Kenali Program Pensiun Manfaat Pasti untuk Hari Tua Anda!

4 Apr 2022

Membahas mengenai program pensiun manfaat pasti: pengertian, manfaat dan contoh.

Salah satu insentif yang ditawarkan oleh mayoritas perusahaan adalah dana pensiun. Selain sebagai jaring keamanan finansial di usia senja dan non produktif, insentif pensiun memberikan semangat bagi para karyawan untuk terus berkontribusi secara positif kepada perusahaan. Program Pensiun Manfaat Pasti adalah salah satu contoh programnya.

 

Apa itu Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)? Program ini adalah salah satu program pensiun yang banyak ditawarkan oleh perusahaan. Selain itu, kebijakan dan kemaslahatannya diatur dalam Peraturan Dana Pensiun maupun program pensiun lain dengan syarat bukan termasuk Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP).

 

Sama halnya dengan instrumen investasi lainnya, Anda perlu mewaspadai beberapa hal seperti kelebihan dan kekurangan Program Pensiun Manfaat Pasti. Simak artikel berikut untuk memahami lebih dalam mengenai program pensiun yang satu ini.

Program Pensiun Manfaat Pasti (Defined Benefit Plan)

PPMP adalah program yang bertujuan memberikan pensiun dengan manfaatnya diatur dalam Peraturan Dana Pensiun maupun program lain yang bukan Program Pensiun Iuran Pasti. Hal ini berarti karyawan bertanggung jawab dalam pembayaran iuran PPMP dengan pemotongan gaji.

 

Sebagai contoh Program Pensiun Manfaat Pasti, misal karyawan dan perusahaan membuat perjanjian besar dana pensiun yang secara umum meliputi faktor masa kerja x gaji pokok x persentase sesuai kesepakatan.

Perbedaan Program Pensiun Manfaat Pasti dan Iuran Pasti

Selain Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP), ada juga Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Walau memiliki kesamaan dalam memberikan dana pensiun, ada beberapa faktor perbedaan di antara keduanya.

1. Administrasi

Dari sisi administrasi, perbedaan Program Pensiun Manfaat Pasti dan Iuran Pasti terletak pada sifat perekaman dana peserta. Pada PPMP, pencatatan bersifat kolektif sehingga berkaitan dengan penulisan premi, estimasi risiko dan lain sebagainya.

 

Sedangkan Program Pensiun Iuran Pasti meletakkan administrasi dana pada akun personal masing-masing penerima dana.

2. Penyelenggara

Perbedaan PPMP dan PPIP berikutnya adalah penyelenggara. PMPP hanya bisa diselenggarakan oleh Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) yaitu perorangan atau perusahaan pemberi kerja.

 

Lain halnya dengan Program Pensiun Iuran Pasti, program ini dapat dilangsungkan oleh dua pihak yakni DPPK dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau lembaga seperti bank dengan wewenang mengalokasikan dana pensiun.

3. Manfaat pensiun

Selanjutnya, perbedaan Program Pensiun Manfaat Pasti dan Iuran Pasti adalah manfaatnya. Ketika PPMP sudah memiliki alokasi dana yang ditetapkan sejak awal dengan acuan Peraturan Dana Pensiun, PPIP mempunyai besaran relatif tidak pasti sebab bergantung pada jumlah investasi maupun iuran masing-masing peserta.

4. Iuran

Perbedaan lain PPIP dan PPMP adalah iuran. PPMP memiliki iuran pemberi kerja yang tidak pasti karena relatif pada kecukupan dana untuk memberikan manfaat. Oleh sebab itu, pemberi kerja mengemban risiko penanggung jawaban dalam menyediakan jumlah uang terhadap peserta sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun.

 

Berbeda dengan PPIP yang telah disepakati oleh Peraturan Dana Pensiun terkait besaran iuran dari pihak pemberi kerja maupun penerima manfaat. Maka dari itu, pemberi kerja tidak memiliki risiko penanggung jawaban seperti pada PPMP.

5. Risiko investasi

Terakhir, perbedaannya terletak pada risiko pendanaan. PPMP memberikan risiko kepada pemberi kerja untuk menutupi minus ketika perhitungan penerimaan manfaat menunjukkan kekurangan dana.

 

PPIP memiliki skenario yang berbeda. Karena terdapat persetujuan iuran antara pemberi kerja dan penerima manfaat, maka peserta harus menanggung risiko akibat kurangnya total iuran per bulannya saat mendapatkan dana pensiun.

Manfaat dari Dana Pensiun

Program Pensiun Manfaat Pasti menawarkan sejumlah kegunaan untuk kondisi penerima hak yang berbeda-beda. Berikut penjelasannya.

1. Normal

Bagi sebagian besar orang, dana akan diberikan saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan oleh perusahaan. Umumnya, 58 tahun atau 60 tahun untuk beberapa pekerjaan.

2. Ditunda

Program kedua diaplikasikan pada karyawan yang berhenti bekerja sebelum masa normal pensiun. Dalam situasi berikut, pemilik hak atas pensiun meminta kepada perusahaan untuk menunda mencairkan dananya ketika memasuki usia pensiun.

 

Sebagai contoh Program Pensiun Manfaat Pasti yang ditunda, penerima dapat menerima dana pensiun dengan jumlah sesuai perhitungan rumus pensiun dari kepesertaan sampai tanggal pemberhentian dan akan diberikan saat memasuki usia pensiun. Hal ini hanya berlaku bagi karyawan dengan komitmen minimal 3 tahun dengan perusahaan tersebut.

3. Dipercepat

Jenis dana pensiun lainnya adalah dipercepat. Sesuai namanya, skema pensiun berikut meliputi karyawan yang pensiun lebih awal untuk diberikan dana sebelum memasuki usia non produktif. Beberapa kondisi dapat memicu pensiun dini, termasuk terjadinya pengurangan pegawai di perusahaan.

 

Untuk dapat meraih manfaat dari skema berikut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh karyawan sesuai dengan Peraturan Dana Pensiun, yaitu:

  • Berusia lebih dari 50 tahun
  • Telah berbakti pada perusahaan lebih dari 30 tahun
  • Tidak memiliki kecacatan

4. Janda atau duda

Selanjutnya, wafatnya karyawan sebelum masa pensiun yang mengubah status suami atau istri sah karyawan menjadi janda atau duda dapat masuk dalam kualifikasi mendapatkan manfaat dana pensiun. Dalam Peraturan Dana Pensiun, suami atau istri yang tertinggal berhak mendapatkan manfaat penerima dana minimal 60 persen.

 

Contoh skema PPMP pada janda maupun duda adalah pembayaran dana dilakukan setiap bulan. Adapun catatan syarat yang perlu dipatuhi oleh penerima manfaat berikut adalah kesanggupan untuk tidak menikah lagi.

5. Anak

Jika penerima hak pensiun dan istri maupun suaminya telah meninggal dunia, anak sebagai ahli waris akan menerima manfaatnya. Jumlah dana yang diterima sama besarnya dengan skema pensiun janda atau duda, yaitu minimal 60 persen. Sebagai tambahan, anak hanya akan menerima manfaat sampai dengan memasuki usia dewasa yaitu 21 tahun.

6. Cacat

Jenis pensiun terakhir yang dapat diterima adalah apabila karyawan mempunyai cacat permanen akibat kecelakaan kerja sehingga tidak mampu bekerja lagi. Dalam hal ini, usia pensiun tidak berlaku. Contoh Program Pensiun Manfaat Pasti dengan penerapan pada pensiun cacat, dana akan dibayarkan setiap bulan seumur hidup penerima hak.

Kelebihan Program Pensiun Manfaat Pasti

Keunggulan dari PPMP adalah dana ditentukan sesuai dengan gaji karyawan. Maka dari itu, penerima dapat menerka-nerka jumlah uang yang akan didapatkan saat pensiun.

 

Kelebihan Program Pensiun Manfaat Pasti yang kedua adalah apabila pembentukannya jauh setelah perusahaan berjalan, program ini dapat memfasilitasi masa kerja yang dilalui pekerja.

Kekurangan Program Pensiun Manfaat Pasti

Dari sisi administrasi, pengelolaan PPMP relatif lebih sulit sehingga menjadi kekurangan program ini. Kedua, jika hasil dari investasi tidak mencukupi, maka perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk menutupi kekurangan tersebut.

 

Dengan penjelasan di atas, apakah Anda sudah paham tentang Program Pensiun Manfaat Pasti? Jika Anda mendapatkannya sebagai tunjangan dari perusahaan tempat bekerja, pastikan untuk memperhatikan dengan seksama perjanjian yang akan disetujui dengan perusahaan dan mengaturnya secara baik demi kehidupan di usia senja.

 

Pantau terus blog OCBC NISP untuk mendapatkan pengetahuan informatif dan penuh manfaat seputar dunia keuangan!

Baca juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Download ONe Mobile