Aset Tetap: Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Contoh

11 Nov 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Yuk kenali pengertian aset tetap dalam operasi bisnis perusahaan.

Aset tetap adalah properti yang umumnya dimiliki oleh setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan usaha. Jenis aset ini bersifat jangka panjang, sehingga dipastikan tidak akan dilelang dalam waktu dekat.

Contoh aset tetap dalam perusahaan adalah barang yang bernilai sangat penting bagi perusahaan. Dalam ulasan kali ini, OCBC akan membahas tuntas mengenai pengertian, jenis, contoh, hingga karakteristik aset tetap. Yuk simak!


Pengertian Aset Tetap

Aktiva tetap atau aset tetap adalah aset jangka panjang perusahaan yang dimanfaatkan dalam kegiatan operasional. Biasanya, aset ini mendatangkan keuntungan finansial di masa depan dengan jangka waktu lebih dari setahun.

Sederhananya, aset tetap adalah properti yang merupakan harta perusahaan untuk dijadikan sumber ekonomi dalam kegiatan operasional. Jenis aset ini bersifat jangka panjang dan tidak dapat langsung dicairkan menjadi uang tunai dalam kurun waktu setahun.

Sedangkan, beberapa pengertian aset tetap menurut para ahli yaitu aktiva berwujud aktiva berwujud yang dimanfaatkan untuk operasi perusahaan dan tidak untuk diperjualbelikan pada kegiatan normal perusahaan.


Karakteristik Aset Tetap

Biasanya, karakteristik dari aset tetap adalah berbentuk fisik dan tertulis di neraca sebagai aset properti dan peralatan. Adapun properti tersebut digunakan untuk kegiatan produksi. Diantaranya sebagai berikut.

  • Dapat Disusutkan
    Aset tetap adalah jenis aset yang dapat mengalami penyusutan. Hal ini menggambarkan keausan dan juga tingkat depresiasi saat penggunaan aset tersebut.

  • Memberikan Keuntungan Finansial Jangka Panjang
    Selain itu, aset tetap adalah jenis kekayaan yang digunakan perusahaan untuk memproduksi barang dan menghasilkan keuntungan besar. Pasalnya, barang tersebut tidak dijual kepada pelanggan, melainkan disimpan dalam tujuan investasi.


Klasifikasi Aset Tetap

Dengan berbagai karakteristik yang dimiliki, membuat aset ini dibedakan menjadi beberapa jenis. Diantaranya sebagai berikut.

  • Lahan
    Salah satu aset tetap adalah lahan, baik berupa sebidang tanah kosong maupun bangunan jadi. Dalam akuntansi perusahaan, tanah dan bangunan di atas suatu lahan harus dipisahkan pencatatannya.

  • Inventaris
    Peralatan yang dianggap sebagai aset tetap adalah alat-alat besar yang dimanfaatkan dalam kegiatan perusahaan. Misalnya, inventaris pabrik, inventaris kantor, inventaris laboratorium dan inventaris gudang.


Metode Penyusutan Aset Tetap

Agar revaluasi aset tetap tidak berbeda-beda pada tiap perusahaan, maka Anda harus melakukan metode penyusutan aset tetap sesuai ketentuan yang berlaku. Berikut ini beberapa cara menghitung penyusutan aset tetap.

  1. Penyusutan Garis Lurus
    Apabila Anda menghitung penyusutan menggunakan metode garis lurus, maka Anda harus menentukan berapa perkiraan nilai residu aset pada akhir tahun pemakaian. Rumus penyusutan aset tetap adalah sebagai berikut.

    Biaya Penyusutan = (Biaya Aset - Nilai Residu Aset) / Umur Pemakaian

    Misalnya, perusahaan X ingin menjual 1 mesin produksi seharga Rp8 juta dalam waktu 5 tahun mendatang, dengan perkiraan nilai residu Rp1 juta. Jika menggunakan metode garis lurus, maka biaya penyusutan aset tetap adalah sebesar..

    Biaya Penyusutan
    = (Rp8 juta - Rp1 juta) / 5 tahun
    = Rp7 juta / 5 tahun
    = Rp1,4 juta / tahun

  2. Penyusutan Saldo Menurun Ganda
    Dibandingkan dengan metode garis lurus, penyusutan saldo menurun ganda lebih detail dan berhati-hati dalam menentukan perkiraan. Pasalnya, nominal biaya penyusutannya lebih besar hingga dua kali lipat.

    Biaya Penyusutan = Biaya Aset x (% Depresiasi Ganda)

    Dengan contoh persoalan yang sama seperti sebelumnya, jika menggunakan metode saldo menurun ganda, maka biaya penyusutan aset tetap adalah sebesar..



    Total nilai residu
    = Rp8 juta - Rp7,37 juta
    = Rp622 ribu

    Berdasarkan metode saldo menurun ganda, dalam waktu 5 tahun mendatang, mesin produksi pada perusahaan A dapat dijual dengan harga Rp622 ribu saja.

  3. Penyusutan Saldo Menurun Tunggal
    Meskipun dilakukan dengan penuh hati-hati, metode saldo menurun ganda kerap tidak sesuai ekspektasi. Maka dari itu, sebagai opsi kedua, Anda dapat menerapkan metode penyusutan saldo menurun tunggal dengan rumus sebagai berikut.

    Biaya Penyusutan = Biaya Aset x (% Depresiasi Tunggal)

    Dengan ilustrasi contoh persoalan yang sama seperti sebelumnya, jika menggunakan metode saldo menurun tunggal, maka biaya penyusutan aset tetap adalah sebesar..


    Total nilai residu
    = Rp8 juta - Rp5,67 juta
    = Rp2,3 juta

    Dengan begitu, mesin produksi pada perusahaan X dapat dijual dengan harga Rp2,3 juta karena telah melebihi perkiraan nilai residu sebesar Rp1 juta.

  4. Penyusutan Jumlah Angka Tahun
    Selanjutnya, cara perhitungan aset tetap adalah metode penyusutan jumlah angka tahun. Adapun metode ini dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut.

    Biaya Penyusutan = [Umur Pemakaian x (Biaya Aset - Nilai Residu)] / Jumlah Angka Tahun

    Dengan ilustrasi contoh persoalan yang sama seperti sebelumnya, jika menggunakan jumlah angka tahun, maka perolehan biaya penyusutannya sebesar...


    Jika perusahaan X ingin perkiraan nilai residu saat dijual adalah Rp1 juta, maka jumlah biaya depresiasi harus berada pada angka Rp7 juta.

  5. Penyusutan Satuan Hasil Produksi
    Anda dapat mengetahui perkiraan nilai depresiasi berdasarkan total barang yang diproduksi. Adapun rumus perhitungannya adalah sebagai berikut.

    Biaya Penyusutan = (Jumlah Produksi / Total Produksi Usia Ekonomis) x (Biaya Aset - Nilai Residu)

    Misalnya, perusahaan X akan menjual 1 mesin produksi seharga Rp8 juta berkapasitas produksi 100 ribu kali, dengan perkiraan nilai residu Rp1 juta. Jika menggunakan metode satuan hasil produksi, maka biaya penyusutannya yang diperoleh sebesar...

    Jika perusahaan X ingin mendapatkan nilai residu Rp1 juta, maka total biaya depresiasi haruslah berada di angka Rp7 juta.


Perolehan Aset Tetap

Aset tetap bisa diperoleh dengan cara, mulai dari pembelian aset, sistem barter surat berharga hingga donasi. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

  1. Pembelian Tunai
    Aset tetap adalah kekayaan perusahaan yang diperoleh dari hasil beli secara tunai dan dimasukkan ke dalam pembukuan anggaran perusahaan. Adapun anggaran tersebut berupa total pengeluaran agar aset dapat dipakai.

  2. Ditukar dengan Surat-surat Berharga
    Salah satu cara perolehan aset tetap adalah melalui pertukaran surat berharga, nantinya akan dimasukkan ke dalam pembukuan sesuai dengan harga pasar saham. Nilai pertukaran ini berguna untuk menjadi dasar pencatatan pendapatan aset tetap.

  3. Diperoleh dari Hadiah atau Donasi
    Selanjutnya, cara memperoleh aset tetap adalah dengan cara donasi atau transfer tanpa adanya timbal balik. Adapun biaya penyusutan yang didapatkan dihitung dengan cara yang sama seperti aset tetap lainnya.


Contoh Aset Tetap

Aset tetap dalam suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya tentu berbeda sesuai dengan kebijakan masing. Namun, umumnya yang menjadi aset tetap adalah tanah bangunan, mesin produksi, gedung perkantoran, mobil perusahaan, furniture seperti sofa, perangkat komputer, hingga alat dan mesin produksi.


Itulah tadi penjelasan mengenai pengertian aset tetap, karakteristik, contoh, dan cara mendapatkannya. Dalam berbisnis, aset tetap sangat tergantung dengan penanaman modal dari investor. Semangat berbisnis!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile