Pengobatan Osteoporosis: Gejala, Penyebab, Prosedur dan Biaya

25 Okt 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Berapa biaya pengobatan osteoporosis yang diperlukan? Simak selengkapnya. 

Seiring bertambahnya usia, massa tulang semakin berkurang. Terlebih bagi Anda yang sudah mencapai usia di atas 30 tahun. Oleh karena itu, untuk mencegah pengeroposan tulang, perlu dilakukan pengobatan osteoporosis.

Ada beberapa jenis pengobatan untuk tulang Anda, tergantung pada gejala dan penyebabnya. Dalam artikel kali ini, OCBC akan mengulas mengenai gejala, biaya, dan cara pengobatan osteoporosis. Yuk simak!


Pengertian Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi dimana tulang menjadi rapuh bahkan keropos karena kepadatannya berkurang. Akibatnya, tekanan ringan pada tubuh dapat berakibat tulang mudah retak atau patah.

Gejala Osteoporosis

Pada tahap awal, tanda timbulnya penyakit ini belum terasa. Namun ketika sudah memasuki fase pengeroposan, Anda akan merasakan gejala-gejala sebagai berikut.

  1. Tinggi badan berkurang secara bertahap dan postur tubuh semakin membungkuk.

  2. Sering merasa nyeri pada leher dan punggung.

  3. Tulang mudah retak atau patah setelah terkena benturan ringan.

  4. Penyusutan pada gusi.

  5. Kekuatan genggaman tangan melemah.

  6. Kuku menjadi lebih rapuh dan mudah patah.


Penyebab Osteoporosis

Penyebab osteoporosis yang paling umum adalah karena faktor usia. Ketika menginjak usia 35 tahun, kemampuan regenerasi tulang semakin melemah sehingga kepadatannya pun berkurang.

Selain itu, terdapat faktor lain yang meningkatkan resiko terserang osteoporosis, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Tubuh kekurangan vitamin D dan kalsium.

  • Kecanduan alkohol atau rokok.

  • Memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit ini.

  • Konsumsi obat kortikosteroid dalam jangka panjang.

  • Menopause pada wanita.


Prosedur Pengobatan Osteoporosis

Apabila Anda merasakan salah satu gejala di atas, alangkah baiknya segera berkonsultasi ke dokter. Biasanya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan dan memberikan rekomendasi pengobatan osteoporosis berdasarkan gejala dan resiko yang Anda alami.

Terdapat beberapa metode pengobatan yang dapat Anda lakukan di rumah sakit maupun dokter spesialis. Berikut ini metode dan cara pengobatan osteoporosis yang penting untuk Anda ketahui.

Pengobatan Hormonal

Pengobatan osteoporosis secara hormonal dilakukan dengan pemberian hormon tertentu untuk meningkatkan kepadatan tulang. Berikut ini beberapa hormon yang digunakan untuk pengobatan.

  1. Hormon Testosteron
    Terapi ini diberikan pada pria pengidap hipogonadisme, yakni ketidakmampuan kelenjar seksual memproduksi hormon testosteron dalam jumlah cukup. Akibatnya, kepadatan tulang berkurang. Adapun harga hormon testosteron untuk sekali suntik cukup bervariasi, mulai dari Rp100 ribu - Rp10 juta.

  2. Hormon Estrogen
    Salah satu fungsi hormon estrogen adalah menjaga kepadatan tulang. Oleh karena itu, ketika wanita memasuki menopause dan produksi hormon ini terhenti, tulang menjadi rapuh. Solusinya adalah dengan pengobatan osteoporosis melalui penyuntikan hormon estrogen.

    Namun, pengobatan ini beresiko menimbulkan kanker ovarium, kanker payudara, stroke dan pembekuan darah, serta penyakit jantung. Dengan demikian, terapi hormon estrogen lebih disarankan bagi wanita muda dengan gejala menopause.

  3. Selective estrogen receptor modulators(SERMs)
    Tak hanya melalui hormon estrogen, pengobatan osteoporosis pada wanita dapat dilakukan dengan selective estrogen receptor modulator (SERMs), yakni obat pengganti estrogen. Salah satu obat golongan SERMs yang paling sering digunakan adalah raloxifene.

    Obat ini dapat menghambat pengurangan massa tulang dengan meniru efek estrogen. Meskipun demikian, raloxifene tidak menimbulkan resiko kanker seperti halnya estrogen. Untuk biaya pengobatan osteoporosis dengan raloxifene sendiri adalah mulai dari Rp250 ribu.

  4. Kalsitonin
    Kalsitonin merupakan hormon untuk menghambat cara kerja sel-sel yang bertugas meluruhkan tulang. Dengan begitu, proses pengeroposan tulang akan ikut terhambat. Salah satu obat dengan hormon Kalsitonin adalah Miacalcic 100 IU yang dipatok harga Rp220 ribu untuk kemasan ampul dan Rp1.1 juta untuk kemasan box.


Pengobatan Non Hormonal

Berbeda dari pengobatan hormonal, pengobatan ini dilakukan melalui pemberian obat atau suplemen yang dapat mencegah penyusutan massa tulang. Adapun obat dan suplemen tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Obat Penumbuh Tulang
    Obat ini biasanya apabila kepadatan tulang Anda sudah sangat rendah. Berikut ini 3 jenis obat penumbuh tulang yang biasa diberikan oleh dokter.

    • Abaloparatide (Tymlos), dikonsumsi tiap 2 tahun sekali bersamaan dengan obat osteoporosis lain. Biaya untuk 1 kali injeksi pen kurang lebih sebesar 23 juta.

    • Romosozumab (Evenity), disuntikkan tiap bulan kemudian diikuti konsumsi obat osteoporosis lain.

    • Teriparatide (Forteo), berfungsi merangsang pertumbuhan tulang baru, dan diminum selama dua tahun. Tarif untuk 1 kali injeksi pen sekitar Rp37 juta.

  2. Bifosfonat
    Bifosfonat merupakan salah satu jenis obat untuk mengurangi risiko patah tulang. Beberapa merek obat yang termasuk dalam bifosfonat adalah risedronate, etidronate, alendronate, dan ibandronate. Adapun efek samping yang ditimbulkan adalah rasa mual dan sakit perut.

    Harga obat bifosfonat bervariasi tergantung mereknya. Beberapa di antaranya adalah berikut ini.

    • Risedronate, dibanderol mulai dari Rp300 ribu.

    • Alendronate dengan harga mulai dari Rp150 ribu.

    • Ibandronate, mulai dari harga Rp950 ribu per box.

  3. Antibodi Monoklonal
    Antibodi monoklonal berupa Denosumab merupakan salah satu jenis pengobatan osteoporosis yang berfungsi untuk meningkatkan kepadatan tulang. Biaya injeksi Denosumab biasanya mulai dari Rp5 juta dan dilakukan tiap 6 bulan sekali tanpa ada batas waktu.


Biaya Pengobatan Osteoporosis

Biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan osteoporosis tergantung pada gejala yang Anda alami. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut.

  1. Untuk patah tulang akibat osteoporosis, biaya penanganannya berkisar antara Rp 80 juta - Rp100 juta.

  2. Biaya suntik hormonal berkisar antara Rp150ribu - Rp1.5 juta.

Umumnya, semakin parah gejala yang muncul, biaya pengobatannya pun semakin mahal. Oleh karena itu, pencegahan osteoporosis melalui pola hidup sehat sangat dianjurkan. Berikut ini langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan.

  1. Mengonsumsi makanan kaya kalsium, seperti olahan susu, ikan salmon, olahan kedelai, dan kacang almond.

  2. Tidak merokok dan minum alkohol.

  3. Tidak mengkonsumsi kopi secara berlebihan.

  4. Mengonsumsi suplemen dan vitamin yang dapat menghambat pengeroposan tulang.

  5. Berolahraga secara teratur.

Itulah informasi mengenai pengobatan osteoporosis. Mengingat biayanya yang tidak sedikit, penting untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini. Bagi Anda yang belum bergabung dalam asuransi, Anda bisa memanfaatkan asuransi kesehatan seperti WorldCare dari OCBC NISP yang bisa digunakan lintas negara. Keep healthy!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile