Ekonomi Liberal: Pengertian, Contoh, Kelebihan & Kekurangan

18 Okt 2022

Ekonomi liberal adalah pemberian kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi.

Ekonomi liberal adalah salah satu bentuk pemberian kebebasan sebesar-besarnya pada setiap orang ketika akan melakukan kegiatan ekonomi dengan tujuan memperoleh keuntungan. Sederhananya, tindakan ini mengacu pada ekonomi pasar dan setiap hak kepemilikan pribadi.

Sistem ini sendiri seringkali dikaitkan dengan sistem ekonomi kapitalis. Di mana, pemerintah mempunyai potensi dalam melakukan intervensi supaya tidak ada monopoli di antara pihak swasta yang dapat membatasi kebebasan orang dalam membuat suatu keputusan.

Ingin mempelajari lebih jauh tentang apa itu ekonomi liberal? Yuk simak dalam artikel OCBC NISP di bawah ini!

Apa Itu Sistem Ekonomi Liberal?

Ekonomi liberal adalah suatu bentuk dari sistem ekonomi yang memberikan kebebasan sebesar-besarnya kepada setiap orang untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi guna memperoleh penghasilan bagi orang-orang besar.

Sederhananya, ekonomi liberal adalah sebuah sistem di mana setiap keputusannya terkait perekonomian berhubungan dengan ekonomi pasar dan menjunjung tinggi semua hak milik pribadi.

Ekonomi liberal adalah hal yang sering dikaitkan dengan sistem ekonomi kapitalis, dan tidak ada monopoli antara pihak swasta yang dapat membatasi kebebasan memilih banyak orang, karena negara dapat melakukan intervensi.

Dalam hal ini, pasar bebas dapat memanfaatkan ekonomi liberal, namun pemerintah tetap menyediakan fasilitas umum.

Perbedaan sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi campuran yaitu setiap orang dalam ekonomi liberal memiliki hak untuk menentukan semua masalah yang mempengaruhi ekonomi mereka.

Selanjutnya, untuk pelaksanaannya sendiri, jenis ini menganut sistem ekonomi pasar. Artinya, ekonomi liberal sangat memperhatikan hak milik pribadi seseorang.

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Liberal

Untuk lebih mudah mengenali topik ini, Anda perlu mengenali apa saja karakteristik atau pembeda yang terdapat di dalamnya. Penjelasan lengkap mengenai ciri-ciri sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut.

  • Setiap orang memiliki hak yang sama untuk memiliki alat-alat produksi dan bebas melakukan kegiatan ekonomi.
  • Setiap orang memiliki hak yang sama untuk mencoba bersaing dengan  pelaku ekonomi lainnya.
  • Intervensi negara dalam ekonomi liberal sangat terbatas, namun tidak menutup kemungkinan intervensi untuk menutup celah monopoli.
  • Semua harga komoditas di pasar ditentukan oleh penawaran dan permintaan bebas.
  • Semua kegiatan produksi dilakukan untuk mencari penghasilan, dan pelaku ekonomi bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Liberal

Setelah mengetahui apa itu sistem ekonomi liberal, perlu diketahui jenis ini telah diberlakukan di berbagai negara.

Beberapa contoh negara yang menggunakan sistem ekonomi liberal antara lain, Albania, Armenia, Austria, Belgia, Bulgaria, Kroasia, Cyprus, Republik Cekoslovakia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Macedonia, Moldova, Netherlands, Norwegia, Polandia, Portugal, Romania, dan Rusia.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Adapun keuntungan yang bisa Anda dapat melalui penggunaan ekonomi jenis ini. Penjelasan lebih lanjut mengenai kelebihan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut:

  • Pengembangan prakarsa dan kreasi dalam masyarakat untuk mengatur kegiatan ekonomi.
  • Menciptakan dan meningkatkan persaingan untuk lebih maju.
  • Setiap orang memiliki hak yang sama untuk memiliki sumber produksi seperti barang atau jasa.
  • Meningkatkan efisiensi dan efektivitas untuk mendapatkan keuntungan.
  • Menciptakan produk berkualitas tinggi untuk dijual di pasar.
  • Hak untuk memilih bidang usaha tertentu sesuai dengan keahlian yang ada.
  • Tingkat produksi tergantung pada kebutuhan masyarakat.

Kelemahan Sistem Ekonomi Liberal

Hampir sama seperti sistem perekonomi lainnya, ekonomi liberal juga memiliki beberapa kekurangan dalam penerapannya. Penjelasan lebih lanjut mengenai kelemahan sistem ekonomi liberal adalah sebagai berikut:

  • Akan terjadi monopoli di mana-mana dalam masyarakat
  • Meratakan pendapatan tidak mudah karena persaingan pasar bebas
  • Masyarakat yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin.
  • Munculnya persaingan kotor atau tidak sehat
  • Berpotensi memicu terjadinya krisis ekonomi
  • Penggunaan sumber daya alam akan sangat berlebihan

Contoh Sistem Ekonomi Liberal

Banyak negara penganut sistem ekonomi liberal, seperti Jerman dan Prancis.

Aturan sistem ekonomi yang diciptakan Thatcher dan Reagan bahkan lebih menonjol dalam aturan yang terkait dengan pasar global seperti liberalisasi dan privatisasi.

Mengutamakan dampak dan aspek material International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia terhadap kebijakan ekonomi.

Di Indonesia sendiri, pasca badai krisis mata uang 1997-1998, proses pelaksanaan berbagai agenda sistem ekonomi liberal berlangsung secara besar-besaran.

Beberapa kebijakan ekonomi yang ada pada pemerintahan saat ini juga tampaknya mengikuti paham sistem ekonomi liberal.

Hal ini dibuktikan dengan adanya kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan umum, seperti komitmen PT Pertamina untuk dapat bersaing dengan perusahaan minyak asing dengan standar harga yang tinggi.

Demikian penjelasan lengkap mengenai apa itu sistem ekonomi liberal. Secara singkat, setiap keputusan perekonomian di dalam sistem ini akan mengacu pada ekonomi pasar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, yuk simak insights menarik lainnya seputar bisnis di OCBC NISP!

Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 6 Des 2022

Cara Menganalisis Rasio Keuangan, Rumus dan Fungsinya

Baca

Edukasi - 6 Des 2022

Laporan Posisi Keuangan Neraca: Pengertian dan Contohnya

See All

Produk Terkait

Trade Finance

Trade Finance

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Download ONe Mobile