Pahami Apa itu Stagflasi, Penyebab dan Cara Mengatasinya

14 Nov 2022

Apa yang dimaksud dengan stagflasi? Simak penjelasannya di sini.

Stagflasi adalah situasi di mana tingkat inflasi tinggi namun bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup rendah. Kondisi ekonomi hampir setiap negara di seluruh dunia mulai mengkhawatirkan sejak adanya pademi covid 19.

Itulah yang membuat sebagian besar negara was-was akan terjadinya stagflasi. Namun, sebenarnya apa saja yang bisa menyebabkan stagflasi dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak di sini.

Apa itu Stagflasi?

Stagflasi adalah suatu periode inflasi yang diikuti dengan penurunan PDB atau Produk Domestik Bruto.

Selain itu, stagflasi juga didefinisikan sebagai kondisi ketika tingkat perekonomian tidak berkembang secara bersamaan terjadinya kenaikan harga secara terus menerus.

Istilah stagflasi adalah terminologi gabungan dari kata stagnasi dan juga inflasi. Pertama kali digunakan pada 1960-an oleh seorang politisi Inggris bernama Macleod dalam pidatonya di Dewan Rakyat Britania Raya.

Dalam pidatonya tersebut, Macleod menggambarkan kondisi stagnasi yang juga diikuti dengan adanya inflasi tengah terjadi di Inggris pada masa itu.

Contoh stagflasi adalah pada 1970-an ketika periode resesi tengah terjadi di Amerika Serikat. Di mana PDB negara mengalami penurunan selama lima kuartal berturut-turut. Tingkat inflasi di Amerika Serikat juga meningkat dua kali lipat pada 1973.

Inflasi serupa pun juga pernah terjadi pada 1974. Di mana kali ini, kondisi tersebut dibarengi oleh tingginya tingkat pengangguran yakni mencapai 9 persen.

Stagflasi dapat disebabkan oleh jatuhnya nilai tukar mata uang satu terhadap lainnya. Salah satu contohnya adalah Indonesia. Pada tahun 1998 saat terjadi krisis moneter, ada kenaikan harga secara drastis seluruh barang dagang yang juga dibarengi dengan inflasi.

Dilansir dari Investopedia, dampak dari terjadinya kondisi stagnasi adalah peningkatan indeks kesengsaraan atau misery index.

Misery index sendiri merupakan indikator sederhana dari tingkat inflasi dan pengangguran. Pengukuran ini biasanya digunakan untuk melihat bagaimana kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Contoh Stagflasi

Consumer price index (CPI) resmi China naik sebesar 1,5% pada Oktober. Sedangkan producer price index (PPI) naik 13,5%.

Dengan kondisi ekonomi yang mengalami banyak kendala periodik, struktural dan juga siklus, secara perlahan juga berdampak pada meningkatnya kekhawatiran atas prospek pertumbuhan negara mendatang.

Dalam keadaan tersebut, China dapat dikategorikan sebagai negara stagflasi semu atau quasi-stagflation.

Dikutip dari South China Morning Post dalam China Macro Economy, Liu Shijin, anggota komite kebijakan moneter di PBOC atau People's Bank of China, mengungkapkan bahwa sementara risiko inflasi sudah terkendali, dan angka PPI juga kian meningkat.

Di mana, hal ini merupakan upaya atau cara mengatasi stagflasi yang dilakukan oleh negara. Dengan membebankan harga produksi barang pada pedagang grosir dapat menekan risiko inflasi secara menyeluruh.

Penyebab Stagflasi

Stagflasi dapat disebabkan oleh banyak hal. Biasanya, kondisi ini akan terjadi ketika pasokan uang di pasar meningkat, sedangkan jumlah suplai atau barangnya terbatas.

Selain itu, stagflasi juga dapat disebabkan oleh adanya kebijakan untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar di saat penawaran sangat terbatas.

Naiknya jumlah uang yang beredar dapat mengakibatkan terjadinya inflasi di sebuah negara. Biasanya hal tersebut juga diiringi dengan meningkatnya harga-harga barang dagang.

Stagnasi yang muncul ketika kondisi perekonomian tidak berkembang, dan ditambah dengan adanya lonjakan inflasi dapat menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran.

Adapun cara mengatasi stagflasi ini adalah dengan menjaga pertumbuhan ekonomi supaya terus meningkat, sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, penyebab stagflasi adalah adanya kenaikan biaya upah atau wage push-cost, kebijakan moneter lonjakan harga minyak, dan kenaikan gas alam.

Kondisi-kondisi tersebut diidentifikasi menjadi salah satu pemicu utama terjadinya stagflasi di negara-negara Amerika Serikat dan Eropa.

Dampak Stagflasi

Pada umumnya, akibat dari adanya stagflasi adalah beberapa kondisi di bawah ini.

  • Kenaikan harga jual barang yang tidak terkontrol akibat penurunan nilai mata uang.
  • Menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga jual barang.
  • Kenaikan tingkat suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral sebagai cara mengatasi stagflasi.
  • Dampak jangka panjang stagflasi adalah tingginya angka pengangguran.

Cara Mengatasi Stagflasi di Indonesia

Cara mengatasi stagflasi adalah dengan berinvestasi di sektor privat. Pilihlah bisnis yang memiliki story kuat dan pengalaman atau operasionalnya sudah berjalan dalam waktu lama. Selain itu, saham economy new juga bisa menjadi salah satu pilihan bagi portofolio investasi Anda.

Investasi ke dalam zona privat bisa menjadi pilihan investasi selama stagflasi terjadi. Hal ini karena, sektor tersebut lebih mudah dipahami.

Tentu saja, hal ini sejalan dengan strategi memperkecil risiko investasi yang sudah banyak dibahas. Di mana dalam melakukan penanaman saham, Anda perlu memahami dengan baik bagaimana potensi industri tersebut, apakah bisnis ini dikelola secara profesional.

Itu dia penjelasan mengenai apa itu stagflasi, penyebab, dampak dan cara mengatasinya. Kondisi ini memang cukup mengkhawatirkan, namun memang sulit dihindari mengingat pandemi covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian dunia.

Semoga informasi ini bermanfaat, dan jangan lupa simak info dan pengetahuan menarik terkait keuangan lainnya di Blog OCBC NISP!

Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 6 Des 2022

Aset Finansial Adalah: Pengertian dan Cara Investasinya

Baca

Edukasi - 6 Des 2022

Transfer Payment: Pengertian, Jenis dan Cara Menghitung

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC NISP siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download ONe Mobile