Pengertian Bank Overdraft dalam Akuntansi Keuangan

9 Sep 2022 Ditulis oleh: Tim Redaksi OCBC NISP

Apa yang dimaksud dengan bank overdraft? Simak penjelasannya yuk!

Overdraft keuangan atau bank overdraft adalah istilah yang akan sering Anda temui dalam bidang akuntansi keuangan. Istilah tersebut memang cukup asing, tetapi penting dipahami bagi pelaku bisnis atau profesi yang berhubungan dengan finansial.

 

Overdraft disebut juga dengan cerukan. Lantas, apa sebenarnya bank overdraft, serta mengapa hal ini bisa terjadi? Yuk simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel OCBC NISP berikut ini.

Apa itu Bank Overdraft?

Dalam kegiatan perbankan, istilah bank overdraft adalah sesuatu yang umum didengar. Istilahnya berarti cerukan dalam bahasa Indonesia dan menandakan saldo rekening di bawah nol. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

 

Pada umumnya, bank overdraft adalah situasi yang bisa ditemukan pada penggunaan rekening giro. Cerukan ini bisa terjadi apabila terdapat penarikan dana melebihi jumlah saldo dalam rekening. Secara otomatis, selisih atau minus dari dana tersebut menjadi hutang dan harus dilunasi sesuai ketentuan.

 

Namun perlu diketahui, bank overdraft adalah fitur yang tidak tersedia di rekening tabungan. Saldo minus di rekening hanya tersedia dalam layanan giro. Untuk rekening tabungan sendiri, penarikan uang tidak dapat dilakukan jika nilainya lebih besar dari saldo yang ada.

 

Fitur bank overdraft sebenarnya tidak harus diterapkan kepada nasabahnya. Biasanya, pihak bank akan memberikan fasilitas cerukan tersebut untuk beberapa nasabah tertentu saja. Dengan adanya sistem ini, para nasabah dapat menarik dana tanpa khawatir melebihi besar saldo yang tersedia.

Lalu, Apakah Overdraft Bisa Dilakukan Oleh Semua Nasabah?

Setelah mengenal apa yang dimaksud bank overdraft, maka Anda harus tahu apakah fitur ini tersedia bagi semua nasabah. Dalam penerapannya, fasilitas tersebut memberikan keuntungan bagi penggunanya. Namun pada umumnya, pelayanan ini dibatasi oleh pihak bank. Pasalnya risiko kerugian bisa terjadi jika terlalu banyak overdraft yang terjadi.

 

Sistem overdraft hanya berlaku untuk beberapa klien atau nasabah yang memiliki koneksi baik dengan bank. Tentunya pihak bank akan mempercayakan fitur khusus tersebut pada nasabah yang dapat melunasi kredit apabila terjadi penarikan dana lebih besar dari saldo rekening giro. Maka dari itu, biasanya bank overdraft lebih menargetkan pada kalangan pebisnis.

Faktor-faktor Penyebab Bank Overdraft

Setelah mengenal apa itu bank overdraft, maka perlu diketahui alasan atau faktor penyebabnya. Di samping penarikan dana yang lebih besar dari saldo di rekening, cerukan bisa saja terjadi karena beberapa aspek lainnya. Adapun beberapa sebab terjadinya bank overdraft adalah:

1. Berencana Mengambil Kredit

Nasabah bisa saja menarik dana melebihi nilai saldo rekening karena memang ingin mengambil pinjaman dengan sengaja. Merujuk pada pengertian bank overdraft, cerukan akan secara otomatis menjadi pinjaman dan harus dilunasi oleh nasabahnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Dibandingkan dengan pengajuan kredit secara langsung, sistem overdraft ini sangat mudah prosesnya. Maka dari itu, menarik dana hingga saldo kurang dari nol menjadi jalur alternatif yang efektif dalam kegiatan perbankan bagi kalangan pebisnis.

2. Penerapan Biaya Bank

Di samping penarikan dana melebihi saldo yang tersedia, salah satu alasan terjadinya bank overdraft adalah biaya bank. Terdapat konsekuensi berupa pengenaan biaya dalam kepemilikan rekening khusus dalam hal ini. Beberapa macamnya seperti biaya administrasi, transfer, penarikan, dan lain sebagainya. Terkadang bank juga menerapkan biaya tak terduga.

 

Apabila saldo nasabah tidak mencukupi untuk pembayaran biaya, maka bank overdraft akan terjadi. Selanjutnya nilai pinjaman akan ditambahkan pada setoran yang harus dilunasi oleh pengguna layanan sesuai dengan ketentuan.

3. Terjadi Kesalahan

Salah satu penyebab terjadinya bank overdraft adalah human error. Meskipun kebanyakan sistem menggunakan teknologi modern, pelayanan pencairan dana tentunya masih bisa dilakukan dengan operator manusia. Dalam beberapa kasus, pegawai bank bisa saja menuliskan nominal yang lebih besar dari saldo rekening sehingga terjadi overdraft.

4. Korban Tindakan Kriminal

Saldo minus dalam rekening giro bisa saja terjadi karena adanya tindakan kriminal. Rekening tersebut mungkin sudah menjadi sasaran kegiatan phishing, skimming, penipuan kartu kredit, pemalsuan cek, pembobolan rekening, dan lain sebagainya. Fenomena bank overdraft sangat mungkin terjadi dalam situasi seperti ini.

Laporan Overdraft dalam Akuntansi Keuangan

Setelah membahas tentang apa yang dimaksud bank overdraft, maka perlu diketahui juga bagaimana cara memasukkan informasi cerukan ke dalam pembukuan. Pada proses pembuatan laporan, overdraft biasanya dimasukkan di akun kewajiban lancar.

 

Di sisi lain, bank overdraft adalah bentuk pinjaman yang perlu dimasukkan dalam laporan hutang. Maka dari itu, pencatatannya pun harus dipisahkan dari neraca keuangan bisnis. Dengan begitu, saldo dalam rekening tidak akan ditulis dalam minus.

 

Jika overdraft terjadi di salah satu rekening namun masih ada saldo di akun lainnya, maka pembuatan laporannya akan berbeda. Pencatatan cerukan akan dimasukkan ke dalam akun kas. Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya off-set pada akun kas.

 

Itulah ulasan mengenai apa itu bank overdraft dan kaitannya dalam laporan akuntansi keuangan. Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa overdraft merupakan penarikan uang yang jumlahnya melebihi saldo rekening.

 

Sudah paham bukan? Semoga informasi ini bermanfaat dan simak terus info seputar keuangan lainnya di OCBC NISP!

Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 29 Sep 2022

Real Estate: Bedanya dengan Properti dan Cara Investasi

Baca

Edukasi - 29 Sep 2022

Spekulasi Adalah: Definisi dan Perbedaannya dengan Investasi

See All

Produk Terkait

Giro

Giro

Kelola keuangan bisnis jadi lebih cepat dan mudah

Download ONe Mobile