Kinerja Kelas Aset Investasi #10YearsChallenge

10 Jan 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Tahun 2021 merupakan masa pemulihan bagi ekonomi Indonesia yang mulai melihat perbaikan dari segi fundamental; data – data ekonomi secara garis besar mencatatkan kenaikan yang stabil. Bagaimana dengan kinerja aset keuangan?

Dengan retorika ekonomi dan pasar modal yang dinamis, tentunya tidak ada aset yang memiliki kinerja terbaik terus menerus. Kinerja kelas aset manakah yang mengalami kinerja terbaik?



Terlihat kelas aset saham menempati kinerja terbaik di antara aset keuangan di 2021. Penguatan ini dipimpin oleh saham – saham berkapitalisasi kecil dan menengah. Indeks saham berkapitalisasi kecil – menengah, IDX SMC Composite, mencatat kenaikan yang fantastis sebesar 28.59% sepanjang tahun 2021. Sedangkan saham – saham paling likuid (LQ45) melemah sebesar 0.37%. Secara keseluruhan, kinerja pasar saham tahun 2021 meningkat dibandingkan 2020, yang mencerminkan adanya pemulihan ekonomi.

Pasar obligasi menduduki peringkat kedua dengan penguatan sebesar 5.52%. Penguatan aset pendapatan tetap seperti obligasi memang tidak sebesar tahun 2020, namun tetap berhasil menguat. Pasar obligasi masih akan terus didukung oleh tingkat imbal hasil riil yang relatif lebih tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya.

Setelah obligasi, deposito tentu juga akan memberikan keuntungan yang stabil bagi seorang investor. Seiring dengan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia ke level 3.50% di awal tahun 2021, bunga deposito pun tentu akan turun; sepanjang tahun 2021 berada di rata – rata 3.7% (gross).

Kelas aset emas yang identik dengan aset aman atau safe haven melemah di 2021. Setelah mencetak kinerja terbaik dua tahun berturut-turut, harga emas melemah 4.41% di 2021. Sentimen risk-on investor seiring dengan pemulihan ekonomi, mendorong investor beralih ke aset yang lebih berisiko seperti saham.

Sektor properti melanjutkan pelemahan di 2021, sehingga properti memiliki kinerja terburuk selama dua tahun berturut-turut. Para pelaku bisnis yang menahan ekspansi dan masyarakat yang menunda pembelian properti mengakibatkan tertekannya sektor properti di 2021.

Melihat kinerja historis selama 10 tahun, terlihat tidak ada satu kelas aset yang mencetak kinerja terbaik ataupun terpuruk terus menerus. Hal ini dikarenakan pergerakan pasar modal yang dinamis, yang mengikuti arah pertumbuhan ekonomi, maupun mengantisipasi pergerakan sebagai leading indicator seperti pasar saham dan obligasi. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memiliki horison investasi jangka panjang dan melakukan alokasi aset serta diversifikasi untuk mengoptimalkan return dan mengelola risiko.

Story for your Inspiration

Baca

Daily Update, Edukasi - 4 Jul 2022

Pusing Tujuh Keliling, Kartu Kredit Dibobol Maling!

Baca

Daily Update, Edukasi, Tips & Trick - 28 Jun 2022

Hati-Hati Dering Jelang Tengah Malam

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

ONe Mobile
ONe Mobile

ONe Mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama ONe Mobile yang baru.
Reksa Dana

Reksa Dana

Kemudahan investasi dengan aman dan nyaman untuk masa depanmu

Download ONe Mobile