Apa itu Lender? Ketahui Keuntungan dan Tips Suksesnya!

14 Des 2022

Lender adalah pihak peminjam dalam P2P lending. Simak apa saja keuntungannya!

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menciptakan banyak jenis usaha baru dalam bidang digital, salah satunya fintech lender. Singkatnya, fintech lender adalah sebutan untuk seseorang yang memberikan pinjaman secara online.

Istilah ini biasanya sering Anda temui dalam bisnis peer to peer (P2P) lending. Jika tertarik, ada baiknya Anda kenali terlebih dahulu apa itu lender beserta tips suksesnya di bawah ini.

Apa itu Lender?

Secara sederhana, lender adalah orang atau badan hukum yang menyalurkan uangnya untuk dipinjamkan ke platform fintech lending (pinjaman online).

Adapun syarat utama menjadi fintech lender adalah memiliki dana yang sesuai dengan kebutuhan platform tersebut.

Di samping itu, beberapa syarat lain yang harus dipenuhi seorang lender adalah sudah bekerja, punya penghasilan tetap, berusia minimal 21 tahun, dan memiliki NPWP.

Sebelum berinvestasi dalam fintech lending, lender juga perlu memahami bagaimana sistem kerja dan peran mereka dalam bidang ini.

Lender dapat memilih sendiri perusahaan atau UKM mana yang ingin didanai untuk membantu pengembangan usaha mereka.

Dalam memilih borrower, lender dapat melihat data jelas mengenai peminjamnya, seperti mengenai kesehatan uangnya, tujuan pinjam, jaminan, ataupun lainnya.

Ketika sudah menentukan pilihan, maka tahap selanjutnya bagi lender adalah melakukan pendanaan melalui platform fintech sesuai dengan jumlah yang diinginkan.

Kemudian, borrower terpilih akan mencicil dana yang dipinjam setiap bulannya dan lender akan menerima pokok serta bunganya.

Hal yang perlu diingat jika Anda tertarik menjadi lender adalah terdapat risiko di dalamnya, seperti tidak mendapatkan imbal hasil sesuai harapan, keterlambatan pembayaran, hingga mengalami penggelapan dana karena fintech lending ilegal.

Di sisi lain, menjadi lender adalah keputusan bijak mengingat investasi ini memiliki imbal hasil yang cukup menjanjikan dan mudah diprediksi.

Baca juga: Lending VS Funding Bank, Apa Perbedaannya dalam Perbankan?

Keuntungan Menjadi Lender

Selain adanya risiko, terdapat juga beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh fintech lender. Adapun keuntungan menjadi lender adalah sebagai berikut:

1. Seluruh Tahapan Dilakukan Secara Online

Selama Anda memiliki gawai pintar dan koneksi internet yang stabil, menjadi lender bukanlah hal sulit.

Pasalnya, semua tahapan bisa dilakukan secara online, mulai dari registrasi, pengisian data pribadi, sampai dengan melengkapi dokumen pendukung.

Di samping itu, terdapat fasilitas khusus untuk membantu Anda menentukan borrower yang berhak diberikan pinjaman.

Anda juga dapat menggunakan fasilitas ini sebagai sarana pengukur risiko dan keuntungan pemberian pinjaman.

2. Dapat Dimulai dengan Modal Kecil

Tidak seperti investasi pada umumnya, keuntungan menjadi lender adalah dapat mulai menanamkan modal dari nominal kecil.

Jadi, siapapun yang sudah sesuai dengan kualifikasi dan berminat untuk mendanai borrower bisa memberikan pinjaman dan berkesempatan memperoleh keuntungan dari modalnya.

Beberapa platform P2P lending bahkan memberikan kemudahan pada calon lender yang berminat untuk menanamkan modal dimulai dari Rp100.000 saja.

3. Perolehan Bunga yang Menguntungkan

Dana yang dipinjamkan ke platform P2P lending pada umumnya akan memberikan bunga cukup tinggi ke lender, yakni sekitar 6–7%.

Setiap bulannya, bunga tersebut akan secara otomatis diperoleh sebagai imbal hasil atas investasi ini dan akan dikirimkan langsung ke akun virtual milik lender sesuai dengan masa tenor yang dipilih.

Tips Sukses Menjadi Lender

Setiap investasi tentunya memiliki risiko, begitu pun dengan fintech lending. Ada baiknya bagi lender untuk memahami cara menangani risiko tersebut. Beberapa tips sukses menjadi lender adalah sebagai berikut:

1. Pilih Platform Finteh yang Legal

Pada umumnya, platform fintech yang profesional dan terpercaya memiliki izin resmi dari OJK.

Jika Anda ingin mencari tahu legalitasnya, maka bisa melakukan pengecekan sendiri ke situs resmi OJK.

Tindakan ini harus dilakukan guna meminimalisir risiko sehingga potensi kerugian yang akan dialami pun juga tidak besar.

2. Pilih Platform yang Memberikan Proteksi

Lender adalah peminjam yang memiliki kuasa untuk memilih platform dengan layanan sesuai kebutuhan dan aman.

Ini akan sangat penting, terutama dengan adanya risiko borrower yang tidak membayarkan dana pinjamannya.

Maka, jika ingin menjadi lender, pilihlah platform yang memberikan jaminan proteksi atas dana investasi Anda.

3. Pilih Borrower yang Tepat

Menjadi lender adalah hal yang berisiko. Namun, sebenarnya Anda dapat menghindari risiko tersebut, salah satunya dengan memilih peminjam dana yang tepat.

Cermati dengan bijak profil calon borrower Anda. Perhatikan apakah data kesehatan finansial mereka maupun pemutaran dananya dapat memungkinkan Anda memperoleh keuntungan.

Demikian pembahasan seputar apa itu lender, keuntungan hingga tips-tipsnya yang bisa Anda ikuti.

Selayaknya investasi, menjadi fintech lender adalah hal yang mungkin bisa mendatangkan keuntungan bagi Anda, namun juga memiliki risiko.

Sehingga, ada baiknya Anda pelajari dengan baik terlebih dahulu sebelum memulai. Semoga bermanfaat!

Baca juga: Perkuat Fintech Lending dengan Memanfaatkan Pusdafil OJK

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Apa Penyebab & Solusinya?

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC NISP siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download ONe Mobile