Akad Salam dalam Transaksi Jual Beli, Ini Rukun & Syaratnya!

1 Apr 2022

Pembahasan yang mendalam mengenai akad salam dari pengertian hingga jenisnya.

Apakah sobat OCBC NISP familiar dengan istilah akad salam? Pengertian akad salam adalah istilah dalam keuangan syariah Islam dan mengacu pada transaksi jual beli dimana barang yang diperjualbelikan tidak ada di tempat transaksi, namun dengan membayarnya di muka, pembeli akan mendapatkan barangnya beberapa waktu setelahnya.

 

Untuk mengetahui lebih mendalam mengenai akad salam termasuk perbedaannya dengan akad istishna, yuk simak artikel berikut ini!

Perbedaan Akad Salam dan Akad Istishna

Apa itu akad salam dan perbedaannya dengan akad istishna? Mengutip definisi dari Wahbah al-Zuhaili di dalam Al Mu'amalat al-Maliyah al-Mu’ashirah, akad salam adalah istilah pada jual beli barang yang walaupun barangnya belum diterima oleh pembeli, penyedia barang sudah menyanggupi pemberiannya.

 

Perbedaan akad salam dan istishna yaitu akad istishna adalah akad jual beli yang dalam prosesnya memerlukan pembuatan barang terlebih dahulu untuk memenuhi pesanan pembeli. Sementara akad salam adalah istilah transaksi yang tidak membutuhkan proses produksi barang dulu sebelum diserahkan.

Contoh Akad Salam

Contoh akad salam adalah skenario berikut. Anda sebagai pembeli memesan 150 souvenir dompet untuk dikirim dalam 3 hari. Hal ini memenuhi definisi akad salam yaitu akad jual beli yang walau dalam transaksi jual beli belum tampak wujudnya, namun sebagai pembeli Anda akan mendapatkannya di kemudian hari. Dalam hal ini, Anda mendapatkannya dalam 3 hari.

 

Contoh dia tas tidak termasuk dalam definisi akad istishna sebab barang yang diperjualbelikan tidak memerlukan proses pembuatan barang.

 

Selain itu, contoh akad salam dalam perbankan syariah adalah ketika nasabah memerlukan bantuan bank untuk mendapatkan produk-produk industri, pertanian maupun memenuhi kebutuhan rumah tangga. Dalam kasus berikut, bank berperan sebagai pemesan barang yang diperlukan oleh nasabah.

Dasar Hukum yang Digunakan untuk Akad Salam

Dasar hukum yang digunakan akad salam yaitu fatwa dari Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI No: 05/DSN-MUI/IV/2000 mengenai Jual Beli Salam. Fatwa tersebut menerangkan di antaranya ketentuan mengenai barang, pembayaran, penyerahan barang, jika terjadi perselisihan dan pembatalan kontrak.

Jenis Akad Salam

Terdapat dua jenis akad salam yaitu akad salam dan akad salam paralel. Berikut skema masing-masing jenisnya.

Akad Salam

Jenis akad syariah salam yang pertama dijelaskan melalui skema akad salam di bawah ini:

  1. Kedua belah pihak dalam akad jual beli meraih kesepakatan
  2. Pembeli melakukan pembayaran terhadap penjual
  3. Penjual memberikan barang ke pembeli selama memenuhi persyaratan yaitu barang dan waktu pengiriman sesuai yang telah disepakati di awal

Akad Salam Paralel

Jenis akad syariah salam yang kedua berbentuk paralel. Apa itu akad salam paralel? Akad salam paralel merujuk pada transaksi dengan tiga belah pihak, pertama adalah penjual, kedua pembeli dan ketiga penjual dengan pemasok barang atau lainnya. Skema akad salam paralel adalah sebagai berikut:

  1. Pemilik akun dan bank meraih kesepakatan terkait pesanan barang melalui negosiasi
  2. Bank akan memesan barang ke penjual dan membayar di muka
  3. Penjual mengirim lampiran kepada bank
  4. Penjual mengirim barang kepada pemilik akun atau pembeli
  5. Pemilik akun atau pembeli membayar bank

 

Perbedaan antara akad salam paralel dan akad salam adalah terletak pada kehadiran pihak ketiga dalam kegiatan transaksi tersebut.

Rukun Akad Salam

Terdapat empat rukun akad salam, yakni sebagai berikut.

1. Pihak yang terlibat

Rukun akad salam pertama adalah adanya dua belah pihak yang terlibat dalam suatu transaksi, yaitu:

  • Muslim (pihak pemesan barang atau disebut dengan pembeli)
  • Muslam (pihak yang memberikan barang atau penjual)

 

Untuk memenuhi akad di atas, kedua belah pihak wajib memenuhi syarat akad ba’i atau jual beli. Persyaratannya termasuk baligh, berakal dan ber-ikhtiar dalam artian akan berusaha untuk memenuhi tanggung jawab dalam transaksi dan tidak terpaksa maupun sedang dalam kondisi keuangan yang kurang baik.

2. Ijab kabul

Rukun akad salam berikutnya adalah ijab kabul atau shighat. Untuk memenuhi rukun ijab kabul ini, kedua belah pihak wajib berada pada majelis akad yang sama dan cocok antara ijab dan qabulnya.

3. Uang panjar

Rukun akad salam urutan ketiga adalah adanya uang panjar atau ra’sul maal. Artinya adalah bahwa uang yang diserahkan sesuai perjanjian harus jelas jumlahnya seperti 10.000 rupiah, atau jika tidak dalam bentuk uang, jelas ukurannya. Contohnya apabila membayar dengan beras menjadi 500gr beras.

4. Muslam fih

Terakhir, rukun akad salam adalah adanya komoditi barang pesanan atau muslam fiih. Apa itu rukun muslam fiih? Rukun ini berarti kejelasan mengenai barang yang akan ditukar dalam akad jual beli. Sifat-sifat yang perlu ditekankan contohnya seperti ukuran, jumlah, model dan warna. Tujuannya adalah mencegah potensi barang tertukar dan meminimalisir konflik.

Syarat-Syarat Akad Salam

Agar setiap akad jual beli bermanfaat bagi pihak penjual dan pembeli, beberapa syarat perlu ditangguhkan. Mengutip dari Saprida (2016: 125), syarat-syarat akad salam adalah sebagai berikut:

  • Melaksanakan pembayaran saat perjanjian jual beli
  • Penjual memiliki hutang berbentuk barang yang telah dibayar oleh pembeli
  • Barang akan diberikan dalam tenggat waktu sesuai perjanjian
  • Keterangan jelas mengenai barang (ukuran, jumlah, wujud) untuk menghindari kesalahpahaman
  • Menyebutkan alamat dimana barang akan diterima

 

Praktik masyarakat modern sebagai contoh akad salam adalah belanja online, dimana pembeli membayar sebelum menerima produknya. Selain itu, produk pun diberikan kejelasan mengenai wujudnya. Lalu, produk akan dikirim dalam beberapa hari. Nah, sekarang Anda lebih paham kan tentang istilahnya dalam Islam? Semoga bermanfaat, ya!

 

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai istilah-istilah lain dalam keuangan syariah maupun konvensional dan pengetahuan-pengetahuan menarik seputar ekonomi, pantau terus blog OCBC NISP ya, Sobat!

Baca juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi, Investasi - 16 Nov 2022

Pengertian Mawaris dalam Islam, Rukun dan Hukumnya [Lengkap]

Baca

Daily Update, Edukasi - 15 Nov 2022

Ekonomi Syariah: Pengertian, Ciri-ciri, Prinsip dan Tujuan

See All

Produk Terkait

Syariah - Asuransi

Syariah - Asuransi

Kelola keuangan lebih nyaman dengan prinsip Syariah

Download ONe Mobile