Deposito vs Reksadana, Mana Lebih Cocok dan Menguntungkan?

14 Des 2022

Perbedaan deposito vs reksadana dan tips memilih sebelum memulai investasi.

Membahas tentang investasi, seringkali para calon investor membandingkan antara deposito vs reksadana. Keduanya merupakan jenis investasi untuk pemula yang mudah dilakukan.

Reksadana adalah instrumen investasi yang diciptakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan investor berdasarkan tujuan berbeda-beda.

Sedangkan deposito merupakan tempat penyimpanan uang di bank yang memberikan jaminan keamanan serta imbal hasil berupa bunga.

Sebelum memutuskan untuk memilih di antara keduanya, yuk simak perbandingan deposito vs reksadana berikut!

Perbedaan Deposito vs Reksadana

Terdapat banyak perbedaan antara deposito vs reksadana pasar uang, mulai dari jenis, sifat instrumen, hingga risikonya.

Deposito merupakan produk yang ditawarkan bank, sementara reksadana adalah bagian dari investasi. Berikut perbedaan keduanya.

1. Pengelola

Perbedaan deposito dan reksadana yang pertama ialah dilihat berdasarkan lembaga pengelolanya.

Berinvestasi melalui deposito, berarti uang Anda sepenuhnya akan dikelola oleh bank. Dana tersebut akan digunakan oleh mereka untuk menyalurkan kredit kepada nasabah.

Sedangkan reksadana dikelola oleh manajer investasi profesional. Mereka akan mengelola uang yang diinvestasikan pada berbagai jenis instrumen, seperti saham, obligasi, dan pasar uang.

Pengelolaan deposito vs reksadana yang berbeda inilah akan menyebabkan perbedaan tingkat risiko dan imbal hasilnya.

2. Penyimpanan Uang

Ketika mengambil deposito, uang Anda akan disimpan di bank penerbit, sehingga seluruh pengembaliannya bergantung pada kondisi kesehatan bank tersebut.

Ketika bank mengalami masalah, bisa saja Anda akan kesulitan dalam pencairan deposito.

Sedangkan saat membeli reksadana, maka Anda akan menempatkan dana di berbagai tempat. Misalnya, jika Anda melakukan investasi saham, maka dana tersebut akan disebar.

Sehingga ketika terdapat satu saham bermasalah, maka yang lainnya dapat menyelamatkan investasi Anda.

Baca juga: Cara Menghitung Bunga Deposito Paling Mudah, Ini Rumusnya!

3. Modal Awal

Perbandingan deposito dan reksadana yang selanjutnya dilihat berdasarkan modal awalnya.

Biasanya, ketika Anda membuka rekening deposito, bank akan mengenakan setoran awal sebesar Rp500 ribu hingga Rp10 juta.

Investasi reksadana jauh terjangkau dan bisa dilakukan dengan minimum pembelian yang bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp100 ribu.

4. Imbal Hasil

Bank telah menentukan sejak awal bunga atau imbal hasil yang akan diperoleh saat Anda membuka rekening deposito.

Sehingga, imbal hasil yang didapatkan setiap bulan akan selalu tetap sesuai dengan perjanjian awal pembukaan rekening.

Hal itu jelas berbeda dengan reksadana yang imbal hasilnya ditentukan berdasarkan produk kelolaan manajer investasi.

Seperti, reksadana pasar uang A mengalokasikan 100% dana kelolaannya pada produk deposito dan surat berharga yang jatuh tempo lebih dari satu tahun.

Maka, performa deposito dan surat berharga tersebut akan berpengaruh pada pertumbuhan nilai reksadana dan perolehan imbal hasil Anda.

5. Pajak

Ketika Anda menyimpan uang dalam bentuk tabungan atau deposito, bank akan mengenakan pajak sebesar 20 persen dari total imbal hasil.

Berbeda dengan reksadana yang tidak mengenakan pajak dan biaya biaya admin, sehingga imbal hasil Anda lebih optimal.

Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan nilai pajaknya, antara deposito vs reksadana akan lebih menguntungkan reksadana.

6. Likuiditas

Deposito memiliki jangka waktu penyimpanan yang beragam, mulai dari 3 bulan sampai 3 tahun. Bukan berarti jika Anda membutuhkan dana segera, tidak dapat dicairkan sama sekali.

Deposito dapat dicairkan lebih awal, namun bank akan mengenakan biaya penalti atau denda.

Sedangkan pada reksadana lebih fleksibel. Anda dapat menjual aset kapan saja, namun pencairan dana akan membutuhkan waktu maksimal 7 hari untuk dikirimkan pada rekening.

Baca juga: 4 Keuntungan Reksadana dan Kerugiannya Bagi Investor

7. Risiko

Deposito memiliki risiko rendah dan terjamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga sebesar Rp2 miliar.

Jadi, jika sewaktu-waktu bank penyedia deposito mengalami kebangkrutan, uang Anda tidak akan hangus.

Sementara produk reksadana memiliki risiko yang beragam, tergantung pada jenisnya.

Maka, jika memilih reksadana di antara deposito vs reksadana, pastikan produknya memiliki track record yang baik untuk menghindari kerugian.

Simulasi Investasi Deposito vs Reksadana

Pada simulasi ini, produk deposito akan dibandingkan secara langsung dengan jenis reksadana yang juga berisi deposito juga, yaitu reksadana pasar uang.

Diasumsikan bahwa Anda memiliki dana investasi sebesar Rp50 juta dan memilih kedua produk tersebut, yaitu deposito dan reksadana pasar uang.

Imbal hasil rata-rata deposito bank buku A adalah sebesar 2,50 persen, sementara dari reksadana pasar uang diasumsikan 4,75 persen diambil dari rerata kinerja satu tahun pada 5 produk terbaik.

Reksadana Pasar Uang Deposito
Modal Awal Rp50.000.000 Rp50.000.000
Imbal hasil 4,75% 2,5%
Pajak
0%
20%
Kupon Bersih
4,75% 2,5%
Imbal hasil bersih/bulan
Rp197.917
Rp83.333
Imbal hasil bersih/tahun
Rp2.375.000
Rp1.000.000

Berdasarkan simulasi di atas, dapat dilihat bahwa menginvestasikan jumlah dana yang sama pada dua produk deposito vs reksadana akan memperoleh imbal hasil dengan perbedaan signifikan.

Baca juga: 3 Keuntungan Deposito di Bank dan Cara Menghitungnya

Tips Memilih Deposito vs Reksadana

Setelah mengetahui perbedaannya, mungkin saat ini Anda mulai menentukan jenis investasi mana yang sesuai.

Sebelum memutuskan untuk memulai berinvestasi, terdapat beberapa tips memilih deposito vs reksadana agar tidak terkena penipuan, di antaranya:

1. Legalitas dan Izin OJK

Sebelum melakukan investasi dengan membuka deposito maupun reksadana, Anda harus mengecek daftar bank serta manajer investasi yang sudah memiliki izin usaha. Anda dapat mengecek daftar tersebut melalui situs www.ojk.go.id.

2. Track Record Lembaga

Anda perlu melihat pengalaman bank atau manajer investasi yang akan dipilih melalui prospektus dan fund fact sheet reksadana.

3. Histori Kinerja Lembaga

Anda harus mempelajari kinerja bank dalam mengelola deposito serta manajer investasi pengelola reksadana yang akan dipilih.

Anda dapat berkonsultasi melalui call center dari bank pengelola dan fund fact sheet untuk reksadana.

4. Jumlah Dana Kelolaan

Besarnya dana kelolaan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan lembaga untuk membuka deposito atau investasi reksadana.

Semakin besar dana yang dikelola, berarti kepercayaan masyarakat akan tinggi.

5. Biaya

Sebelum memutuskan untuk membuka deposito atau reksadana, ketahuilah biaya yang diperlukan dengan berkonsultasi melalui petugas dan prospektus.

Itulah penjelasan tentang perbedaan deposito vs reksadana. Apapun pilihannya, Anda harus berinvestasi pada lembaga yang terpercaya sebelum memutuskan untuk memulai.

Pastikan manajer investasi atau bank yang Anda pilih merupakan lembaga resmi dan telah diawasi oleh OJK.

Semoga bermanfaat, ya! Dapatkan informasi lebih banyak seputar keuangan dan investasi hanya di blog OCBC NISP.

Baca juga: 7 Perbedaan Deposito dan Tabungan, Mana Pilihanmu?

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Apa Penyebab & Solusinya?

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile