Cara Menghitung Pesangon Layoff dan Tips Pengelolaannya

29 Des 2022

Cara menghitung besaran pesangon layoff dan pengelolaannya yang benar.

Pesangon layoff adalah dana yang diberikan saat seorang karyawan tetap mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Fenomena badai layoff saat ini sedang banyak terjadi di Indonesia, terutama pada beberapa startup kecil maupun setingkat unicorn.

Pemberhentian tersebut dilakukan untuk memotong biaya karena menurunnya permintaan produk, penutupan musiman, atau mengantisipasi penurunan perekonomian dunia.

Lalu, berapa besaran pesangon layoff dan bagaimana cara mengelolanya secara bijak? Yuk, simak penjelasan lengkapnya pada ulasan berikut!

Apa Itu Layoff?

Layoff adalah tindakan perusahaan yang memberhentikan karyawannya untuk sementara maupun secara permanen.

Layoff bukanlah suatu keputusan yang disebabkan oleh kesalahan karyawan, melainkan berdasarkan kondisi manajemen perusahaan itu sendiri seperti masalah keuangan, pailit, atau pengerucutan tenaga kerja.

Istilah layoff ini juga seringkali dikenal sebagai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang ditujukan kepada pihak karyawan.

Namun, pemutusan karyawan ini memungkinkan mereka untuk memperoleh pesangon layoff dan bahkan kembali direkrut oleh perusahaan.

Tetapi juga tidak menutup kemungkinan bahwa mereka yang mengalami layoff juga akan berubah status menjadi PHK apabila kondisi perusahaan semakin memburuk.

Baca juga: 8 Tips Persiapan Pensiun Dini Agar Tetap Bahagia Tanpa Beban

Cara Mempersiapkan Diri Menghadapi Layoff

Sebelum mengetahui berapa besaran pesangon layoff. Anda juga harus memperhatikan cara mempersiapkan diri saat menghadapi fenomena tersebut.

Berbeda dengan pemecatan biasa, perusahaan umumnya akan memberikan peringatan terlebih dahulu terkait adanya layoff.

Lantas, bagaimana cara menghadapi berita layoff yang sudah ada di depan mata? Anda mungkin akan merasa stres, kaget, hingga merasa kurang bersemangat berangkat ke kantor.

Untuk menghadapi hal tersebut, Anda bisa mempersiapkan diri dengan mengikuti tips berikut.

1. Berpikir Positif dan Tetap Bersemangat di Kantor

Meskipun telah memperoleh pemberitahuan bahwa akan ada layoff, Anda harus tetap bersemangat menjalankan kewajiban di kantor.

Selesaikan seluruh tugas yang masih menjadi jobdesk Anda dan usahakan untuk tidak menjatuhkan perusahaan maupun atasan Anda.

Bagaimanapun, perusahaan tentunya telah melakukan pertimbangan yang panjang untuk membuat keputusan tersebut.

2. Mengatur Kembali Rencana Keuangan

Setelah mendapatkan pengumuman bahwa Anda termasuk karyawan yang mengalami layoff, segera atur kembali rencana keuangan.

Kurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting dan fokuslah kepada kebutuhan pokok terlebih dahulu.

Anda juga bisa mulai mencari tahu besaran pesangon layoff yang seharusnya diberikan oleh perusahaan.

3. Meningkatkan Skill

Anda bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi layoff dengan mengembangkan berbagai skill di bidang yang dikuasai, misalnya dengan mengikuti bootcamp atau sertifikasi.

Pasalnya, sertifikat dari pelatihan menunjukkan bahwa Anda selalu update dan mempelajari ilmu pada bidang yang ditekuni.

Hal ini akan membuat Anda menjadi lebih unggul daripada saingan dengan pengalaman kerja yang sama, namun tidak mengasah skill-nya dengan baik.

4. Mempersiapkan Dana Darurat

Cara mempersiapkan diri menghadapi layoff yang selanjutnya adalah dengan menyisihkan uang untuk dana darurat sedini mungkin.

Sebaik apapun kinerja dan posisi Anda, tetap ada kemungkinan keuangan perusahaan akan mengalami kemacetan, sehingga terpaksa melepaskan sebagian besar karyawannya.

Jika hal tersebut terjadi secara mendadak, untuk memperoleh pekerjaan baru tentunya akan membutuhkan waktu, bukan?

Nah, inilah fungsi dari dana darurat. Anda bisa bertahan hidup setidaknya enam bulan hingga satu tahun meskipun tidak memiliki penghasilan sementara waktu.

Setelah mendapat pekerjaan baru, Anda juga harus tetap menyisihkan gaji untuk dana darurat agar keuangan tetap stabil.

Baca juga: Cara Menabung 10 Juta dalam 6 Bulan & Contoh Perhitungannya

5. Memperluas Networking

Cara mempersiapkan diri menghadapi layoff yang terakhir adalah dengan memperluas jejaring atau networking.

Hal ini akan memperbesar kemungkinan Anda bisa mendapatkan pekerjaan baru dari orang yang dikenal saat bekerja di perusahaan sebelumnya.

Anda bisa mulai memperluas koneksi melalui linkedin, sosial media, atau bahkan mengikuti gathering yang dilakukan antar perusahaan.

Cara Menghitung Pesangon Layoff

Cara menghitung pesangon layoff telah diatur dalam PP pasal 40 yang menyebutkan bahwa perusahaan wajib membayar upah dan uang penghargaan masa kerja serta uang penggantian hak karyawan.

Berdasarkan pasal 40 ayat (2) PP Nomor 35 Tahun 2021, berikut perhitungan pesangon layoff:

  • Masa kerja di bawah 1 tahun menerima pesangon sebesar 1 bulan upah
  • Masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi di bawah 2 tahun menerima pesangon sebesar 2 bulan upah
  • Masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi di bawah 3 tahun menerima pesangon sebesar 3 bulan upah
  • Masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi di bawah 4 tahun menerima pesangon sebesar 4 bulan upah
  • Masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi di bawah 5 tahun menerima pesangon sebesar 5 bulan upah
  • Masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi di bawah 6 tahun menerima pesangon sebesar 6 bulan upah
  • Masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi di bawah 7 tahun menerima pesangon sebesar 7 bulan upah
  • Masa kerja 8 tahun atau selebihnya menerima pesangon sebesar 9 bulan upah

Selain itu, dalam pasal 43 juga disebutkan bahwa jumlah pesangon layoff yang harus dibayarkan kepada pekerja bisa dikurangi apabila perusahaan melakukan efisiensi karena kerugian, bangkrut, atau pailit.

Apabila memenuhi syarat tersebut, maka perusahaan diperbolehkan untuk memberikan pesangon layoff sebesar separuh dari jumlah pesangon yang harus diberikan.

Namun, karyawan juga bisa memperoleh tambahan berupa uang penghargaan masa kerja sebesar 1 kali dari ketentuannya.

Baca juga: 10 Cara Menabung Untuk Beli Rumah dengan Gaji Kecil di Usia Muda

Tips Mengelola Pesangon Layoff

Mengatur pesangon layoff harus dilakukan sebijak mungkin agar Anda tetap bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari hingga kembali memperoleh pekerjaan.

Terlebih, jika tidak sedikit perusahaan yang melakukan layoff besar-besaran sehingga akan cukup sulit untuk mencari pekerjaan baru.

Berikut ini beberapa tips mengelola pesangon layoff secara tepat yang bisa Anda terapkan.

1. Membuat Anggaran Dana Secara Bijak

Cara mengatur pesangon layoff yang pertama adalah dengan membuat anggaran dana secara bijak.

Setelah mengetahui berapa banyak pengeluaran yang dibutuhkan, maka langkah selanjutnya adalah membuat anggaran.

Dengan membuat anggaran, Anda bisa lebih mudah untuk memantau kondisi keuangan dan memastikan apakah dana yang dimiliki akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jangan lupa untuk menggunakan uang secara bijak dan tidak melebihi anggaran yang telah direncanakan.

2. Menghitung Keseluruhan Aset

Hal lain yang perlu dilakukan saat baru mengalami layoff adalah dengan menghitung semua aset Anda, mulai dari tabungan, dana darurat, pesangon, hingga investasi.

Hal tersebut perlu dilakukan karena Anda harus mengetahui seberapa banyak dana yang dimiliki untuk bertahan hidup sebelum memperoleh pekerjaan lagi.

Setelah mengetahui jumlah keseluruhan aset, Anda tentu bisa memperkirakan berapa lama uang tersebut cukup dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Keuntungan Investasi Emas & Kerugiannya yang Wajib Anda Tahu

3. Teliti Sebelum Melunasi Utang

Pesangon layoff yang diperoleh memang cukup menggoda untuk memenuhi utang atau berbelanja berbagai barang impian.

Namun, Anda harus bijak sebelum membuat keputusan untuk melunasi utang. Coba teliti dulu apakah uang tersebut akan cukup jika digunakan untuk membayar seluruh pinjaman.

Jangan sampai seluruh uang tersebut malah habis untuk membayar utang, alih-alih demikian Anda bisa memperpanjang waktu pelunasan agar cicilan semakin murah.

4. Hindari Pengeluaran Sekunder

Mengelola pesangon layoff memang bukan hal yang mudah karena Anda harus tetap berhemat sampai mendapatkan pekerjaan baru.

Selain itu, Anda juga perlu lebih cermat dalam mengatur keuangan dan mengurangi pengeluaran sekunder atau untuk hal yang kurang dibutuhkan.

Beberapa biaya yang bisa dikurangi saat mengalami layoff adalah langganan platform streaming, berbelanja untuk memenuhi hobi, atau sekadar membeli snack.

Meskipun layoff membuat Anda merasa sedih dan membutuhkan hiburan, namun jangan sampai Anda menghabiskan lebih banyak uang untuk sekadar bersenang-senang belaka.

5. Cari Pekerjaan Freelance

Di samping berusaha mendapatkan pekerjaan utama, Anda bisa mengisi waktu dengan menjadi freelancer.

Misal, Anda memiliki kemampuan desain grafis, maka bisa mencoba menjadi freelance graphic design. Meskipun penghasilannya tidak menentu, namun Anda dapat memperoleh pemasukan.

Selain mendapatkan penghasilan, dengan menjadi freelancer Anda juga bisa mengasah skill yang dimiliki.

Itulah penjelasan terkait besaran pesangon layoff, serta tips untuk menghadapi dan mengelolanya secara bijak.

Layoff adalah kejadian yang tidak dapat diprediksi secara tepat, sehingga Anda perlu mengantisipasinya dengan mulai mempersiapkan dana darurat sejak dini.

Selain itu, Anda juga bisa mulai mencari pekerjaan freelance untuk menambah pemasukan.

Semoga informasinya bisa membantu, ya! Temukan lebih banyak artikel seputar bisnis dan ekonomi hanya di Blog OCBC NISP.

Baca juga: 15 Ide Pekerjaan Sampingan yang Untung Besar Tapi Tidak Melelahkan

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Apa Penyebab & Solusinya?

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC NISP siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download ONe Mobile