Barang Inferior: Pengertian, Karakteristik, dan Contoh

3 Jan 2023

Apa yang dimaksud dengan barang inferior? Simak penjelasannya di sini.

Inferior goods atau barang inferior adalah salah satu jenis barang dalam ilmu ekonomi. Jenis barang ini sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari, namun mungkin Sobat OCBC NISP tidak menyadarinya.

Singkatnya, barang inferior adalah jenis barang yang demand atau permintaannya justru akan cenderung menurun ketika pendapatan konsumen meningkat.

Barang inferior disebut memiliki level elastisitas pendapatan kurang dari nol. Ingin tahu karena apa? Pastikan Sobat OCBC NISP membaca ulasan ini sampai tuntas, ya!

Pengertian Barang Inferior

Sebagian dari Anda mungkin masih asing dengan istilah yang satu ini, padahal jenis komoditas ini sebenarnya cukup sering ditemukan, lho.

Jadi, apa yang dimaksud dengan barang inferior? Barang inferior adalah barang yang permintaannya akan menurun secara signifikan apabila pendapatan konsumen sedang meningkat.

Definisi tersebut terdengar sedikit aneh jika mengingat bahwa kebanyakan permintaan barang akan naik seiring dengan bertambahnya pendapatan.

Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk barang inferior. Hal ini dikarenakan barang inferior adalah barang-barang dengan kualitas minimal yang sering kali menjadi alternatif ketika konsumen belum mampu membeli dengan harga lebih mahal.

Seiring dengan naiknya pendapatan, tentu saja konsumen akan mengganti barang dengan kualitas standar dengan barang yang lebih mahal namun kualitasnya tinggi.

Misalnya, saat ini Anda memiliki pendapatan sebesar Rp2 juta sehingga Anda mampu membeli tas brand A seharga Rp200 ribu.

Sementara, ketika pendapatan Anda mengalami kenaikan menjadi Rp3 juta, Anda akhirnya mampu membeli tas brand B seharga Rp300 ribu.

Dari deskripsi di atas, maka dapat disimpulkan bawah tas brand A merupakan barang inferior sebagai pengganti tas brand B. Cukup mudah dipahami bukan?

Elastisitas Barang Inferior

Perlu Anda ketahui bahwa jenis barang inferior di satu negara belum tentu masuk kelompok inferior di negara lain.

Sebut saja seperti ini, di negara Y, roti merupakan jenis barang inferior, tetapi bisa saja di negara X, roti termasuk dalam jenis barang normal.

Karakteristik utama dari barang inferior adalah memiliki angka elastisitas pendapatan kurang dari nol.

Apa itu elastisitas pendapatan? Tingkat elastisitas pendapatan merupakan besarnya jumlah permintaan sebagai tindakan terhadap perubahan pendapatan.

Berikut rumus elastisitas pendapatan:

Elastisitas Pendapatan = % perubahan kuantitas permintaan : % perubahan pendapatan

Elastisitas pendapatan ini juga berfungsi untuk menggolongkan suatu barang, apakah barang tersebut termasuk dalam jenis inferior, normal atau superior.

Perbedaan Barang Inferior dan Barang Normal

Berbicara mengenai tiga jenis barang dalam ilmu ekonomi, yaitu inferior, normal, dan superior, berikut penjelasan mengenai karakteristik masing-masing barang tersebut.

a. Barang Inferior

Tingkat elastisitas pendapatan dari barang inferior adalah negatif atau IE<0. Seperti yang sudah kita bahas, adanya peningkatan pendapatan justru akan membuat permintaan terhadap barang inferior menurun.

Di sisi lain, ketika terjadi penurunan terhadap pendapatan konsumen, maka permintaan terhadap barang inferior akan meningkat.

b. Barang Normal

Barang normal merupakan kebalikan dari inferior. Ya, karakteristik barang normal adalah yang permintaannya akan naik seiring dengan meningkatnya pendapatan konsumen.

Maka dari itu, tingkat elastisitas untuk barang normal bernilai positif atau lebih besar dari nol. Permintaan barang normal akan menurun ketika terjadi penurunan pendapatan konsumen.

Umumnya, barang-barang yang masuk dalam kategori normal adalah yang sifatnya dibutuhkan atau menjadi prioritas.

Pengaruh Penurunan Harga terhadap Barang Inferior

Sebelum menuju ke pengaruh penurunan dan kenaikan harga terhadap barang ini, Anda perlu memahami tentang efek harga dalam ilmu ekonomi.

Terdapat dua jenis efek dalam ilmu ekonomi, yaitu efek pendapatan dan efek substitusi, berikut masing-masing penjelasannya.

Efek Pendapatan

Pada efek ini, apabila harga produk turun, maka pendapatan konsumen akan meningkat, sehingga konsumen dapat membeli produk lebih banyak dengan jumlah uang yang sama.

Begitu pun sebaliknya, apabila terdapat kenaikan harga, maka pendapatan konsumen akan menurun sehingga hanya mampu membeli dalam jumlah sedikit. 

Efek Substitusi

Dalam efek substitusi, permintaan terhadap barang akan mengalami penurunan apabila terjadi kenaikan harga.

Artinya, efek ini memiliki keterkaitan yang bersifat negatif, dengan permintaan dan perubahan harga selalu berlawanan.

Ketika terjadi kenaikan harga, konsumen akan beralih pada barang-barang yang dianggap lebih terjangkau.

Begitu pun sebaliknya, apabila terjadi penurunan harga, maka permintaan dari konsumen akan semakin banyak.

Nah, itulah penjelasan mengenai masing-masing efek harga pada bidang ekonomi. Lantas bagaimana pengaruhnya terhadap barang inferior?

Efek harga pada barang inferior adalah ketika terjadi penurunan harga produk di pasaran, maka efek pendapatan pada inferior akan negatif.

Mudahnya, ketika terjadi penurunan harga barang normal, maka permintaan konsumen terhadap barang inferior akan menurun.

Contoh Barang Inferior

Barang inferior adalah barang yang sering kali menjadi opsi kedua bagi konsumen, atau pilihan dengan harga lebih ekonomis. Adapun beberapa contohnya seperti:

  • Barang KW atau imitasi
  • Kendaraan bekas
  • Transportasi umum
  • Makanan dengan harga lebih murah

Itulah penjelasan mengenai apa itu barang inferior. Kesimpulannya, barang inferior adalah jenis barang yang kualitasnya minimal atau bisa disebut memiliki harga ekonomis.

Sehingga ketika pendapatan masyarakat naik, mereka akan beralih ke barang yang lebih mahal dengan kualitas lebih baik.

Bila informasi ini cukup membantu, jangan lupa simak informasi lain yang membahas lebih banyak seputar ekonomi di blog OCBC NISP!

Baca Juga:

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Administered Price: Pengertian dan Pengaruhnya pada Inflasi

Baca

Edukasi - 2 Feb 2023

Krisis Ekonomi Sri Lanka, Apa Penyebab & Solusinya?

See All

Produk Terkait

Trade Finance

Trade Finance

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Download ONe Mobile