Ingin investasi di obligasi? Ikuti strategi berikut!

7 Apr 2022

Bagi sebagian investor, obligasi merupakan instrumen pilihan untuk mendapatkan passive income.

Dalam tiga tahun terakhir, kelas aset seperti obligasi menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup diminati. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah investor atau SID yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Rendahnya tingkat suku bunga mendorong investor beralih dari produk simpanan yang konvensional seperti deposito, ke obligasi yang memberikan tingkat imbalan yang relatif lebih tinggi. Belum lagi, tingkat pajak pada obligasi lebih rendah dibandingkan deposito.

Bagi sebagian investor, obligasi merupakan instrumen pilihan untuk mendapatkan passive income atau pendapatan pasif, dengan risiko yang lebih terukur. Pilihan ini jatuh pada obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN). Obligasi pemerintah dinilai memiliki risiko yang lebih rendah, dimana pembayaran kupon serta pokok saat jatuh tempo, diatur oleh negara.

Saat tingkat suku bunga rendah, maka permintaan obligasi akan meningkat, sehingga harga obligasi akan berpotensi naik. Bagi Anda yang sebelumnya membeli obligasi di harga yang lebih rendah, berpotensi menerima capital gain di luar kupon reguler yang Anda terima.

Namun sebaliknya, jika suku bunga naik, maka permintaan obligasi akan turun, sehingga harga obligasi berpotensi turun. Nah, disini terdapat potensi bagi investor untuk mengalami kerugian. Semakin tinggi durasi suatu seri obligasi maka risiko pun akan meningkat.

Tapi tahukah Anda, bahwa dalam berinvestasi obligasi, Anda pun dapat mengatur strategi untuk mengurangi risiko, sambil mengoptimalkan return. Strategi diversifikasi pada obligasi dapat dilakukan dengan membagi investasi atau menerapkan strategi barbel pada durasi yang berbeda.

Sebagai gambaran, tabel di bawah ini dapat dijadikan panduan awal dalam menerapkan strategi barbel ini:

Keterangan

Durasi Pendek

Durasi Panjang

Jenis obligasi pemerintah

Sukuk Ritel (SR)

Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Sukuk Tabungan (ST)

Savings Bond Retail (SBR)

Fixed Rate (FR)

Frekuensi pembayaran kupon

Bulanan

Setiap 6 bulan

Jatuh tempo

Maksimal 3 tahun, tergantung seri (saat diterbitkan)

Minimal 5 tahun hingga maksimal 30 tahun (saat diterbitkan)

Tingkat risiko dan volatilitas

Rendah

Menengah – Tinggi

Sesuai untuk jenis investor

Konservatif - Moderat

Moderat - Agresif

 

Dalam portfolio investasi obligasi, obligasi durasi pendek bertujuan mengurangi volatilitas, sementara obligasi durasi panjang bertujuan untuk mendapatkan return atau imbal hasil yang lebih tinggi. Saat menerapkan strategi barbel ini, Anda dapat membagi portfolio obligasi Anda secara seimbang antara durasi pendek dan panjang.

Tentunya, besaran alokasi investasi per durasi juga perlu disesuaikan dengan tolerasi risiko Anda sebagai seorang investor. Oleh karena itu, pastikan Anda mengetahui profil risiko dan tujuan investasi Anda sebelum mengadopsi suatu strategi investasi. Informasi lebih lanjut untuk obligasi pemerintah di OCBC NISP, silahkan klik tautan berikut https://www.ocbcnisp.com/id/individu/wealth-management/obligasi/obligasi-pemerintah-idr-usd

 

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Investasi bertahap dengan Reksa Dana Berjangka

Baca

Investasi - 9 Mei 2022

Pasar Saham: Sell in May and Go Away?

See All

Produk Terkait

Obligasi

Obligasi

Download ONe Mobile