Apa itu Volatilitas? Pengertian, Jenis, Penyebab & Pengaruhnya

26 Jan 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Apa itu volatilitas? Berikut pengertian, penyebab, jenis, dan cara menghitungnya (80)

Bagi Anda para investor, tentunya sudah sering mendengar berbagai istilah penting seperti volatility atau volatilitas. Namun sebenarnya, apa itu volatilitas? Nah, volatilitas adalah sebuah frasa yang sering dikaitkan dengan ketidakpastian atau risiko atas perubahan harga pada pasar modal. Tapi, apa benar volatilitas selalu buruk?

Agar lebih paham apa itu volatilitas, berikut penjelasan lengkapnya mulai dari pengertian, penyebab, jenis dan cara menghitungnya yang telah OCBC rangkum khusus untuk Anda.


Apa itu Volatilitas

Pengertian volatilitas adalah ukuran perubahan statistik suatu harga sekuritas dalam periode tertentu. Istilah ini akan sangat sering Anda temui jika berinvestasi pada instrumen saham atau valuta asing.

Sebutan lain untuk volatilitas adalah market mood, karena tinggi rendahnya tingkat volatilitas dapat mempengaruhi pergerakan harga di pasar. Semakin tinggi nilainya, maka semakin cepat pula pergerakan atau perubahannya.

Selain itu, volatilitas dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan peluang maupun risiko, namun tetap bukan patokan yang pasti. Dalam hal ini, volatilitas erat kaitannya dengan beta dan deviasi standar.

Volatilitas saham adalah hasil perhitungan deviasi standar tahunan yang ditujukan untuk mengukur risiko saham pada periode berikutnya. Ini dikarenakan adanya perbedaan jumlah transaksi dan menyebabkan perubahan harga saham dalam waktu singkat.

Jika Anda adalah seorang trader yang ingin mendapat keuntungan dari transaksi saham dalam waktu singkat, Anda dapat memilih saham dengan volatilitas tinggi sebab harganya lebih berpotensi untuk naik, walaupun risikonya juga tinggi.


Penyebab Terjadinya Volatilitas

Beberapa penyebab terjadinya volatilitas adalah sebagai berikut.

  1. Faktor Sektor dan Industri
    Penyebab pertama volatilitas adalah faktor sektor dan industri, di mana ketika peraturan pemerintah semakin banyak serta mengikat pada industri tersebut, maka harga saham berpotensi untuk jatuh.

    Ini dikarenakan perusahaan harus meningkatkan kepatuhannya, serta pengeluaran biaya untuk karyawan berdasarkan ketentuan tersebut tentu mempengaruhi pendapatan di masa yang akan datang.

    Beberapa kegiatan pengumuman dari industri sekuritas juga bisa menjadi faktor penyebab volatilitas, seperti pembatasan atau penundaan trading, laporan pertemuan tahunan, insider trading, dan lain-lain.

  2. Faktor Ekonomi dan Politik
    Seperti yang disebutkan tadi, pemerintah dalam pembuatan kebijakan, perjanjian perdagangan, hingga undang-undang tentu akan mempengaruhi ekonomi termasuk terjadinya volatilitas.

    Hal lain dari sektor ekonomi yang ikut mempengaruhi volatilitas adalah angka belanja konsumen, data inflasi, laporan pekerjaan bulanan, perubahan suku bunga tahunan, perubahan kurs valas, dan sebagainya.

    Selain ekonomi, sektor politik juga ikut mempengaruhi terjadinya volatilitas, seperti isu-isu HAM, lingkungan hidup, hingga pelaksanaan pemilu.

  3. Kinerja Perusahaan
    Tak hanya dari sektor-sektor saja, penyebab dari terjadinya volatilitas adalah bisa juga dari kegiatan masing-masing perusahaan.

    Dengan kata lain, volatilitas dapat terjadi pada perusahaan tertentu saja tergantung kondisi perusahaan tersebut. Misalnya, peluncuran produk baru mendapat hasil baik, peningkatan pendapatan perusahaan, dan sebagainya.

    Berita-berita positif membuat kepercayaan investor meningkat, lalu ketika banyak yang membeli saham perusahaan tersebut, harganya pun ikut meningkat. Sebaliknya, apabila ada berita atau isu negatif perusahaan maka akan menurunkan harga sahamnya.

  4. Pengumuman Kerjasama
    Faktor lain yang menjadi penyebab volatilitas adalah adanya pengumuman kerjasama, baik penggabungan atau merger, akuisisi, atau diversifikasi dimana hal tersebut akan memberikan pengaruh pada jumlah kekayaan perusahaan terkait.


Mengapa Volatilitas Dapat Menentukan Peluang Profit?

Seperti penjelasan di awal, volatilitas adalah market mood, dimana semakin tinggi volatilitasnya, maka semakin cepat pula perubahan harga pasarnya. Maka dari itu, volatilitas dapat digunakan untuk mengukur peluang di masa depan.

Lebih lengkapnya mengapa volatilitas bisa menentukan peluang profit adalah sebagai berikut.

  1. Profit berbanding lurus dengan risiko
    Pastinya Sobat OCBC sudah tidak asing dengan istilah high risk high return, bukan? Artinya, jika tingkat volatilitas tinggi, peluang Anda mendapat profit pun lebih besar karena adanya lonjakan dari harga penutup sebelumnya. Namun, hal ini berbanding lurus dengan risiko yang tinggi sebab pergerakan harga semakin cepat.

  2. Gunakan stop loss
    Ketika Anda tahu jika profit berbanding lurus dengan risiko, maka setelahnya Anda dapat menggunakan stop loss pada tingkat lebih rendah dari target profit.

  3. Fundamental mempengaruhi volatilitas
    Karena volatilitas dipengaruhi berbagai faktor, umumnya para broker akan memberikan kalender ekonomi yang memuat jadwal-jadwal tertentu, seperti jadwal rilis data atau event. Hal ini akan bisa membantu Anda untuk memperkirakan peluang profit investasi.


Jenis Volatilitas

Volatilitas dibagi menjadi beberapa jenis, berikut di antaranya.

  1. Volatilitas Saham
    Volatilitas saham adalah jenis volatilitas yang dapat dilihat dari hasil pengukuran beta. Jika harga saham memiliki beta kurang dari 1.0, maka saham tersebut sulit mengalami perubahan harga. Dengan kata lain, bila suatu harga saham memiliki beta lebih dari 1.0, maka dapat dikatakan harga saham tersebut kurang stabil.

  2. Volatilitas Harga
    Jenis kedua dari volatilitas adalah gejolak harga yang dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu musiman, cuaca, dan emosi.

  3. Volatilitas Pasar
    Berikutnya, jenis volatilitas adalah volatilitas pasar. Pengertian volatilitas pasar yaitu tingkat perubahan harga pasar dalam sektor apapun, termasuk pasar saham, valuta asing, dan komoditas.

    Adanya peningkatan volatilitas pasar identik sebagai pertanda bahwa kondisinya sedang ada di dasar atau puncak pasar sudah dekat. Pada kondisi seperti ini biasanya investor akan membuat keputusan berdasarkan strategi investasi mereka sendiri.

  4. Volatilitas Historis
    Jenis volatilitas historis mengacu pada banyaknya volatilitas suatu efek dalam setahun terakhir. Dengan kata lain, jenis ini menunjukkan variasi harga saham selama satu tahun terakhir. Jika saham mempunyai banyak variasi harga, maka dapat disimpulkan bahwa saham tersebut memiliki volatilitas tinggi.

  5. Volatilitas Tersirat
    Jenis terakhir volatilitas adalah tersirat atau implied volatility, yaitu suatu gambaran seberapa besar volatilitas dari suatu saham pada masa yang akan datang menurut para trader. Acuan yang dipakai trader untuk memprediksi tingkat volatilitas adalah dari tingkat permintaan dan penawaran saham tersebut.


Cara Menghitung Volatilitas

Sederhananya, cara menghitung volatilitas adalah menggunakan perhitungan deviasi standar selama periode tertentu. Langkah-langkah untuk menghitung volatilitas adalah sebagai berikut.

  1. Mengumpulkan harga saham periode sebelumnya lalu hitung rata-ratanya.
    Misalnya, cara menghitung volatilitas harga saham bulan ke-1 hingga ke-5 secara berurutan adalah $5, $9, $4, $10, dan $15. Maka rata-ratanya adalah, ($5 + $9 + $4 + $10 + $15) : 5 = $8.6

  2. Hitunglah selisih dari setiap harga saham dengan rata-rata tadi.
    $5 - $8.6 = -$3.6
    $9 - $8.6 = $0.4
    $10 - $8.6 = $1.4
    $15 - $8.6 = $6.4

  3. Setelah ditemukan hasil selisihnya, kuadratkan, kemudian jumlahkan.
    (-$3.6)^2 = $12.96
    $0.4^2 = $0.16
    $1.4^2 = $1.96
    $6.4^2 = $40.96
    Total = $56.04

  4. Jumlah kuadrat selisih tadi lalu dibagi dengan jumlah kumpulan harga saham, hasilnya disebut varians.
    Varians = $56.04/5 = 11.208

  5. Kemudian, hitunglah akar kuadrat dari varians tadi.
    Deviasi standar = √(11.208 )= 3.35


Itu dia penjelasan mengenai apa itu volatilitas dan hal seputarnya. Sejatinya, volatilitas tidak selalu berarti buruk serta masih bisa dimanfaatkan oleh Anda sebagai investor. Maka dari itu, memahaminya dengan baik dapat membantu Anda dalam menentukan investasi mana yang terbaik untuk Anda. Semoga artikel ini bermanfaat ya Sobat OCBC!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

ONe Mobile

ONe Mobile

Reksa Dana

Reksa Dana

Download ONe Mobile