Bisnis Ritel: Pengertian, Klasifikasi, Tujuan dan Contohnya

11 Nov 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Pahami pengertian, klasifikasi, tujuan serta apa saja contoh bisnis ritel.

Di era global sekarang, bisnis ritel adalah salah satu metode marketing yang tengah populer di kalangan pengusaha. Bahkan, usaha ini dinilai sebagai bisnis paling menjanjikan dan berpotensi mendatangkan keuntungan besar.

Dengan kelebihan bisnis retail tersebut, tak sedikit pengusaha tertarik mencoba usaha ini. Bagi Anda yang berminat memulai bisnis retail, OCBC akan memberikan beberapa informasi penting mengenai klasifikasi, tips memulai hingga perijinan bisnis ritel. Yuk simak!


Apa itu Bisnis Ritel?

Pengertian bisnis ritel adalah kegiatan usaha yang melibatkan transaksi penjualan barang atau jasa kepada konsumen dalam jumlah satuan maupun eceran untuk dikonsumsi pribadi dan tidak diperjualbelikan kembali.

Kelebihan bisnis ritel adalah kegiatan perdagangan terkait penjualan barang secara langsung kepada konsumen terakhir. Adapun, semua barang dagangan tersebut akan dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga.

Selain itu, sistem kerja yang biasa digunakan pada bisnis ritel adalah menghubungkan produsen utama (grosir besar) dengan konsumen yang melakukan pembelian barang dalam jumlah kecil maupun bentuk satuan.


Fungsi Bisnis Ritel

Umumnya, hakikat bisnis ritel adalah membuat kedua pihak pembeli maupun penjual merasa diuntungkan. Hal tersebut dapat dicapai dengan memahami beberapa fungsi bisnis ritel yang sangat krusial. Berikut ini adalah beberapa fungsi ritel dalam perdagangan.


Memudahkan Konsumen untuk Mendapatkan Barang

Keuntungan dengan kehadiran bisnis ritel adalah memudahkan konsumen memperoleh barang yang diinginkan. Tanpa adanya ritel, mereka akan mengalami kesulitan dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, karena harus membeli langsung dari produsen.


Memberikan Keuntungan Bagi Produsen dan Grosir

Selain itu, manfaat lain dari bisnis ritel adalah dapat mendatangkan keuntungan bagi produsen maupun grosir. Seorang pengecer akan membeli barang dari produsen dalam jumlah banyak. Nantinya, dana tersebut dijadikan modal kembali untuk diputarkan dalam proses produksi..


Klasifikasi Bisnis Ritel

Beberapa klasifikasi bisnis ritel adalah kegiatan usaha yang dibedakan berdasarkan produk barang dagangan, aset kepemilikan, maupun lokasi penjualan. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  1. Berdasarkan Produk yang Dijual
    Berdasarkan produk yang dipasarkan, ritel dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu, product retail yang menjual barang, contohnya toko mainan. Service retail dengan penawaran jasa seperti service kendaraan. Serta, non-store retail untuk memasarkan barang menggunakan media tertentu, misalnya vending machine.

  2. Berdasarkan Kepemilikan
    Ada tiga jenis ritel yang dikategorikan berdasarkan sifat pemiliknya, yakni ritel mandiri seperti warung, toko kelontong dan ruko, waralaba seperti franchise, dan kelompok usaha seperti swalayan atau department store yang terikat dalam satu manajemen.

  3. Berdasarkan Lokasi Penjualan
    Usaha ritel juga dapat dibedakan berdasarkan lokasi penjualannya. Pengusaha yang mempunyai akses langsung ke jalan besar termasuk ke dalam jenis ritel strip mal atau lahan komersial.


Tujuan Bisnis Ritel

Pada dasarnya, tujuan bisnis ritel adalah memudahkan pelanggan untuk membeli produk dengan menyediakan persediaan yang cukup dan dikemas dalam ukuran lebih kecil. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  • Menyediakan berbagai pilihan barang sesuai keinginan pembeli.

  • Menawarkan produk barang dalam ukuran unit yang lebih kecil agar para konsumen dapat mencukupi kebutuhannya.

  • Menjadi penghubung antara distributor dengan konsumen.

  • Mengumpulkan informasi mengenai berbagai jenis barang yang menjadi kebutuhan pelanggan.


Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Usaha Ritel

Kesuksesan jalannya usaha sangat bergantung pada beberapa faktor pendukung. Adapun faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan bisnis ritel adalah lokasi strategis hingga suasana tempat usaha. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  1. Lokasi Usaha
    Faktor utama yang wajib diperhatikan dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis ritel adalah lokasi tempat usaha. Berikut ini beberapa cara untuk memilih lokasi yang tepat.

    Fasilitas umum

    Fasilitas umum yang memadai dapat menjadi pendorong minat calon pembeli untuk berbelanja di toko ritel. Misalnya, lokasi memilih lokasi yang berada di dekat sarana transportasi, baik itu terminal angkutan umum ataupun stasiun kereta.

    Peraturan/perizinan

    Perijinan bisnis ritel adalah salah satu faktor penting dalam kesuksesan kegiatan usaha. Pastikan untuk memilih lokasi yang bukan sengketa dengan mempertimbangkan beberapa peraturan berlaku.

  2. Harga yang Tepat
    Selanjutnya, faktor pendukung dari bisnis ritel adalah penetapan harga. Jika suatu toko menawarkan produk dengan harga tinggi, maka calon konsumen akan berpindah ke toko lain yang memiliki harga lebih rendah. Namun, penentuan harga terlalu murah pun dapat mengakibatkan sedikitnya perolehan keuntungan.

  3. Suasana Toko
    Komponen lain sebagai pendorong majunya bisnis ritel adalah keadaan tempat usaha. Suasana yang nyaman dapat mendorong minat calon pelanggan untuk datang ke toko Anda. Misalnya, memasang musik kekinian maupun mengatur lighting toko.


Tips Memulai Bisnis Ritel

Hal pertama dalam tahapan pengelolaan sumber daya manusia bisnis ritel adalah menerapkan beberapa tips dan strategi dalam menjalankan usaha. Diantaranya sebagai berikut.

  1. Kode Khusus
    Saat menjalankan usaha ritel, tentu akan ada ratusan barang yang harus diatur dan dipasarkan kepada calon konsumen. Anda dapat berikan beberapa kode khusus pada setiap item barang agar memudahkan Anda untuk mengingat dan memperkirakan jumlahnya.

  2. Tidak Menaruh Semua Barang di Display
    Hindari untuk menampilkan semua barang yang dijual dalam display. Pilihlah beberapa item saja yang sekiranya laku di pasaran dan sisanya dapat disimpan di gudang persediaan untuk mencegah risiko terjadinya pencurian.

  3. Sistem First In First Out
    Bagi sebagian produk yang memiliki masa kadaluarsa singkat, pastikan Anda untuk melakukan pengecekan rutin dengan sistem first in first out. Hal ini bertujuan agar tidak ada barang terbuang.


Contoh Bisnis Ritel di Indonesia

Manajemen bisnis ritel adalah sistem pelayanan konsumen dalam jumlah masif, tentunya memiliki banyak produk di dalamnya. Secara otomatis, bisnis ini terbagi menjadi beberapa jenis Berikut jenis-jenis usaha ritel yang harus Anda ketahui.

  1. Toko serba ada
    Biasanya, tujuan dibentuknya bisnis ritel adalah menyediakan berbagai produk untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari calon konsumen. Contohnya, mini-market, supermarket, dan department store.

  2. Khusus yang Menjual Satu Jenis Produk Toko
    Biasanya, usaha ritel jenis ini mempunyai beberapa kategori yang sempit namun fokus. Contohnya, showroom mobil, bengkel, restoran, toko mainan, obat, perhiasan, pakaian, dan toko buku.

  3. Pengecer Non-Toko
    Perkembangan bisnis ritel di Indonesia seiring dengan majunya teknologi saat ini. Misalnya saja menjadi pengecer non-toko. Jenis usaha ini akan memanfaatkan sarana alat komunikasi, seperti email, website, aplikasi, bahkan telepon untuk menjual produk eceran.


Itulah tadi penjelasan OCBC mengenai apa itu bisnis ritel, klasifikasi hingga contoh bisnis ritel di Indonesia. Sebagai pebisnis, penting bagi Anda untuk menentukan bisnis seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan dan disukai konsumen. Semangat berbisnis!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC NISP
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.

Download ONe Mobile