Best vs Worst Performing Asset Class in 2021

2 Feb 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Kenaikan kinerja pasar saham di tahun 2021 terlihat cukup fantastis, dibandingan kinerja tahun sebelumnya. Tidak dapat dipungkiri, ekonomi Indonesia secara fundamental memang terlihat perbaikan secara garis besar, meskipun pemerintah sempat menarik rem dengan menerapkan PPKM darurat Jawa-Bali untuk menekan penambahan kasus positif akibat varian Delta.

Apakah di tahun 2021, hanya pasar saham saja mencatakan kinerja yang positif?


Mari kita lihat kelas aset mana yang juga mencatatkan kinerja positif:

  1. ID Small Caps: +28.59%
  2. IHSG: +10.08%
  3. Obligasi: +5.52%

Sedangkan kelas aset berikut ini, mencatatkan kinerja yang negatif:

  1. Properti: -11.43%
  2. Emas: -4.41%
  3. LQ45 Index: -0.37%

Terlihat kelas aset saham menempati kinerja terbaik di antara aset keuangan di 2021. Penguatan ini dipimpin oleh saham – saham berkapitalisasi kecil dan menengah. Indeks saham berkapitalisasi kecil – menengah, IDX SMC Composite, mencatat kenaikan yang fantastis sebesar 28.59% sepanjang tahun 2021. Sedangkan saham – saham paling likuid (LQ45) justru melemah sebesar -0.37%. Secara keseluruhan, kinerja pasar saham tahun 2021 meningkat dibandingkan 2020, yang mencerminkan adanya pemulihan ekonomi.

Pasar obligasi menduduki peringkat kedua dengan penguatan sebesar 5.52%. Penguatan aset pendapatan tetap seperti obligasi memang tidak sebesar tahun 2020, namun tetap berhasil menguat. Pasar obligasi masih akan terus didukung oleh tingkat imbal hasil riil yang relatif lebih tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya.

Sektor properti melanjutkan pelemahan di 2021, sehingga properti memiliki kinerja terburuk selama dua tahun berturut-turut. Para pelaku bisnis yang menahan ekspansi dan masyarakat yang menunda pembelian properti mengakibatkan kembali tertekannya sektor properti di 2021.

Aset emas setelah memimpin kinerja selama 2 tahun berturut-turut di 2019 dan 2020, merosot ke teritori negatif, dengan mencatat kinerja tahunan di -4.41%. Daya tarik emas sebagai aset safe-haven memudar dengan adanya pemulihan ekonomi setelah mengalami kontraksi di 2020.

Berputarnya roda ekonomi mengakibatkan kinerja yang berbeda pada kelas aset. Tidak ada satu kelas aset yang akan memiliki performa terbaik selamanya. Oleh karena itu, sebagai investor, penting untuk melakukan aset alokasi dan diversifikasi. Never put all your eggs in one basket. Selamat berinvestasi!

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

ONe Mobile

ONe Mobile

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile