Operating Income: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menghitungnya

21 Mar 2022 Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Begini pentingnya operating income dan cara menghitungnya untuk perusahaan.

Pendapatan operasional atau operating income adalah istilah untuk menyebut penghasilan sebuah perusahaan sebelum dipotong kebijakan pajak dan bunga. Pada praktiknya, perhitungan operating income ini tentu penting untuk menentukan perencanaan keuangan bisnis Anda di masa mendatang.

Lalu sebenarnya, bagaimana cara menghitung operating income? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini, yuk!


Apa itu operating income?

Operating income atau operating income ratio adalah laba milik perusahaan yang diperoleh setelah pendapatan kotor dari hasil penjualan dikurangi biaya operasional baik langsung maupun tidak langsung.

Wujudnya bisa berupa upah, penggajian, promosi, utilitas terdepresiasi, peralatan, pemasaran, depresiasi serta harga pokok penjualan dari sewa, dan berbagai hal untuk menjalankan bisnis.

Yang tidak termasuk dalam operating income adalah pendapatan dan biaya-biaya non operasional. Selain itu pendapatan jenis ini juga bukan merupakan pendapatan kotor atau bersih karena operation income memberikan lebih banyak item baris pengeluaran.

Selain itu, operating income adalah salah satu indikator efektivitas operasional perusahaan guna meningkatkan laba mereka ke depannya.


Komponen operating income

Komponen-komponen yang merupakan bagian dari operating income adalah sebagai berikut.

  1. Laba kotor
    Komponen pertama operating income adalah laba kotor. Pemasukan jenis ini diperoleh dari total pendapatan dikurangi HPP (Harga Pokok Penjualan) tanpa dipotong pajak.

  2. Harga pokok penjualan (HPP)
    HPP merupakan biaya untuk memproduksi produk perusahaan, misalnya biaya overhead dan material, biaya untuk tenaga kerja langsung, dan sebagainya.

  3. Biaya operasional
    Biaya operasional adalah pengeluaran dari operasional perusahaan, misalnya upah, biaya sewa, utilitas, pengeluaran untuk administrasi dan umum, dan sebagainya.


Fungsi operating income

Fungsi perhitungan operating income adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai indikator keefektifan operasional
    Sebagaimana telah disinggung di atas, operating income adalah indikator untuk menilai apakah kegiatan perusahaan sudah cukup efektif atau justru terlalu menghamburkan modal untuk pengadaan peralatan yang tidak diperlukan.

    Selain itu, operating income adalah indikator yang membantu Anda mengawasi seluruh kegiatan operasional bisnis karena dapat melihat pada sektor mana saja anggaran perlu dipotong agar pengeluaran semakin efektif.

  2. Mengetahui kinerja bisnis
    Fungsi lain dari operating income adalah sebagai tolok ukur apakah Anda sudah bisa mengatur operasional perusahaan sebagaimana mestinya atau belum. Nilai yang ditunjukkan juga bisa menjadi masukan untuk membuat rencana pengaturan operasional secara tepat tanpa harus menghamburkan modal.

    Tentu saja hal ini juga efektif sebagai bahan evaluasi perusahaan maupun acuan penilaian daya saingnya dibanding kompetitor. Oleh karena itu, operating income adalah komponen penting dalam penyusunan laporan keuangan tiap bulannya.

  3. Mengukur kesehatan perusahaan
    Kegiatan operasional adalah hal penting dalam bisnis. Jika operasional berjalan dengan baik, maka perusahaan Anda dapat dikatakan cukup sehat. Nah, kesehatan ini bisa dilihat dari seberapa banyak operating income yang dihasilkannya.

  4. Mengundang investor
    Selanjutnya, fungsi operating income adalah untuk menarik datangnya investor. Hal ini karena mereka cenderung tertarik dengan perusahaan ber-operating income tinggi sebab dinilai dapat memberikan keuntungan besar. Apalagi jika tidak dibebani oleh pajak atau tagihan-tagihan lain.


Rumus operating income

Cara menghitung operating income adalah dengan mencari total laba kotor kemudian menguranginya dengan biaya operasional ditambah harga pokok penjualan. Berikut ini rumus yang dapat Anda gunakan.

Operating Income = Pendapatan Kotor - (Harga Pokok Penjualan + Biaya Operasional)

Pendapatan kotor diperoleh dari seluruh penghasilan tanpa dikurangi gaji, pajak, bunga, dan sebagainya. Adapun harga pokok penjualan merupakan pengeluaran untuk menghasilkan produk atau jasa.


Cara menghitung operating income

Cara menghitung operating income adalah dengan menjumlahkan total pendapatan perusahaan untuk dikurangi harga pokok penjualan dan biaya operasional. Di dalamnya tidak termasuk pajak, bunga, maupun pengeluaran dan investasi. Agar lebih jelas, simak contoh perhitungannya di bawah ini.


Contoh perhitungan operating income

Contoh cara menghitung operating income adalah sebagai berikut.

Dalam laporan keuangan perusahaan Anda tercatat bahwa penghasilan dari penjualan produk di bulan ini adalah sebesar Rp150 juta. Sedangkan pengeluaran untuk menghasilkan semua produk tersebut yakni Rp45 juta. Adapun biaya operasionalnya sebesar Rp30 juta. Dengan demikian, operating income perusahaan dihitung dengan cara berikut.

Operating Income = Pendapatan Kotor - (Harga Pokok Penjualan + Biaya Operasional)
= Rp150 juta - (Rp45 juta + Rp30 juta)
= Rp150 - Rp75 juta
= Rp75 juta

Selain perhitungan di atas, dalam suatu laporan keuangan juga dikenal adanya NOI (Net Operating Ratio). Nah, NOI biasanya digunakan untuk menghitung laba dari produksi properti real estate. Perhitungannya hampir sama dengan operating ratio, yakni seluruh pendapatan penjualan properti dikurangi total biaya operasional.

Biasanya NOI muncul di laporan laba rugi dan arus kas properti. Nominalnya dikecualikan dari pembayaran pokok, bunga pinjaman, penyusutan, pengeluaran modal, serta amortisasi. Jika digunakan pada industri non-real estate, nama lain net operating ratio adalah EBIT (Earnings Before Interest and Taxes).


Demikian penjelasan seputar apa itu operating income yang berhasil OCBC rangkum untuk Anda. Bila diterapkan dengan tepat, perhitungan pendapatan operasional ini akan sangat membantu Sobat OCBC dalam menentukan keputusan terbaik perusahaan. Semoga artikel di atas bermanfaat dan sampai jumpa!



Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

ONe Mobile

ONe Mobile

Download ONe Mobile