Apa itu Face Value? Kenali Pengertian dan Jenis-jenisnya

2 Jan 2023

Face value adalah nominal yang menunjukkan nilai suatu saham. Ini selengkapnya!

Face value adalah nilai nominal yang telah dinyatakan oleh emiten pada suatu efek atau sekuritas.

Pada instrumen saham, face value adalah nominal pada sertifikat yang menunjukkan nilai asli dari saham tersebut. Akibatnya, face value pada saham malah menjadi indikator yang buruk, karena terdapat perbedaan dengan nilai sebenarnya.

Sementara dalam obligasi, face value merupakan nilai pokok pada lembaran, mata uang, dan surat berharga pertukaran. Lembaran ini yang akan diterima oleh pemegang instrumen di saat jatuh tempo.

Nah, artikel di bawah ini akan membahas lebih jelas tentang pengertian face value hingga jenis-jenisnya. Yuk simak baik-baik!

Pengertian Face Value

Face value adalah suatu nilai nominal dari ketentuan sekuritas atau emiten. Namun, apa itu face value dalam investasi obligasi?

Pada obligasi, face value adalah nilai nominal dengan jumlah yang dibayarkan pada tanggal jatuh tempo.

Obligasi yang dijual di pasar sekunder memiliki variasi bunga. Contohnya adalah ketika tingkat kupon obligasi lebih rendah dari bunga, maka akan dijual dengan harga diskon.

Namun, apabila kupon obligasi lebih tinggi dari bunga, maka obligasi dapat dijual dengan harga premi.

Di dalam obligasi, jaminan face value adalah adanya pengembalian, sedangkan pada saham sebaliknya.

Dalam saham, face value adalah indikator buruk dari nilai sebenarnya. Oleh karena itu, terdapat perbedaan antara face value dengan nilai pasar. 

Perbedaan Face Value dan Market Value

Face value pada obligasi dan saham tidak menjadi nilai pasar atau market value yang akurat.

Nah, untuk market value merupakan prinsip yang ditentukan berdasarkan penawaran maupun permintaan dan didasarkan pada harga tertentu sesuai keinginan investor.

Hubungan antara face value dengan market value bergantung pada situasi pasar.

Suku bunga (apabila dibandingkan dengan kupon obligasi) dapat memengaruhi penjualan obligasi lebih tinggi atau di bawah harga.

Untuk obligasi tanpa kupon atau ketika investor tidak memperoleh bunga selain pembelian di bawah face value akan dijual dengan nilai nominal yang rendah karena hal tersebut merupakan pilihan satu-satunya untuk mendapatkan keuntungan.

Intinya, face value adalah harga awal yang ditetapkan oleh penerbit saham, nilai pasar diubah oleh kekuatan penawaran dan permintaan eksternal.

Nah, dalam konteks market value suatu saham memiliki pengertian harga yang ditanggung pasar dan dapat berfluktuasi secara dramatis dari nominal awal.

Saham Apple, misalnya, memiliki nilai nominal $0,00001 tetapi nilai pasarnya mungkin melebihi $100.

Pentingnya Face Value dalam Saham

Face value adalah modal yang harus dipertahankan dalam saham. Hanya kelebihan modal yang dapat dibagikan kepada investor dalam bentuk dividen.

Pada dasarnya, dana yang menutupi face value adalah bentuk cadangan default.

Namun, tidak ada kewajiban bahwa perusahaan menyatakan face value pada tiap penerbitan.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menetapkan ukuran cadangan menggunakan angka yang sangat rendah.

Contoh cara menghitung face value adalah ketika saham AT&T memiliki nilai nominal $1 per saham biasa, sedangkan Apple Inc. memiliki besaran $0,00001, maka keduanya tidak memiliki kewajiban dalam menghitung face value pada penerbitannya.

Banyak obligasi dan perhitungan saham preferen bergantung pada face value, termasuk pembayaran bunga, nilai pasar, diskon, premi, dan hasil.

Bunga obligasi sering dihitung sebagai persentase dari face value, seperti yang diilustrasikan dalam contoh di atas.

Selanjutnya, pemegang obligasi seringkali mendapatkan pembayaran persentase dari face value obligasi sebagai premi penebusan jika peminjam memilih untuk membayar kembali kewajiban sebelum jatuh tempo.

Proses tersebut dikenal sebagai obligasi yang dapat ditarik, hal ini sering dilakukan pada skala geser berdasarkan kapan instrumen tersebut jatuh tempo.

Penting untuk diketahui bahwa dalam saham, face value umumnya tidak memiliki hubungan dengan harga pasar.

Untuk nilai obligasi, sebagian besar dipengaruhi oleh nilai face value. Obligasi biasanya dihargai sebagai proporsi dari nilai nominalnya.

Namun, nilainya mungkin naik ke atas atau turun di bawah (diskon) saat terjadi perubahan suku bunga dan berdasarkan kesehatan keuangan emiten.

Jenis-Jenis Face Value

Face value adalah salah satu instrumen keuangan yang memiliki jenis-jenis, beberapa di antaranya umum ditemui, seperti:

1. Face Value pada Obligasi

Face value obligasi pada umumnya terletak di lembaran yang dipegang oleh pemilik instrumen.

Nilai tersebut memiliki harga tertentu pada surat utang yang menunjukkan bahwa obligasi ini mempunyai harga sepadan saat jatuh tempo waktu pelunasan.

2. Face Value pada Saham

Di saham preferen, face value adalah sarana yang digunakan dalam menawarkan harga saham.

Persentase face value digunakan untuk menghitung dividen dan menjadi faktor vital saat transaksi pembelian kembali.

3. Face Value pada Mata Uang

Mata uang yang memiliki face value adalah proses penukaran dua mata uang dengan harga tertentu.

Contohnya ketika pada tahun 1964, Trinidad dan Tobago melakukan penukaran mata uang British West Indie ke dolar baru.

Intinya, face value pada saham adalah harga yang tertera di sertifikat, yaitu nilai sebenarnya. Untuk instrumen obligasi, face value adalah harga yang wajib dibayar investor ketika jatuh tempo.

Semoga penjelasan artikel ini dapat menambah wawasan Sobat OCBC NISP tentang face value. Kunjungi blog artikel OCBC NISP untuk mendapatkan update terbaru seputar finansial dan investasi.

Baca juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Apa Penyebab & Solusinya?

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC NISP siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download ONe Mobile