9 Faktor yang Memengaruhi Kurs Valuta Asing & Penjelasannya

28 Des 2022

Inflasi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing.

Tahukah Anda, terdapat setidaknya 9 faktor yang memengaruhi kurs valuta asing. Adapun salah satunya ialah ketika negara terkait sedang menghadapi inflasi.

Secara mendasar, valuta asing adalah istilah untuk menyebutkan mata uang dari negara lain.

Nah, selayaknya uang dalam negeri, valuta asing atau disingkat valas juga mengalami perubahan nilai kurs setiap waktunya.

Lalu, di samping inflasi, apa saja faktor yang memengaruhi kurs valuta asing? Yuk temukan jawabannya di artikel berikut ini!

Pengertian Kurs Valuta Asing

Sebelum mengetahui faktor-faktor tersebut, ada baiknya untuk membahas pengertian valuta asing terlebih dahulu.

Jadi, valas atau valuta asing adalah mata uang yang diterima dan diakui sebagai alat pembayaran sah dalam perdagangan internasional.

Selain berfungsi sebagai nilai tukar dalam perdagangan internasional, valas juga dapat digunakan untuk investasi dan alat bayar hutang negara.

Faktor yang Mempengaruhi Kurs Valuta Asing

Karena valuta asing berfungsi sebagai mata uang, maka ia juga memiliki kurs resmi yang tercatat di bank sentral.

Perlu diketahui, nilai tersebut tidak bertahan secara stagnan namun juga dapat berubah sewaktu-waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing adalah sebagai berikut.

1. Penghasilan Masyarakat

Kenapa income masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing? Jawabannya adalah karena hal ini berkaitan dengan daya beli yang mereka miliki.

Masyarakat dengan penghasilan tinggi tentunya akan memiliki daya beli yang tinggi pula. Jika dikaitkan, daya beli ini berpengaruh pada permintaan barang yang tinggi di sebuah negara.

Jika sebuah negara dapat memproduksi barang hingga banyak diekspor ke negara lain, maka nilai mata uang negara tersebut dapat meningkat.

Sebaliknya, jika permintaan valuta asing meningkat karena impor, maka mata uang negara tersebut dapat menurun dan lebih rendah nilainya daripada kurs valuta asing.

Baca juga: Valas vs Bitcoin Mana Yang Lebih Aman untuk Investasi

2. Minat Konsumen

Selanjutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing adalah minat konsumen.

Apabila minat konsumen besar, maka permintaan terhadap sebuah produk pun juga akan makin meningkat.

Jika permintaan mata uang negara tersebut meningkat karena ekspor, maka kurs atau nilai tukarnya dapat meningkat pula.

3. Kebijakan Pemerintah

Sebagai upaya mengawasi kurs valuta asing, pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan yang berkaitan dengan fiskal atau perdagangan luar negeri.

Misalnya seperti pembatasan jumlah impor. Tidak hanya membatasi jumlah barang impor yang masuk, namun kebijakan ini juga bertujuan untuk menekan permintaan mata uang negara lain agar kurs uang lokal menguat.

Apabila prosesnya dikontrol dan diawasi, maka jumlah barang impor yang masuk pun juga dapat ditekan.

Alhasil, permintaan mata uang negara lain menurun dan nilai mata uang lokal jadi makin menguat. 

4. Tingkat Suku Bunga

Selain beberapa hal di atas, tingkat suku bunga juga bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing.

Pasalnya, apabila sebuah negara menaikkan suku bunganya, maka negara lain dapat terpancing untuk memasukkan mata uang mereka ke negara tersebut sebagai investasi.

5. Inflasi

Secara sederhana, inflasi adalah penurunan nilai uang terhadap barang dan jasa secara umum.

Inflasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi valuta asing karena ia dapat mempengaruhi daya beli masyarakat.

Jika terlalu tinggi, inflasi dapat menekan daya beli masyarakat. Sebaliknya, jika terlalu rendah maka inflasi dapat membuat para pemilik usaha enggan menaikkan harga dagangannya.

Baca juga: 10 Tips Menghadapi Inflasi Agar Keuangan Tetap Terlindungi

6. Situasi dan Kondisi Domestik

Selanjutnya, salah satu faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing adalah situasi dan kondisi domestik.

Pasalnya, isu yang merebak dalam sebuah negara dapat menjadi salah satu penyebab perkembangan nilai mata uang.

Misalnya, isu positif di negara tersebut dapat memberikan gambaran stabilitas dan kondusifitas yang baik. Tentunya, hal ini berdampak pada kepercayaan investor terhadap negara tersebut.

Sebaliknya, jika sebuah negara memiliki kondisi yang tidak stabil, maka investor pun juga akan berpikir dua kali untuk menanamkan modal karena situasi ini dapat berpengaruh pada nilai kurs valuta asing.

7. Kurs Mata Uang yang Stabil

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi kurs valuta asing adalah kestabilan mata uang lokal.

Kestabilan ini harus diupayakan oleh pemerintah agar nilai tukar terhadap valas tidak memberatkan negara tersebut.

8. Aliran Modal yang Masuk

Selanjutnya, aliran modal juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing.

Jika aliran modal yang masuk ke sebuah negara berjumlah besar, maka nilai tukar uang lokal akan semakin menguat.

Beberapa contoh aliran modal tersebut adalah pinjaman hutang dari luar negeri atau investasi dana dalam jangka pendek dari pihak asing.

9. Permintaan dan Penawaran Valas

Seperti dalam beberapa poin sebelumnya, permintaan dan penawaran valas juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kurs valuta asing.

Harga valas akan menjadi lebih mahal apabila permintaan melebihi jumlah yang ditawarkan.

Sebaliknya, harga valas akan menjadi lebih murah apabila permintaan sedikit sementara penawarannya banyak.

Itu dia berbagai faktor yang memengaruhi kurs valuta asing. Dalam kegiatan ekonomi internasional, naik dan turunnya nilai valuta asing atau valas merupakan hal penting.

Sebab, valas digunakan untuk keperluan investasi hingga perdagangan antarnegara. Yuk temukan insights lainnya seputar ekonomi di OCBC NISP!

Baca juga: Perdagangan Internasional: Pengertian, Faktor dan Manfaatnya

Story for your Inspiration

Baca

Tips & Trick - 1 Feb 2023

Berikan Yang Terbaik Saat Valentine, Asal Jangan Hal Ini!

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Apa Itu Stress Spending? Ini Penyebab & Cara Menghindarinya

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Download ONe Mobile