Ancaman Virus Omicron, Kemana Arah Pasar Saham?

1 Des 2021 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Dalam beberapa hari terakhir, kabar buruk seputar COVID-19 datang dari Afrika Selatan, dimana ditemukan varian baru virus COVID-19 yang bernama Omicron.

Omicron ini sedang diteliti lebih dalam oleh para peneliti, namun ada beberapa sumber menyatakan bahwa virus ini memiliki intensitas penyebaran yang jauh lebih cepat menular dari pada varian virus COVID-19 sebelumnya yaitu Alfa, Beta, dan Delta.

Penyebaran virus Omicron ini terlihat sudah mulai masuk ke berbagai negara yang telah mengkonfirmasi keberadaan dan kebenarannya, seperti Hongkong, Australia, dan Kanada dengan ditemukan 2 kasus varian Omicron di negaranya.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia secara tanggap telah melakukan pencegahan awal agar penyebaran virus Omicron ini dapat diminimalisir. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan akan memperketat pintu masuk kedatangan internasional baik di simpul transportasi udara, laut maupun darat. Penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah antisipasi Kemenhub untuk mencegah masuknya varian baru COVID-19 ke Indonesia. Ini dilakukan dengan memperketat penerapan protokol kesehatan di simpul-simpul transportasi, seperti bandara, pelabuhan, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Selain itu juga, karantina untuk kedatangan luar negeri ditambah menjadi tujuh hari.


Strategi Investasi:

Pada saat ini, dunia global kembali dikejutkan oleh munculnya mutasi virus varian baru COVID-19 bernama Omicron. Tentunya hal ini memberikan sentimen negatif terhadap bursa saham global. Belajar dari gelombang varian COVID-19 sebelumnya, disertai dengan tindakan sigap pemerintah, maka diperkirakan dampak varian baru ini terhadap pasar modal bersifat sementara. Selain itu, secara historis, sejak tahun 1999, bulan Desember memiliki probabilitas sebesar 95% untuk mencatatkan kinerja bulanan positif seiring dengan adanya window dressing, yang seringkali diikuti oleh January Effect. Dengan demikian, potensi kenaikan pasar saham domestik di bulan Desember ini akan cukup menjanjikan. Bagi Anda dengan profil risiko agresif dapat memanfaatkan koreksi yang terjadi di pasar saham sebagai momentum untuk mengakumulasi reksa dana saham untuk mengoptimalkan kinerja portofolio investasi Anda.

Source: BLOOMBERG, CNBC, CNN

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Nyala - 9 Sep 2022

Daftar Biaya Imunisasi Anak di Bidan dan Puskesmas Terbaru 2022

Baca

Edukasi, Nyala - 6 Sep 2022

15+ Situs Freelance Terbaik & Paling Besar Potensi Cuan 2022

See All

Produk Terkait

Reksa Dana

Reksa Dana

Kemudahan investasi dengan aman dan nyaman untuk masa depanmu
ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.
Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile