Apa Itu Leverage Ratio? Arti, Jenis, Rumus, Manfaat & Contoh

24 Feb 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Leverage ratio adalah rasio untuk mengukur pendanaan perusahaan. Yuk simak!

Leverage ratio adalah salah satu jenis rasio keuangan yang digunakan sebagai panduan pendanaan aset dari pinjaman dan melihat kemampuan perusahaan dalam membayar utang. Tingginya rasio leverage menunjukkan semakin besarnya pinjaman yang berarti juga mengindikasikan bahwa keadaan keuangan perusahaan tidak sehat sehingga berisiko pailit.

Pada artikel kali ini, OCBC akan merangkum beberapa hal seputar apa itu leverage ratio yang perlu Anda pahami. Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut!


Apa itu leverage ratio?

Leverage ratio adalah suatu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam pemenuhan kewajiban atau pelunasan utangnya, baik jangka pendek maupun panjang. Dengan kata lain, leverage ratio adalah representasi tingkat utang suatu perusahaan atau bisnis yang telah dikeluarkan.

Jika merujuk pada pengertian yang dikemukakan Fabozzi & Drake (2009), leverage ratio adalah jenis rasio keuangan untuk menilai seberapa besar risiko keuangan yang telah diambil perusahaan.

Hal ini juga bisa merujuk pada bagaimana perusahaan menggunakan utang tersebut untuk kebutuhan operasionalnya atau seberapa banyak aset yang dibiayai utang.


Fungsi dan manfaat leverage ratio

Seperti penjelasan tadi, secara umum fungsi leverage ratio adalah sebagai ukuran atau tingkat kemampuan perusahaan dalam melunasi atau memenuhi kewajiban utangnya, namun ternyata masih ada beberapa fungsi lainnya. Lebih jelasnya, fungsi leverage ratio adalah sebagai berikut:

  • Sebagai gambaran komposisi struktur modal untuk pembiayaan operasional perusahaan.
  • Sebagai gambaran komposisi modal dari sumber utang atau pinjaman, baik jangka pendek maupun panjang beserta bunga dan dendanya.
  • Bahan analisis dan evaluasi kemampuan perusahaan dalam pelunasan utangnya.
  • Mengetahui seberapa banyak pinjaman yang sudah dekat tanggal jatuh tempo.
  • Sebagai alat ukur pengaruh utang terhadap pengelolaan aktiva di perusahaan.
  • Sebagai alat ukur seberapa banyak bagian atau modal sendiri untuk dijadikan jaminan utang panjang nantinya.
  • Sebagai alat ukur analisis atau penilaian keseimbangan antara aktiva, terutama aset tetap (aktiva tetap) dan modal.

Jenis leverage ratio

Setidaknya, terdapat empat jenis leverage ratio, di antaranya:

  1. Debt to assets ratio
    Jenis pertama dari leverage ratio adalah debt to assets ratio (DAR) atau rasio utang terhadap aset, umumnya juga biasa disebut rasio utang. Ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membeli aset menggunakan utang.

    Anda dapat menghitung DAR melalui cara pembagian antara total utang dengan total aset, seperti berikut:

    DAR = Total debt : total assets

  2. Debt to equity ratio
    Selanjutnya ada debt to equity ratio (DER) atau rasio utang terhadap ekuitas, yaitu rasio proporsi relatif antara ekuitas dan utang yang ditujukan untuk membiayai operasional atau aset perusahaan.

    Hampir mirip seperti rumus leverage ratio DAR, namun pembaginya diganti dengan total ekuitas perusahaan, yaitu:

    DER = Total debt : Total equity

  3. Debt to capital ratio
    Debt to capital ratio atau rasio utang terhadap modal berfokus pada utang sebagai komponen basis atas total perusahaan, dimana mencakup seluruh kewajiban mulai dari jangka pendek hingga panjang.

    Jika nilai debt to capital ratio suatu perusahaan lebih tinggi daripada perusahaan lain, maka risiko gagal bayarnya juga tinggi dan merupakan dampak utang terhadap operasional perusahaan. Rumus menghitungnya adalah:

    Debt to capital ratio = Total utang saat ini : (total ekuitas + total utang)

  4. Debt to EBITDA ratio
    Jenis terakhir dari leverage ratio adalah debt to EBITDA ratio. EBITDA sendiri merupakan singkatan dari Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization, atau biasa disebut laba kotor dimana penghasilannya belum dikurangi beban bunga, pajak, depresiasi, serta amortisasi.

    Jika rasio ini hasilnya lebih dari 3, maka risiko gagal bayar cukup tinggi dan mengkhawatirkan sehingga kondisinya perusahaan memiliki kewajiban utang lebih besar daripada profitabilitasnya. Rumus leverage ratio jenis ini adalah:

    Debt to EBITDA ratio = Total debt : total EBITDA


Cara kerja leverage ratio

Secara umum, cara kerja leverage ratio hampir sama dengan utang, yakni suatu bisnis atau perusahaan meminjam modal atau utang ketika mereka menginginkan aset baru untuk operasional namun tidak memiliki dana.

Namun, perusahaan perlu menghitung terlebih dulu kemampuan mereka untuk memenuhi kewajiban utang tersebut karena harus diangsur secara rutin disertai tenggat jatuh tempo yang disepakati.


Contoh perhitungan leverage ratio

Agar Anda lebih paham, berikut contoh cara menghitung leverage ratio suatu perusahaan.

Perusahaan A memiliki total utang Rp12 juta, total equity sebanyak Rp20 juta, total asetnya Rp18 juta, dan laba kotor sebesar Rp 25 juta. Maka, cara menghitung leverage ratio sesuai jenisnya adalah:

DAR = Rp12 juta : Rp18 juta = 0,67. Artinya, sebanyak Rp0,67 atau 67% setiap aktiva atau aset menjadi jaminan utang.
DER = Rp12 juta : Rp20 juta = 0,6 = 60%. Artinya, sebanyak 60% dari modal perusahaan sendiri merupakan jaminan utang.
Debt to capital ratio = Rp12 juta : (Rp20 juta + Rp 12 juta) = 0,375
Debt to EBITDA ratio = Rp12 juta : Rp25 juta = 0,48


Risiko leverage ratio

Meskipun punya beberapa fungsi dan manfaat, tak bisa dipungkiri bahwa utang juga memiliki risiko tersendiri. Beberapa risiko leverage ratio adalah sebagai berikut.

  1. Semakin tinggi utang, semakin sulit mendapat keuntungan
    Risiko pertama dari leverage ratio adalah semakin tinggi tingkat utangnya, maka semakin sulit pula untuk mendapat keuntungan. Maka dari itu, perusahaan perlu menghitung secara cermat jumlah leverage yang akan diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan.

  2. Semakin tinggi utang, semakin tinggi beban psikologis
    Karena pemenuhan kewajiban atau pelunasan utang menjadi tanggung jawab perusahaan, hal ini bisa menjadi beban psikologis tersendiri bagi perusahaan. Maka dari itu, jangan memaksakan kemampuan dan ajukan pinjaman utang sesuai keperluan saja.


Demikian pembahasan seputar apa itu leverage ratio yang berhasil OCBC rangkum untuk Anda. Semoga artikel ini dapat dipahami dan bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi para Sobat OCBC yang berencana menggunakan leverage. Sampai jumpa!


Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

ONe Mobile

ONe Mobile

Download ONe Mobile