Menilik kinerja Obligasi Ritel Indonesia

7 Feb 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Saat ini, Kementerian Keuangan sedang menawarkan Obligasi Ritel Indonesia seri 21 atau disebut dengan ORI21 hingga 17 Februari 2022. Adapun tingkat imbalan yang ditawarkan adalah 4.9%.

Saat kita membeli obligasi, dengan tingkat imbalan yang lebih tinggi dibandingkan produk simpanan tradisional seperti deposito, tentunya memiliki risiko yang lebih tinggi. Risiko utama yang dimaksud disini adalah risiko penurunan harga atas modal.

Seperti yang diketahui, obligasi diterbitkan di pasar perdana di harga 100, atau disebut dengan par. Nah, saat diperdagangkan di pasar sekunder sebelum jatuh tempo, maka harga obligasi ini dapat bergerak naik turun, sebelum kembali di harga 100 saat jatuh tempo. Faktor utama yang mempengaruhi naik turunnya harga obligasi adalah risiko perubahan suku bunga acuan. Jika terjadi kenaikan suku bunga acuan dari Bank Indonesia, maka harga obligasi berpotensi turun, karena selisih antara bunga deposito dan kupon obligasi akan berkurang, dan investor akan cenderung kembali ke deposito. Sebaliknya, jika suku bunga acuan mengalami penurunan, maka harga obligasi berpotensi naik, karena selisih antara bunga deposito dan kupon obligasi akan meningkat, dan investor akan cenderung beralih pada obligasi akibat imbalan yang lebih tinggi.

Bagaimana dengan Obligasi Ritel Indonesia (ORI)? Mari kita lihat kinerja dari seri ORI sebelumnya yang saat ini masih belum jatuh tempo, yaitu ORI seri 16 hingga 20.



Sumber: Bloomberg, 2 Februari 2022

Untuk ORI seri ke-16 hingga 20, yang saat ini diperdagangkan di pasar sekunder, berdasarkan kinerja historis terlihat bahwa kelima seri ini belum pernah mengalami penurunan harga yang signifikan, dan relatif terjaga di atas harga par. Perlu diingat bahwa, kinerja masa lalu tidaklah mencerminkan kinerja di masa yang akan datang, dan bukan berarti harga ORI tidak akan pernah turun. Namun, dapat terlihat bahwa naik turunnya harga ORI bersifat terbatas. Hal ini diakibatkan tenor ORI yang relatif singkat, sehingga risiko perubahan suku bunga tidak terlalu berdampak signifikan pada harga.

Untuk seri ORI21, dengan tingkat kupon 4.9%, yang masih diatas tingkat suku bunga acuan 7- day Reverse Repo Rate di 3.5% tentunya masih memberikan net return yang cukup menarik.

Info lengkap: bit.ly/on-ORI021

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

ONe Mobile

ONe Mobile

obligasi

obligasi

Download ONe Mobile