CFD (Contract for Differences): Pengertian dan Cara Kerja

13 Okt 2022

CFD adalah singkatan contract for differences. Lengkapnya, baca artikel ini.

Bagi kamu para pegiat trading tentu sudah sering mendengar istilah CFD. CFD adalah kesepakatan yang dibuat antara pihak pembeli dan penjual untuk membayar selisih harga beli dan harga jual sebuah instrumen finansial.

Contract for differences tidak melibatkan barang fisik dalam transaksinya. Yuk, cari tahu apa itu CFD lebih lanjut dalam artikel berikut.

Apa itu CFD?

Para traders sering menyebut istilah CFD trading dalam perbincangan mereka. Sebenarnya, apa itu CFD? CFD adalah singkatan dari contract for differences. CFD merupakan salah satu produk derivatif yang menggunakan konsep margin trading.

Peluncuran pertama kali CFD adalah pada tahun 1990-an berdasarkan permintaan beberapa pengelola investasi dan institusi trader besar di Inggris.

Para pakar ekonomi memiliki pandangannya masing-masing tentang apa itu CFD. Berdasarkan pendapat beberapa ahli, pengertian CFD trading adalah sebagai berikut.

  • Menurut Leggatt (dalam James, 2014), CFD adalah sebuah kontrak untuk mengakhiri selisih di antara kedua belah pihak.
  • Menurut Suharto (2014), CFD adalah sebuah produk derivatif yang diturunkan dari instrumen lainnya.
  • Menurut Tiley (dalam Loutzenhiser, 2022), CFD adalah sebuah kontrak dengan tujuan untuk mencari keuntungan atau menghindari kerugian sehubungan dengan fluktuasi (a) harga/nilai sebuah properti; atau (b) sebuah index/faktor yang diatur dalam kontrak.

Berdasarkan beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa contract for differences atau CFD adalah sebuah kontrak atau produk derivatif yang bertujuan mencari keuntungan atau menghindari kerugian dari adanya fluktuasi dalam instrumen finansial.

Cara Kerja CFD

CFD adalah sebuah produk yang diturunkan dari instrumen lain dengan menggunakan konsep margin trading. Konsep ini membuat CFD menghasilkan keuntungan atau kerugian yang sama seperti perdagangan saham bagi trader, meskipun hanya mengeluarkan sedikit modal.

CFD tidak memiliki aset atau berwujud, sehingga memerlukan kontrak. Adanya kontrak membuat CFD dapat diperjualbelikan dengan likuiditas tinggi dan memiliki kemampuan untuk short sell layaknya saham.

Hal paling utama dalam mekanisme CFD adalah margin (persentase atau tingkat selisih), dan dapat menggunakan deposit dana dalam transaksinya.

Melalui CFD, Anda dapat mengambil keuntungan penuh dari perdagangan saham tanpa harus membayar modal penuh. Misalkan, Anda ingin membeli saham perusahaan X sebanyak 1 lot seharga Rp3.800 per lembar.

Untuk mendapatkan keuntungan riil, Anda memerlukan modal sebanyak Rp380.000. Jika broker menetapkan margin sebesar 10%, maka modal dalam perdagangan CFD adalah Rp38.000 saja agar menerima laba yang sama.

Baca Juga: 8 Cara Main Saham Bagi Pemula Paling Mudah & Tetap Untung

Alasan Trader Melakukan CFD

Trader melakukan CFD adalah suatu hal yang lumrah dalam jual beli saham. Beberapa alasan para pelaku trading menggunakan CFD adalah berikut.

1. Modal Lebih Sedikit

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa dengan memberikan modal sesuai margin yang ditentukan oleh broker, trader sudah bisa mendapatkan keuntungan riil. Tidak perlu biaya banyak bagi trader melalui transaksi CFD untuk meraih laba yang besar.

2. Mendapatkan Keuntungan dari Penjualan atau Pembelian

Hak diberikan oleh CFD kepada trader secara utuh untuk melakukan penjualan atau pembelian. Alasan lainnya trader melakukan CFD trading adalah karena kerugian dapat diminimalisir atau keuntungan yang tetap didapatkan dari penjualan aset meskipun harga turun di pasaran.

3. Akses Pasar Global yang Mudah

Hanya dengan satu platform yang disediakan broker, trader sudah mampu mengakses berbagai produk trading di pasar global, seperti saham dan kripto dari AS atau Eropa.

4. Adanya Proteksi Terhadap Portofolio

Fluktuasi harga di pasaran tidak berpengaruh besar pada CFD. Kerugian yang ada dari nilai yang anjlok dapat diproteksi dengan metode CFD. Portofolio trading pun tidak terganggu.

Peran Broker dalam CFD

Seperti penjelasan sebelumnya, broker menyediakan sebuah platform agar trader dapat mengakses instrumen finansial yang menjadi produk trading di pasar global. Selain itu, peran utama broker selaku perantara adalah untuk menyediakan kontrak sebagai alat trading.

Selain itu, broker juga bertugas menentukan besaran margin atas modal yang harus dikeluarkan trader. Jadi, broker pun memperhitungkan harga dari produk trading untuk ditawarkan.

Oleh sebab itu, harus berhati-hati dalam memilih broker. Pastikan broker yang Anda pilih telah teregulasi dengan baik dan direkomendasikan oleh para ahli trading. Misalnya, avatrade.com dan capital.com sudah banyak diunggulkan karena profesional dan transparan.

Baca Juga: Apa itu Trading Forex? Begini pengertian dan Cara Kerjanya

Kelebihan CFD

CFD memiliki beberapa keuntungan dibanding metode trading lainnya. Keuntungan CFD bisa dimanfaatkan dengan maksimal melalui adanya diversifikasi dan hedging. Penjelasan kelebihan CFD adalah berikut.

1. Diversifikasi

CFD bisa dimaksimalkan dalam diversifikasi risiko karena adanya leverage yang tinggi. Para trader pun dapat membagi biaya untuk beberapa produk trading.

2. Hedging

Hal ini merupakan strategi dalam trading dengan melakukan tindakan yang berlawanan.

Misal, jika umumnya orang menjual saham ketika harganya sedang naik dan membeli saham ketika sedang turun, justru CFD trader melakukan hal sebaliknya, yakni menjual saham ketika harga anjlok dan membeli saham saat nilainya sedang melonjak.

3. Bebas Pajak

Keuntungan pada CFD tidak dikenakan pajak, lain halnya ketika mendapatkan keuntungan saham. Hal ini karena Anda tidak membeli saham secara langsung.

Kekurangan CFD

CFD tidak hanya memiliki sisi positif, tetapi juga ada sisi negatifnya. Kekurangan CFD adalah sebagai berikut.

1. Pembebanan Margin yang Tinggi

Ini yang harus Anda perhatikan ketika memilih broker. Sebab, broker sebagai penentu nilai produk CFD bisa saja menerapkan margin tinggi dan membebani trader.

2. Lemahnya Regulasi dalam Trading

Saat melakukan CFD, Anda hanya memiliki kontrak dengan broker dan sifatnya lemah. Anda tidak bisa ikut dalam pengambilan keputusan, tidak seperti pemegang saham. Regulasi pun tidak diatur secara ketat, sehingga Anda harus berhati-hati.

3. Risiko yang Cukup Besar

Meskipun hedging bisa dimanfaatkan untuk keuntungan, bukan berarti tanpa risiko. Kerugian tetap harus ditanggung ketika pengambilan keputusan tidak tepat.

Misalnya, Anda sudah terlanjur melakukan CFD dengan membeli produk yang banyak ketika harga sedang naik. Namun, selanjutnya harga instrumen malah terus menurun. Hal ini bisa mendatangkan kerugian.

Closing

Nah, sekarang sobat OCBC NISP sudah lebih memahami tentang CFD. Tidak ada salahnya bagi kamu para traders untuk mencoba melakukan contract for differences. Ingatlah untuk selalu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangannya, ya!

Ingin mengenal lebih banyak tentang istilah-istilah dalam trading lainnya? Yuk, baca artikel OCBC NISP lainnya.

Baca Juga: Investing VS Trading, mana yang lebih baik?

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 6 Des 2022

Aset Finansial Adalah: Pengertian dan Cara Investasinya

Baca

Edukasi - 6 Des 2022

Transfer Payment: Pengertian, Jenis dan Cara Menghitung

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile