Feasibility Study: Pengertian dan Tahapannya dalam Investasi

3 Apr 2022

Bagaimana tahapan feasibility study dalam investasi? Yuk simak!

Di dunia ekonomi terutama dalam bidang investasi, feasibility study adalah salah satu istilah yang cukup penting. Pada praktiknya, istilah yang dikenal juga sebagai uji kelayakan suatu proyek ini akan sangat berdampak untuk banyak aspek. Mulai dari manajemen perusahaan, kreditur, hingga pihak investor.

 

Lalu sebenarnya, apa itu feasibility study? Dan seberapa penting perannya bagi kelancaran suatu proyek? Temukan jawaban selengkapnya dalam artikel berikut ini yuk, Sobat OCBC!

Pengertian feasibility study

Feasibility study adalah studi yang dilakukan investor dalam mengukur dan menilai seberapa layak suatu proyek untuk ditanamkan modal investasi. Bagi para investor, studi kelayakan ini sangat penting dilakukan sebab dapat memberikan gambaran mengenai tingkat manfaat yang bisa mereka peroleh dari bisnis atau usaha yang dijalankan.

Tujuan feasibility study

Tujuan utama dari dilakukannya feasibility study adalah untuk memenuhi ekspektasi dari setiap pihak yang terlibat dalam sebuah proyek bisnis. Sementara itu berikut ini beberapa tujuan lain dari feasibility study adalah:

1.   Bagi manajemen perusahaan

Bagi manajemen perusahaan, tujuan dilakukannya feasibility study adalah untuk merencanakan pendanaan dari modal sendiri, investor, maupun kreditur.

2.   Bagi kreditur

Kemudian bagi kreditur, tujuan feasibility study adalah sebagai wujud penilaian sebelum memutuskan guna memberikan modal kepada proyek bisnis tersebut.

3.   Bagi investor

Terakhir, bagi pihak investor tujuan feasibility study yaitu mengukur atau menilai tingkat kelayakan suatu proyek bisnis untuk ditanamkan modal investasi.

Komponen-komponen feasibility study

Pembahasan selanjutnya mengenai apa itu feasibility study adalah komponen-komponen yang biasanya digunakan di dalam sebuah studi kelayakan. Berikut penjelasannya.

 

  • Market Aspect: berhubungan dengan supply dan demand yang terjadi di pasaran.
  • Technique Aspect: dilihat berdasarkan pada proyeknya, contohnya berkaitan dengan simulasi proses, daftar equipment, studi mengenai sumber atau cadangan bahan, dan sebagainya.
  • Management and Organization Aspect: mencakup dari sistem manajemen organisasi yang jelas dan berjalan dengan baik.
  • Financial Aspect: aspek yang menganalisis menggunakan perhitungan dan biasanya melibatkan jumlah biaya investasi awal, arus kas, laba rugi, sampai periode investasi. Dalam aspek ini, Anda bisa memakai beberapa metode pengukuran investasi seperti rumus NPV, PBP, IRR, ARR, dan PI untuk menilai seberapa layak proyek tersebut.
  • Social Economy Aspect: berhubungan dengan dampak sosial dan ekonomi yang akan dihasilkan dari pelaksanaan proyek bisnis.
  • Law Aspect: menganalisis aspek-aspek terhadap berkas serta persetujuan proyek bisnis untuk menyesuaikan tingkat kelayakannya dengan hukum yang berlaku.
  • Environment Aspect: berkaitan dengan dampak yang akan dihasilkan dari pelaksanaan proyek bisnis terhadap lingkungan sekitar.
  • Dan sebagainya

Tahapan feasibility study

Hal selanjutnya yang perlu Anda pahami seputar feasibility study adalah tahapan membuatnya. Berikut langkah-langkah yang bisa Anda coba ketika membuat contoh feasibility study:

1.   Mengumpulkan data dan informasi

Tahap pertama dalam membuat feasibility study adalah mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan selengkap mungkin. Data yang dikumpulkan merupakan data kualitatif maupun kuantitatif dari sumber-sumber valid, terpercaya dan reliabel.

2.   Mengolah data

Setelah semua data yang dibutuhkan sudah terkumpul, barulah Anda bisa mengolahnya secara benar dan akurat dengan memakai metode dan pengukuran yang biasanya digunakan untuk proyek bisnis tersebut.

3.   Menganalisis data

Data yang sudah diolah dan diproses tersebut selanjutnya dapat dianalisis untuk menentukan kriteria-kriteria yang menjadi standar kelayakan suatu proyek.

4.   Menetapkan keputusan

Apabila proyek telah ditentukan dan diukur menggunakan beberapa kriteria tersebut, maka berikutnya Anda bisa mengambil keputusan terkait hasil yang diperoleh dari studi.

5.   Memberikan rekomendasi

Tahap terakhir dalam pembuatan feasibility study adalah memberikan rekomendasi kepada pihak-pihak tertentu terkait laporan studi kelayakan yang sudah dibuat dan pengumpulan saran bila diperlukan.

 

Demikian penjelasan seputar apa itu feasibility study yang berhasil OCBC rangkum untuk Anda. Kini, sebelum melakukan investasi, Sobat OCBC sudah bisa mengetahui kemungkinan apa yang akan terjadi dengan melakukan uji kelayakan satu ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa!

Baca Juga:

 

 

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Download ONe Mobile