Apa itu ARA dan ARB saham? Pengertian, Manfaat, dan Tips

24 Jan 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Sistem ARA dan ARB saham dibuat untuk mengontrol harga saham. Simak detailnya!

Kegiatan jual-beli saham tentu identik dengan pergerakannya yang fluktuatif. Berdasarkan kondisi ini, saham dibagi menjadi dua jenis, yaitu Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB). Saham ARA dan ARB adalah pengelompokan berdasarkan fluktuasi harga saham pada periode waktu tertentu.

Pengelompokan ini tidak bersifat tetap, namun sesuai pergerakan dari saham itu sendiri. Lalu sebenarnya, apa itu ARB dan ARA? Simak penjelasan lengkapnya dan pahami perbedaan saham ARA dan ARB.


Pengertian ARA dan ARB saham

Definisi ARA dan ARB saham masih jarang diketahui, terutama oleh investor pemula. Padahal mengetahui indikator saham dalam kedua kelompok ini akan membantu memilih saham untuk dibeli. Berikut penjelasannya:


Apa itu ARA saham?

APA merujuk pada kepanjangan Auto Rejection Atas yang artinya mengarah pada saham dengan kondisi harga naik secara signifikan. Kenaikan ini bahkan melebihi batas atas dari ketetapan Bursa Efek Indonesia (BEI). Oleh karena itu, ketika suatu saham terus mengalami peningkatan melebihi batas atas tadi, maka hal tersebut telah masuk pada kondisi ARA saham.

Mengetahui saham yang berada di kondisi ARA adalah hal mudah. Terdapat karakteristik khas dari sebuah saham ARA. Ciri-ciri ini mengacu pada kolom jual (offering) yang tidak menunjukkan adanya antrian order. Selain itu, investor juga dapat melakukan perhitungan untuk mengetahui ARA saham.

Misalnya, sebuah saham di tutup pada harga Rp 4000 dan batasan Auto Rejection Atas untuk harga saham tersebut sebesar 25%. Dengan demikian, harga saham tersebut hanya boleh mengalami kenaikan maksimal ARA adalah:

Rp 4.000 + (Rp 4.000 x 25%) = Rp 5.000

Berdasarkan perhitungan di atas, maka harga Rp 5000 adalah batasan saham tersebut. Sehingga, jika saham melampaui batas harga Rp 5000, maka akan dinyatakan masuk dalam ARA saham.


Apa itu ARB saham?

ARB adalah kondisi yang menggambarkan harga suatu saham saat mengalami penurunan secara bertahap dan signifikan dalam periode waktu tertentu. Pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah menetapkan batasan untuk ARB saham. Suatu saham yang terus mengalami penurunan, maka akan dikategorikan sebagai ARB.

Selain itu, salah satu karakteristik jelas dari ARB adalah tidak ditemukannya indikator order pada antrian kolom beli saham. Penurunan harga secara signifikan tentu akan mempengaruhi nilai beli dari saham itu sendiri. Selain itu, penentuan saham ARB juga bisa dilakukan melalui perhitungan.

Misalnya, sebuah saham ditutup pada harga Rp 5000 batasan ARB adalah sebesar 7%. Dengan demikian, harga saham tersebut hanya boleh mengalami kenaikan maksimal ARB adalah:

Rp 5.000 - (Rp 5.000 x 7%) = Rp 4.650

Berdasarkan perhitungan di atas, maka harga Rp 4.650 adalah batasan saham tersebut. Sehingga, jika saham berada di bawah dan melampaui batas harga Rp 5000, maka akan dinyatakan masuk dalam ARB saham.


Batas ARA dan ARB

Pada dasarnya, harga penawaran atau harga beli suatu saham adalah besaran yang masih berada dalam rentang harga tertentu. Oleh karena itu, jika anggota bursa mengajukan atau memasukkan harga di luar batas yang telah disepakati, secara otomatis akan ditolak (auto rejection). Peraturan ketentuan batasan ARA dan ARB adalah Keputusan Direksi Nomor Kep-00023/BEI/03-2020:



Penentuan batasan harga untuk ARA dan ARB berpedoman pada sejumlah faktor, yaitu:

  • Faktor untuk menentukan batasan harga ARA dan ARB adalah harga terakhir pada penutupan di hari sebelumnya untuk saham yang sudah diperjual-belikan di BEI;
  • Harga teoritis hasil tindakan korporasi untuk saham perusahaan/emiten yang melakukan aksi korporasi;
  • Harga perdana untuk saham perusahaan/emiten yang pertama kali dibuka untuk umum dan diperdagangkan di BEI;
  • Nilai pasar wajar yang telah ditetapkan oleh penilai usaha seperti diatur di Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

Manfaat ARA dan ARB saham

Secara sederhana, sebuah batasan dibuat untuk mengontrol sesuatu agar tidak mengalami perubahan yang terlalu ekstrim. Hal serupa juga dilakukan untuk membatasi pergerakan harga saham di pasar saham. Manfaat penetapan ARA dan ARB adalah memastikan bahwa setiap pergerakan harga saham masih dalam batas wajar atau normal.

Dalam kata lain, tujuan ditetapkannya ARA dan ARB adalah memastikan bahwa harga suatu saham tidak mengalami kenaikan terlalu tinggi atau penurunan yang terlalu rendah. Sehingga, penyebaran harga saham dapat lebih terkontrol tanpa ada beberapa yang terlalu melambung tinggi dan saham lainnya jatuh ke nilai paling rendah.

Berikut penjelasan manfaat ARA dan ARB saham baik bagi investor maupun perusahaan:

Bagi investor

Manfaat umum adanya ARA dan ARB saham adalah memberikan peluang, baik bagi investor maupun trader untuk memperoleh keuntungan lebih. Bagi seseorang dengan kemampuan analisa dan strategi matang, adanya ARA dan ARB memberikan jaminan bahwa harga saham akan berada pada tarif normal dalam periode yang telah ditentukan. Hal ini tentu menjadi manfaat tersendiri supaya harga saham menjadi lebih terkontrol.

Bagi perusahaan

Selain bagi investor dan trader, adanya sistem ARA dan ARB adalah sebuah jaminan tersendiri. Pasalnya, ketentuan auto rejection ini akan melindungi nilai saham sebuah emiten sehingga tidak anjlok pada nilai paling rendah. Jika harga saham tidak memiliki batasan, terutama dalam konteks ini adalah batasan bawah, maka resiko kerugian akan lebih tinggi bagi sebuah perusahaan.


Tips sebelum membeli saham kategori ARA dan ARB saham

Pergerakan saham adalah sesuatu yang sulit diprediksi. Bahkan dengan menggunakan sejumlah teknik analisis, hal-hal tak terduga sering menjadi faktor naik atau turunnya harga saham. Oleh karena itu, terdapat beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan bahkan sebelum membeli saham dengan status ARA.

Tips yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli saham dengan status ARA dan ARB adalah:

  1. Mengamati harga tawar
    Tips pertama sebelum memilih saham ARA dan ARB adalah melakukan analisis harga tawar dengan harga wajar. Tidak bisa dipungkiri bahwa harga adalah hal pertama yang menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, pastikan untuk mengetahui harga wajar dari suatu emiten sebelum membeli saham ARA atau ARB.

  2. Mengetahui 'Market cap' dari saham yang diminati
    Selanjutnya, indikator kedua sebelum membeli saham ARA dan ARB adalah memeriksa Market cap emiten yang diminati. Market cap merujuk pada besaran dana untuk membeli keseluruhan saham dari perusahaan tersebut. Semakin besar market cap perusahaan, maka nilai fundamentalnya semakin baik.

  3. Analisis prospek perusahaan di masa mendatang
    Melakukan pengecekan dan analisis prospek emiten yang diminati di masa mendatang juga menjadi poin penting. Hal ini bermanfaat untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut akan masih mampu mempertahankan eksistensinya di masa depan. Hindari membeli saham hanya karena harganya yang melambung tinggi tanpa mempertimbangkan prospek dan tujuan investasi.

  4. Analisis fluktuasi saham ARA dan ARB secara rutin
    Pada umumnya, saham dengan status ARA dan ARB adalah saham yang diminati investor atau trader berpengalaman. Melalui sistem ini, mereka bisa lebih mempertimbangkan pergerakan harga dari sebuah saham. Meski demikian, mengeceknya secara berkala tetap penting untuk menghindari resiko kerugian besar.

  5. Analisis kemampuan emiten dalam menghasilkan laba
    Hal terakhir yang bisa dilakukan sebelum membeli saham ARA dan ARB adalah memastikan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan kinerjanya untuk menghasilkan keuntungan. Jika, sebuah perusahaan memperoleh keuntungan secara signifikan, maka para pemegang saham juga akan mendapatkan dividen. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset ini sebelum membeli saham sebuah emiten.


Nah, itu dia pembahasan mengenai ARA dan ARB saham. Jika, ARA adalah kondisi saham yang mengalami kenaikan, maka ARB adalah status saham saat mengalami penurunan secara signifikan. Jadi, memahami apa itu ARB dan ARA akan membuat investasi menjadi lebih nyaman dan aman.


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Reksa Dana

Reksa Dana

ONe Mobile

ONe Mobile

Download ONe Mobile