Kompensasi Adalah: Pengertian, Jenis & Tujuannya di Perusahaan

2 Feb 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Apa artinya kompensasi? Ini 3 jenis dan tujuannya dalam perusahaan. Yuk simak!

Kompensasi adalah suatu istilah ketenagakerjaan yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi karyawan perusahaan. Biasanya, pimpinan akan memberikan sebuah kompensasi dalam suatu situasi atau karena adanya alasan tertentu. Misalnya saja saat seorang karyawan telah mencapai target maupun goals yang telah ditentukan.

Lalu, apa tujuan sebenarnya diadakan kompensasi di perusahaan? Agar tidak bingung, langsung simak penjelasannya dalam artikel berikut yuk!


Apa itu Kompensasi?

Meskipun sering kita temui dalam kehidupan sehari-sehari, sebagian besar orang belum mengerti apa artinya kompensasi yang diberikan satu pihak. Kebanyakan masyarakat mengira istilah ini identik dengan ganti rugi, padahal maknanya jauh lebih luas.

Dalam dunia kerja, kompensasi adalah imbalan yang diberikan kepada karyawan sebagai bentuk penghargaan kepadanya karena telah membantu pengembangan perusahaan. Bentuknya tidak harus uang atau gaji, namun bisa juga berupa cuti, tunjangan, maupun insentif. Dengan demikian, semangat pekerja untuk terus berada di performa terbaiknya akan terjaga.


Bentuk Kompensasi

Terdapat beberapa bentuk kompensasi dari perusahaan untuk para pekerjanya, baik yang diberikan secara merata atau tergantung kepada performa masing-masing. Bentuk-bentuk kompensasi tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Gaji
    Salah satu bentuk kompensasi adalah gaji. Nah, imbalan satu ini diterima oleh semua karyawan, hanya saja besar kecilnya berbeda, tergantung pada perjanjian kerja dan jabatan mereka. Perhitungan nominal gaji tiap karyawan biasanya dihitung menurut jam atau hari dan kemudian diakumulasi untuk diberikan sebulan sekali.

    Di luar gaji pokok, salah satu bentuk kompensasi adalah uang lembur. Adapun cara menghitung upah lembur sejam yakni mengalikan 1/173 dengan upah sebulan.

  2. Tunjangan
    Selanjutnya, bentuk kompensasi adalah tunjangan, yakni imbalan dalam hal-hal tidak berwujud seperti asuransi. Tujuan pemberiannya yakni sebagai upaya melindungi hak-hak dasar para pekerjanya sekaligus menjadi nilai plus perusahaan.

  3. Insentif
    Imbalan selanjutnya yang diberikan sebagai kompensasi adalah insentif, yakni tambahan gaji sebagai penghargaan atas peningkatan produktivitas pekerja. Misalnya ketika terjadi kenaikan penjualan atau keuntungan.

  4. Fasilitas
    Fasilitas juga termasuk ke dalam kompensasi yang diberikan pengusaha kepada pekerjanya. Contohnya adalah mobil kantor, area olahraga, atau membership tertentu sesuai dengan kemampuan perusahaan.


Manfaat Kompensasi

Selain merupakan wujud penghargaan pengusaha kepada kinerja karyawannya, beberapa manfaat kompensasi adalah sebagai sarana penyemangat mereka dalam bekerja. Biasanya, ketika perusahaan menetapkan target disertai insentif tertentu, produktivitas para pekerja akan semakin meningkat. Dengan demikian, proses bisnis bisa berjalan lancar.

Di samping itu, kompensasi adalah suatu nilai plus perusahaan. Ketika mereka menawarkan banyak imbalan dan penghargaan pada karyawannya, tentu semakin banyak pelamar mampir untuk mendaftar pekerjaan di sana. Sehingga hal ini menjadi kesempatan emas bagi perusahaan dalam merekrut pekerja kompeten.


Tujuan Diadakannya Kompensasi

Adapun tujuan diberikannya kompensasi kepada pekerja apabila dirinci adalah sebagai berikut.

  1. Mempertahankan Karyawan Berprestasi
    Salah satu tujuan kompensasi adalah untuk menahan karyawan berprestasi agar tidak berpindah tempat kerja. Hal ini penting dilakukan mengingat prestasi mereka telah banyak membantu kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, berikan imbalan yang sepadan agar pekerja tersebut mau bertahan.

  2. Memperoleh Karyawan Berkualitas
    Ketika perusahaan Anda menawarkan banyak kompensasi menarik, saat itulah calon-calon karyawan berkualitas akan berdatangan. Dengan demikian, potensi untuk mendapat pekerja terbaik jadi lebih mudah.

  3. Menjamin Keadilan di Lingkungan Perusahaan
    Adil tidak harus sama, demikian pula imbalan yang diterima pekerja. Mereka dengan kinerja lebih baik dan tekun sudah selayaknya menerima penghargaan dari perusahaan.

  4. Memotivasi Terjadinya Perubahan Baik
    Kompensasi adalah sarana menciptakan lingkungan kerja yang produktif, suportif, dan memiliki iklim persaingan sehat. Setiap karyawan terpacu untuk menunjukkan performa terbaiknya karena termotivasi oleh kompensasi. Dengan demikian, kedua belah pihak akan mendapat imbal balik seimbang dalam membangun perusahaan.

  5. Memenuhi Legalitas Administrasi
    Hukum ketenagakerjaan dalam UU Nomor 13 tahun 2003 dan UU Cipta Kerja telah mengatur mengenai berbagai kompensasi yang harus diberikan oleh perusahaan kepada para pekerjanya. Oleh karena itu, pengusaha harus menjalankannya sebagai pemenuhan administrasi legalitas.

  6. Mengefisiensi Biaya
    Biasanya, perusahaan belum memberikan gaji dalam jumlah besar untuk karyawan baru. Hal ini karena mereka perlu melihat kualitas pekerjaan karyawannya. Nah, kompensasi adalah sarana agar pekerja bisa menerima tambahan penghasilan sekaligus pengusaha mengatur pengeluarannya.


Jenis-Jenis Kompensasi

Kompensasi yang diberikan perusahaan biasanya dibedakan menjadi tiga, yakni sebagai berikut.

  1. Kompensasi Langsung
    Kompensasi langsung merupakan jenis imbalan yang diberikan oleh perusahaan secara langsung dalam bentuk bantuan finansial. Contohnya adalah gaji pokok, uang lembur, bonus, laba, dan komisi penjualan.

  2. Kompensasi Tidak Langsung
    Jenis kedua kompensasi adalah imbalan yang diberikan melalui program proteksi, misalnya asuransi atau jaminan hari tua. Jadi, pengusaha tidak memberikannya secara langsung kepada pekerja.

  3. Kompensasi Non Finansial
    Kompensasi non finansial adalah imbalan yang diberikan dalam bentuk selain gaji, komisi, atau uang. Biasanya, perusahaan akan memberikan dalam bentuk promosi jabatan, kenaikan pangkat, tanggung jawab baru, dan sebagainya.


Kriteria Pemberian Kompensasi

Sebelum memberikan imbalan kepada para pekerjanya, perusahaan tentu memiliki beberapa syarat. Secara umum, kriteria pemberian kompensasi adalah sebagai berikut.

  1. Beban Pekerjaan
    Biasanya perusahaan akan menyesuaikan jumlah kompensasi dengan tingkat kerumitan, kesulitan, dan keahlian yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Jika karyawan harus memegang proyek rumit, tentu imbalannya juga lebih besar dibanding pekerjaan sehari-hari.

  2. Sistem Kompensasi
    Cara untuk menentukan besarnya kompensasi adalah melalui beberapa sistem yang mendetail. Kriterianya meliputi durasi, prestasi, dan jenis pekerjaan. Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan berapa nominal untuk menghargai kerja keras sekaligus memberi motivasi kerja karyawannya.


Nah sekarang Sobat OCBC pasti sudah lebih dari paham bukan artinya kompensasi? Semoga penjelasan di atas bisa jadi acuan motivasi agar Anda semakin giat bekerja dan mendapat kompensasi yang layak dari perusahaan. Semangat!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

ONe Mobile

ONe Mobile

Download ONe Mobile