January Effect

22 Des 2022 Ditulis oleh:Tim Wealth Management OCBC NISP

Manfaatkan fenomena January effect sebagai momentum untuk melakukan akumulasi pada pasar saham.

Tentunya sebagai pelaku investasi keuangan, ada istilah “January Effect” yang sepertinya sudah tidak asing lagi di dalam lika-liku pasar modal global. “January effect” adalah fenomena anomali pasar modal dimana terdapat kecenderungan peningkatan harga-harga saham di bulan Januari. Peningkatan terjadi terutama pada harga saham dari perusahaan dengan kapitalisasi menengah, melebihi peningkatan harga saham perusahaan dengan kapitalisasi besar. Selain itu, pada setiap akhir tahun biasanya para investor merealisasikan capital gain untuk mengurangi beban pajak mereka, dan mulai kembali mengakumulasi memasuki awal tahun dengan dana, analisa, dan optimisme di tahun yang baru. Nah fenomena ini juga terjadi pada pasar saham Indonesia apabila kita melihat historis peregerakan IHSG dalam 24 tahun terakhir.

IHSG

Dalam 24 tahun terakhir, kinerja IHSG cukup baik selama periode Januari dengan persentase kenaikan di bulan Januari mencapai 70.83%. Terjadi periode penurunan pada tahun 2000, 2003, 2007, 2011, 2017, 2020, 2021. Untuk dua tahun terakhir, penurunan disebabkan oleh pandemi COVID-19, namun sisanya menunjukan tren yang positif di bulan Januari. Maka dari itu, momentum January Effect berpotensi terulang, jika dilihat secara historis. Maka itu dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan akumulasi pada pasar saham seiring dengan pelemahan pasar saham yang signifikan sejak beberapa hari terakhir.

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Apa Penyebab & Solusinya?

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile