Aset Tidur: Pengertian, Contoh, dan Cara Mengoptimalkannya

3 Jan 2023

Aset tidur adalah harta benda yang digunakan sewaktu-waktu saja. Yuk pahami!

Pernahkah Sobat OCBC NISP mendengar istilah aset tidur? Bila diartikan, aset tidur adalah jenis aset non-produktif yang penggunaannya bersifat insidental.

Dalam kata lain, aset ini hanya dipakai pada saat-saat tertentu. Adapun salah satu contohnya ialah genset atau mesin pembangkit listrik yang hanya dimanfaatkan saat listrik padam. Untuk selengkapnya mengenai apa itu aset tidur, Anda bisa baca ulasannya di artikel berikut.

Apa itu Aset Tidur?

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dead asset atau aset tidur adalah aset yang tidak bisa digunakan dalam kebutuhan sehari-hari, sebab pemakaiannya hanya pada waktu tertentu.

Berarti, aset tersebut adalah harta yang hanya dapat digunakan dalam beberapa peristiwa spesifik saja.

Apabila tidak ada peristiwa yang dimaksud, maka aset tersebut tidak memiliki banyak kegunaan untuk pemiliknya.

Dengan demikian, harta benda dalam kategori aset tidur adalah yang jarang disentuh ataupun digunakan pemiliknya kecuali memang ada situasi tertentu.

Mungkin aset ini terdengar seperti harta yang kurang penting atau tidak memiliki daya guna untuk dimiliki oleh Anda.

Namun demikian, bukan berarti bahwa aset tersebut tidak memiliki fungsi ataupun manfaat sama sekali.

Justru dengan memiliki dead asset, Anda mungkin akan terbantu menghadapi situasi yang tak terduga dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh Aset Tidur

Untuk lebih memahami tentang aset tidur, Anda dapat melihat sejumlah harta benda yang digolongkan dalam kategori tersebut. Adapun beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

1. Jas Hujan dan Payung

Pada umumnya, jas hujan dan payung hanya digunakan ketika hujan turun. Sebab, fungsi kedua benda tersebut adalah untuk melindungi tubuh dari basahnya air hujan.

Namun, ketika sedang tidak hujan, kebanyakan orang akan menyimpan kedua benda ini walaupun terkadang ada juga yang menggunakan payung untuk berlindung dari teriknya matahari saat siang.

2. Genset

Contoh selanjutnya adalah genset. Genset merupakan alat penyimpan energi cadangan yang digunakan untuk menyalakan listrik.

Penggunaan genset hanya pada saat listrik padam saja, Ketika listrik menyala, maka genset tidak akan digunakan. Dalam kondisi tersebut, genset digolongkan sebagai dead asset.

Baca juga: Aset Tetap: Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Contoh

3. Perahu Karet

Umumnya, pemilik perahu karet adalah instansi-instansi besar yang khusus di bidang penanggulangan bencana.

Sebab, fungsi dari perahu karet adalah untuk mengangkut korban bencana alam ke tempat yang lebih aman, contohnya saat sedang banjir.

Ketika tidak terjadi bencana alam, maka perahu karet akan menjadi dead asset karena tidak digunakan dalam keperluan sehari-hari.

4. Bangunan

Tidak semua bangunan dapat dikategorikan sebagai dead asset, karena ada banyak bangunan yang masih diurus oleh pemiliknya.

Namun, bagi Anda yang memiliki bangunan tidak dikelola dengan baik bahkan sudah terbengkalai karena tak diurus, maka itu bisa disebut dengan aset tidur.

5. Tanah

Berbeda dari bangunan, tanah adalah contoh dead asset yang dapat berpotensi digunakan setiap waktu.

Tentunya jika tanah tersebut memang dikelola dengan benar dan bisa dimanfaatkan oleh orang lain.

Jika ditelantarkan dan tidak memiliki daya guna bagi siapapun, maka tanah tersebut kurang lebih sama seperti bangunan.

6. Alat Perkakas

Jika Anda tidak bekerja di bidang jasa perbaikan barang, mungkin alat perkakas menjadi benda yang tak begitu bermanfaat.

Pasalnya, alat perkakas baru akan digunakan saat ada benda-benda yang rusak dan perlu diperbaiki.

Jika tidak ada, tentunya alat ini menjadi dead asset karena hanya disimpan dalam kotak perkakas saja.

Cara Memanfaatkan Aset Tidur dengan Optimal

Agar aset tidur pribadi memiliki manfaat yang lebih, tidak ada salahnya untuk mengambil langkah supaya harta benda tersebut semakin berguna.

Adapun cara memanfaatkan dead asset dengan optimal adalah sebagai berikut:

1. Pinjamkan Tanpa Tarif Sewa

Jika Anda tertarik untuk melakukan sesuatu yang bersifat sosial, tidak ada salahnya menggunakan dead asset dalam hal tersebut.

Misalnya, Anda memiliki gedung lama yang tidak terurus, maka dapat mengusulkannya menjadi tempat isolasi maupun penampungan warga terkena bencana.

2. Sewakan Kepada Pihak Ketiga

Bagi Anda yang ingin menghasilkan uang dengan memanfaatkan aset tidur, mungkin bisa memanfaatkannya dalam sistem sewa.

Tentunya tidak semua aset tidur dapat disewakan ke pihak ketiga. Contoh dead asset yang bisa disewakan misalnya adalah bangunan atau tanah.

Ketika pihak ketiga sudah menyewanya, bangunan ataupun tanah yang tadinya tidak terurus bisa dikelola dan memiliki daya guna.

Anda pun sebagai pihak penyewa juga mendapatkan keuntungan dari kegiatan sewa menyewa aset tersebut.

Demikian penjelasan mengenai aset tidur yang perlu Sobat OCBC NISP ketahui. Dapat disimpulkan bahwa aset ini adalah harta benda yang bermanfaat di waktu-waktu tertentu saja.

Walaupun demikian, tidak ada salahnya menyimpan dead asset untuk berjaga-jaga ataupun dioptimalkan seperti melalui sewa dan pinjam.

Selain aset tidur, tentu masih terdapat banyak jenis harta lainnya yang perlu Anda pahami metode pemanfaatan ataupun manajemennya.

Namun, tidak perlu khawatir karena ada banyak artikel seputar keuangan dan investasi dari blog OCBC NISP yang dapat Anda baca. Yuk kunjungi lamannya sekarang juga!

Baca juga: Manajemen Aset: Siklus, Tujuan & Manfaatnya bagi Perusahaan

 

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Apa Penyebab & Solusinya?

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Download ONe Mobile