Defisit Anggaran: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

26 Jan 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Apa itu defisit anggaran? Ini definisi, penyebab, dampak, dan cara mengatasinya! (80 ctr)

Pernah dengar peribahasa lama “besar pasak daripada tiang”? Ya, ungkapan tersebut merujuk pada defisit anggaran. Defisit anggaran adalah hal umum yang biasa terjadi kepada siapa saja baik individu, pebisnis, hingga negara.

Jika tidak segera diatasi, dampak defisit anggaran tentunya akan merugikan pihak yang mengalaminya. Maka dari itu, OCBC telah merangkum penjelasan mengenai defisit anggaran, penyebab, hingga cara mengatasinya berikut ini.


Apa itu Defisit Anggaran?

Defisit anggaran adalah situasi yang terjadi ketika pengeluaran lebih banyak daripada pendapatan. Jika terjadi defisit, maka harus segera ditangani agar tidak berakhir menjadi utang.

Sementara utang apabila tidak segera dilunasi akan bertambah berkali-kali lipat. Peningkatan tersebut bisa berasal dari bunga hutang dan meningkatnya suku bunga.

Ketika mengalami defisit, kreditur merasa takut jika debitur akan sulit mengumpulkan dana dan dikhawatirkan tidak mampu melunasi hutangnya. Sehingga kreditur bisa saja menaikkan suku bunga lebih tinggi seiring risiko hutang tidak dilunasi juga semakin tinggi.

Jadi, ketika suatu bisnis atau perusahaan mengalami defisit, hal tersebut akan mempengaruhi tingkat kredibilitas dan kepercayaan kreditur atau pemberi pinjaman.


Penyebab Defisit Anggaran

Lalu, sebenarnya apa penyebab defisit anggaran? Sejatinya, ada banyak hal yang bisa menyebabkan seseorang atau kelompok mengeluarkan lebih banyak uang, seperti gaya hidup konsumtif dan boros.

Selain itu, peristiwa-peristiwa tak terduga seperti tiba-tiba kehilangan pekerjaan atau akibat terjadinya bencana yang membutuhkan banyak biaya juga dapat menjadi penyebab defisit anggaran.

Sehingga bisa dikatakan defisit anggaran adalah suatu kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja, baik skala kecil maupun skala besar seperti negara.

Ditambah lagi ketika tidak memiliki manajemen keuangan atau hutang yang baik, hal tersebut bisa meningkatkan peluang pengeluaran lebih besar dari pemasukan.

Namun, untuk kasus defisit anggaran negara bukanlah suatu hal yang baru. Itu karena pemerintah memang secara sengaja membuat akun tersebut dalam anggaran tahunan sesuai kebijakan fiskal ekspansif.

Ini disebabkan pengeluaran pemerintah dianggap sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, seperti menciptakan lapangan kerja baru, pemotongan pajak, dan sebagainya.


Baca Juga:

Baca juga: Apa itu Capital Budgeting? Arti, Manfaat, Metode, & Contoh

Dampak Defisit Anggaran

Setelah mengetahui apa itu defisit anggaran dan penyebabnya, tentunya juga ada beberapa dampak yang ditimbulkan, di antaranya:

  1. Individu atau Keluarga
    Dalam skala kecil seperti individu atau keluarga, dampak defisit anggaran adalah kreditur akan menagih debitur untuk melunasi hutangnya melalui berbagai cara, seperti menelepon atau mendatangi langsung ke rumah debitur terkait.

    Kasus tersebut juga akan menurunkan nilai kredit sehingga akan menyulitkan pengajuan kredit di periode selanjutnya.

  2. Bisnis atau Perusahaan
    Selanjutnya pada suatu bisnis atau perusahaan, dampak defisit anggaran adalah terjadinya junk bonds, yaitu ketika peringkat obligasi perusahaan merosot sehingga mereka akan mendapat suku bunga lebih besar untuk bisa mendapatkan kredit.

    Dampak paling parah dari defisit anggaran adalah ketika bisnis atau perusahaan tersebut pada akhirnya gulung tikar dan menyatakan bahwa mereka pailit.

  3. Pemerintah
    Sedikit berbeda dengan skala kecil dan bisnis, dalam pemerintahan, defisit anggaran justru dianggap menguntungkan bagi masyarakat atau wajib pajak.

    Hal tersebut dikarenakan pemerintah ingin terus menjadi pilihan favorit rakyat, oleh sebab itu mereka cenderung membelanjakan anggaran sebanyak mungkin untuk menyediakan berbagai layanan. Namun, dampak defisit anggaran adalah hutang negara menumpuk.


Cara Mengatasi Defisit Anggaran untuk Bisnis

Setelah mengetahui pengertian hingga dampak defisit anggaran, tentunya tidak seorang pun ingin mengalaminya, bukan? Termasuk dalam kehidupan atau bisnis Anda. Maka dari itu, Anda perlu cermat dan paham bagaimana cara mengatasi defisit anggaran.

OCBC telah merangkum beberapa cara mengatasi defisit anggaran, yaitu sebagai berikut:

  1. Awasi dan Catat Anggaran
    Cara pertama untuk mengatasi defisit anggaran adalah dengan mengawasi dan mencatat semua kegiatan transaksi Anda, baik pemasukan maupun pengeluaran. Hal tersebut akan mempermudah Sobat OCBC dalam mengontrol anggaran.

    Nantinya, lewat catatan tersebut Anda juga akan bisa melihat dan melakukan penyesuaian terhadap anggaran jika diperlukan. Anda pun dapat membagi skala prioritas apa saja yang terpenting serta harus dibayarkan terlebih dulu pada periode tersebut, misalnya gaji karyawan, tagihan listrik, air, dan lain-lain.

  2. Batasi Pengeluaran
    Membatasi pengeluaran tentunya akan membantu Anda dalam mengatasi atau bahkan mencegah terjadinya defisit anggaran. Oleh karena itu, mulailah untuk mengurangi berbagai pengeluaran yang tidak perlu dan bukan termasuk prioritas.

    Misalnya, melakukan penghematan atau bahkan meniadakan beberapa acara hiburan maupun fasilitas yang bukan prioritas. Selain itu, pengurangan jam kerja, gaji, hingga menghilangkan beberapa posisi juga bisa membatasi pengeluaran.

    Jika memang tidak ada jalan lain lagi dan harus mengurangi jumlah karyawan, maka Sobat OCBC dapat menghilangkan staf pada bagian-bagian yang tidak terlalu penting dalam laju operasional perusahaan. Sehingga, bisnis tetap berjalan lancar walau kehilangan beberapa personil.

  3. Siapkan Dana Darurat
    Dana darurat merupakan salah satu hal penting dan cukup krusial bagi suatu bisnis. Dana darurat ditujukan untuk mencegah atau membantu mengatasi jikalau tiba-tiba terjadi defisit di masa yang akan datang.

    Hal tersebut juga dapat dijadikan alternatif ketika para investor menolak untuk membantu dan memberikan pinjaman saat perusahaan Anda mengalami defisit.

    Dana darurat tersebut bisa didapat dari dana pribadi pemilik atau keuntungan perusahaan yang disisihkan setiap bulannya.

  4. Tingkatkan Pendapatan
    Cara terakhir untuk mengatasi defisit anggaran adalah meningkatkan pendapatan. Selain dengan membatasi pengeluaran, Anda juga bisa menarget naiknya pendapatan pada periode berikutnya.

    Pastikan strategi untuk meningkatkan pendapatan tetap realistis dan sudah dilengkapi berbagai uraian rencana khusus bagaimana Anda akan mencapai target.

    Selain itu, pastikan pula strategi tersebut memiliki tujuan jelas dan dapat diukur. Sertakan juga tindakan apa yang harus diambil ketika semisal rencana itu tidak berhasil dicapai sesuai jangka waktu tertentu sesuai ketentuan awal.


Itulah informasi seputar defisit anggaran yang perlu Sobat OCBC pahami. Defisit anggaran adalah awal dari pemborosan. Mengatasinya dengan segera akan menghindarkan Anda pada masalah lebih besar dalam jangka panjang. Maka dari itu, anggarkan keuangan sedini mungkin secara seksama ya!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

ONe Mobile

ONe Mobile

Download ONe Mobile