Homeschooling: Pengertian, Untung Rugi dan Biayanyap

3 Jan 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Apa itu homeschooling dan apa keuntungan serta kerugian homeschooling? Yuk Simak!

Pada umumnya, anak usia 4 hingga 17 tahun akan mengenyam pendidikan secara formal di sekolah untuk mendapatkan kegiatan pembelajaran. Namun, lain halnya dengan homeschooling yang melakukannya di rumah. Secara general, homeschooling adalah menyekolahkan anak di rumah.

Untuk lebih jelasnya, homeschooling adalah proses belajar dan mengajar formal secara sadar dan terarah yang dilakukan oleh orang tua atau pengajar kepada anaknya di rumah. Tapi, ada hal yang perlu sobat OCBC ketahui mengenai homeschooling. Yuk simak penjelasannya berikut ini!


Apa itu Homeschooling

Setiap orang tua tentunya ingin memberikan pendidikan dan sistem pembelajaran terbaik bagi anaknya. Tak sedikit dari mereka menganggap bahwa homeschooling adalah salah satu metode pembelajaran yang tepat untuk perkembangan akademis anak.

Ditambah lagi, homeschooling dapat membebaskan orang tua atau keluarga dalam memilih sendiri pengajar dan kurikulum yang dianggap cocok bagi anaknya. Jika Anda belum paham, homeschooling adalah kegiatan layanan pendidikan atau proses belajar mengajar pada anak yang dilakukan di rumah.


Kelebihan dan Kekurangan Homeschooling

Homeschooling adalah metode pembelajaran yang dilakukan di rumah, maka dari itu metode ini dianggap memiliki keuntungan tersendiri dibandingkan sekolah formal pada umumnya. Akan tetapi, homeschooling juga memiliki beberapa kerugian. Adapun kelebihan dan kekurangan homeschooling adalah sebagai berikut:


Kelebihan Homeschooling

Berikut kelebihan yang akan didapatkan oleh orang tua dan anak dari sistem pendidikan homeschooling.

  1. Pengajar Memberikan Perhatian Penuh Kepada Anak
    Kelebihan utama dari sistem pembelajaran homeschooling adalah pengajar akan fokus memberikan perhatian secara penuh kepada anak. Saat anak mampu mengikuti alur pembelajaran, maka ia dapat terus lanjut belajar ke tahap berikutnya. Tetapi, apabila anak tersebut kurang atau tidak memahami mengenai materi yang sudah diajarkan, ia dapat meminta pengajar untuk menjelaskan ulang materi tersebut sampai ia paham.

  2. Anak Dapat Lebih Mengasah Minat dan Bakatnya
    Masing-masing anak tentunya memiliki minat, bakat, serta kemampuan belajar yang berbeda-beda. Maka dari itu, orang tua dan anak sama-sama bisa menentukan sendiri kurikulum, metode belajar, jadwal, dan unsur sekolah lainnya menyesuaikan dengan perkembangan minat dan bakat anak. Dengan homeschooling, aktivitas belajar mengajar pun dapat lebih optimal.

  3. Orang Tua Bisa Mengawasi Anak Secara Langsung
    Selanjutnya, kelebihan dari homeschooling adalah orang tua bisa mengawasi anaknya secara langsung saat proses pembelajaran serta lingkungan pergaulannya. Dengan demikian, perkembangan akademis anak dapat diukur langsung oleh orang tua serta anak terhindar dari risiko pergaulan bebas.

  4. Waktu Sekolah yang Fleksibel
    Keuntungan berikutnya dari sistem pendidikan homeschooling adalah waktu belajar mengajar yang fleksibel. Orang tua, anak, dan pengajar bisa saling diskusi jadwal, lamanya waktu belajar, waktu istirahat, dan waktu ekstra kurikuler.

    Tak hanya itu, orang tua dan anak juga dapat menentukan sendiri mata pelajaran apa saja yang akan dipelajari atau dipraktekan dalam satu hari.

  5. Kesempatan Belajar di Banyak Tempat
    Terakhir, homeschooling bukan berarti hanya terpaku untuk belajar di rumah saja. Perlu Anda ketahui bahwa justru anak homeschooling mendapatkan lebih banyak kesempatan belajar di luar rumah seperti di museum, tempat konservasi alam, perpustakaan, tempat bersejarah, galeri seni, dan masih banyak lainnya.


Kekurangan Homeschooling

Selain kelebihan, terdapat juga beberapa kekurangan dari sistem homeschooling, di antaranya:

  1. Fasilitas Belajar Mengajar Terbatas
    Anak homeschooling umumnya tidak mendapatkan fasilitas selengkap sekolah formal untuk mendukung proses pembelajaran. Misalnya seperti laboratorium dan peralatannya, perpustakaan, peralatan olahraga, dan fasilitas lainnya.

    Hal tersebut membuat orang tua perlu merogoh kocek lebih dalam untuk bisa membeli atau menyewa fasilitas-fasilitas tersebut.

  2. Ruang Pergaulan Anak Terbatas
    Kemudian, kerugian dari homeschooling adalah ruang pergaulan dan pertemanan anak terbatas karena setiap harinya mereka hanya berinteraksi dengan orang tua, keluarga, dan pengajar.

    Guna mengatasi hal tersebut, orang tua dan penyedia homeschooling perlu mencari cara agar anaknya tetap bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sebayanya. Sebagai contoh, membentuk komunitas anak-anak homeschooling untuk belajar, berkumpul, dan bersosialisasi bersama.

  3. Tanggung Jawab Orang Tua Lebih Besar
    Meskipun sistem pengajaran homeschooling adalah kerjasama antara orang tua dan pengajar, namun peran dan tanggung jawab orang tua tentunya lebih besar ketika anaknya sekolah.

    Perlu adanya komunikasi dan tanggung jawab yang baik antara orang tua dan pengajar supaya materi dan metode belajar yang diberikan kepada anak dapat berdampak positif.


Sistem Pembelajaran Homeschooling di Indonesia

Di Indonesia sendiri, homeschooling adalah sistem pendidikan yang sudah diakui oleh pemerintah dan memiliki status hukum. Hal itu dapat dibuktikan melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Republik Indonesia No.129 Tahun 2014. Bagi Anda yang ingin menyekolahkan anaknya dengan cara homeschooling, diharuskan untuk melapor terlebih dulu ke dinas pendidikan di tingkat kabupaten atau kota terdekat.


Biaya Homeschooling

Setiap penyedia homeschooling tentunya memiliki biaya berbeda-beda, dari paling murah hingga paling mahal. Salah satu lembaga yang menawarkan biaya homeschooling murah adalah homeschooling kak Seto.


Siapa yang Membutuhkan Homeschooling?

Alasan mengapa orang tua memilih anaknya untuk sekolah melalui sistem homeschooling adalah karena kondisi tertentu. Misalnya seperti kondisi kesehatan anak yang tidak memungkinkan mengikuti sekolah formal, ketidakyakinan orang tua dengan metode pembelajaran dari sekolah formal, atau keinginan orang tua untuk lebih mendukung minat dan bakat anak agar lebih fleksibel.

Selain itu, perlu Anda ketahui bahwa beberapa kondisi anak berikut juga memerlukan metode homeschooling untuk menunjang kegiatan akademiknya, di antaranya:

  • Anak yang hiperaktif dan sulit untuk berkonsentrasi atau disebut ADHD (attention deficit hyperactivity disorder).
  • Anak yang memiliki gangguan mental seperti ketakutan dan kegelisahan berlebih atau disebut OCD (obsessive compulsive disorder).
  • Anak yang memiliki gangguan mental disleksia.

Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian, keuntungan dan kerugian, dan biaya dari homeschooling. Sebelum memutuskan homeschooling, ada baiknya diperlukan konsultasi dan diskusi antara orang tua, guru, bahkan psikolog agar metode pendidikan yang akan diberikan kepada Anak adalah yang terbaik. Semoga bermanfaat!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 25 Mei 2022

Keunggulan transaksi valas di ONe Mobile

Baca

Edukasi - 25 Mei 2022

Serba Serbi Transaksi Valuta Asing

See All

Produk Terkait

WM-Pendidikan

WM-Pendidikan

Download ONe Mobile