoleh dari perhitungan jumlah saham perusahaan dikalikan dengan harga saham tersebut. Secara sistematis, begini rumus menghitung market cap:

Market Cap = Total Saham yang Beredar x Harga per Lembar Saham

Contoh mudahnya seperti berikut, Perusahaan ABC mempunyai total saham yang beredar sebanyak 400 juta lembar, dengan harga per lembarnya sebesar Rp 1.500. Maka nilai kapitalisasi pasar atau market cap adalah:

Diketahui:
- Total saham yang beredar = 400 juta lembar
- Harga saham per lembar = Rp1.500

Maka nilai market cap adalah:

Market cap
= 400 juta x Rp1.500
= Rp600 miliar.

Dari perhitungan tersebut, maka diketahui bahwa nilai market cap perusahan ABC adalah Rp600 miliar. Itu berarti, Anda harus membayar sejumlah Rp600 miliar untuk bisa memiliki perusahaan ABC sepenuhnya.


Skala Perusahaan dalam Market Cap

Market cap adalah ukuran besar kecilnya suatu perusahaan. Jika berkiblat pada bursa saham dunia, suatu perusahaan akan dinilai besar apabila nilai kapitalisasi pasarnya mencapai lebih dari US$10 miliar, sedang apabila nilainya antara US$2 miliar - US$10 miliar dan dianggap kecil apabila kurang dari US$2 miliar.

Skala Perusahaan dalam Market Cap di Indonesia

Di Indonesia, pasar modal memiliki aturan tersendiri mengenai skala market cap perusahaan. Apabila aturan di atas diterapkan di sini, maka hampir seluruh perusahaan akan masuk pada skala kecil.

Oleh sebab itu, BEI atau Bursa Efek Indonesia telah membaginya menjadi tiga kelompok skal market cap. Berikut penjelasannya.

  1. First Liner (Blue Chip)
    Istilah ini pasti sudah sering terdengar di telinga investor atau bagi Anda yang sedang mempelajari dunia investasi. Blue chip atau saham kapitalisasi besar, nilai market cap adalah Rp10 triliun atau diatasnya.

    Jenis perusahaan ini memiliki profil risiko yang lebih konservatif sehingga banyak dipilih oleh para investor untuk menanamkan modal. Lebih dari itu, perusahaan blue chip juga rajin membagikan dividen kepada para investor.

    Perusahaan blue chip diasumsikan memiliki fundamental yang kuat dan berpotensi memberikan laba besar. Salah satu contoh adalah Bank Central Asia, Tbk (BBCA), Astra

  2. Second Liner
    Second liner atau middle caps adalah perusahaan yang memiliki nilai market cap antara Rp1 triliun - Rp10 triliun. Meski tak sebesar blue chip, namun perusahaan ini juga memiliki fundamental yang bagus dan layak dimasukkan dalam portofolio investasi.

    Perusahaan second liner memiliki pergerakan yang lebih agresif. Umumnya, kategori ini banyak diisi oleh perusahaan yang sedang berkembang. Salah satu contohnya adalah saham PT. Bank Bukopin, Tbk (BBKP).

  3. Third Liner
    Perusahaan pada third liner memiliki nilai paling kecil dibawah Rp1 triliun. Pergerakan harga saham pada perusahaan kategori ini lebih mudah. Hal ini dipengaruhi oleh harga murah dan mudah dimainkan oleh bandar.

    Meski tetap berpotensi masuk dalam portofolio investasi, namun investor harus berhati-hati dan melakukan analisis dengan tepat, jangan sampai terjebak oleh harga gorengan. Salah satu contoh perusahaan di third liner adalah Alfa Energi Investama (FIRE).


Strategi Investasi Berdasarkan Skala Market Cap

Setiap perusahaan di masing-masing skala market cap adalah berbeda dan memiliki karakteristik masing-masing. Jika ingin berhasil dalam investasi, maka Anda harus bisa memahami dan menggunakan strategi yang tepat.

  1. Small Cap
    Dalam berinvestasi, Anda bisa saja mengharapkan keuntungan besar dari perusahaan small cap yang berpotensi mengalami perkembangan pesat. Tetapi, Anda harus tetap berhati-hati karena kemungkinan kerugian yang bisa didapatkan juga besar.

    Perusahaan dengan small market cap adalah emiten yang rentan terkena dampak fluktuasi ekonomi, dan pergerakannya lebih agresif. Karena itu, perlu strategi yang lebih teliti jika ingin menamakan modal di sini.

  2. Mid Cap Middle market cap adalah perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar yang sedang. Risiko kerugian pada kategori ini memang cukup kecil. Pasalnya, perusahaan mid cap memiliki potensi lebih tinggi untuk berkembang dan menjadi lebih besar. Dengan begitu, keuntungan yang bisa didapatkan akan lebih besar.

  3. Large Cap Perusahaan yang masuk dalam skala large market cap adalah emiten yang tentu lebih stabil dan sudah tidak perlu diragukan lagi. Umumnya, perusahaan ini tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi yang terjadi di sebuah negara. Sehingga cocok untuk Anda yang ingin berinvestasi dengan tenang.


Itulah pembahasan dari OCBC NISP mengenai apa itu market cap sekaligus cara menghitungnya. Sebelum terjun pada dunia investasi, ada baiknya untuk memastikan Anda memahami berbagai unsur penting didalamnya. Jika susah mendalaminya, yuk investasi mulai sekarang!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca
Investasi Reksa Dana

Edukasi, Daily Update, Investasi - 23 Jun 2022

Berinvestasi dengan Reksa Dana

Baca
Mempersiapkan Dana Pensiun

Daily Update, Edukasi, Investasi - 23 Jun 2022

Mempersiapkan Dana Pensiun

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile