Apa Itu Aggregate Supply? Berikut Jenis dan Contohnya!

5 Jan 2023

Aggregate supply adalah total produksi perusahaan pada suatu periode.

Penawaran agregat atau aggregate supply adalah total penawaran produk yang dihasilkan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Pada aktivitas ekonomi, setiap perusahaan memproduksi barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan pasar yang tidak luput dari hukum penawaran dan permintaan.

Perusahaan harus memenuhi tingkat permintaan produk untuk menjaga standar penawaran agregat.

Lalu sebenarnya, apa yang dimaksud dengan aggregate supply? Yuk, simak informasi lengkapnya pada ulasan berikut!

Apa itu Aggregate Supply?

Aggregate supply adalah total output atau jumlah penawaran barang dan jasa yang diproduksi pada suatu perekonomian dalam suatu periode pada tingkat harga tertentu.

Penawaran agregat umumnya digambarkan dengan kurva yang merepresentasikan hubungan antara tingkat harga dengan total persediaan perusahaan.

Hubungan antara variabel tingkat harga dengan total output ini biasanya bernilai positif atau berbanding lurus.

Pergerakan kurva aggregate supply adalah gambaran dinamika hubungan antara tingkat harga dengan jumlah produk.

Saat harga mengalami peningkatan, maka perusahaan harus memperluas produksi untuk memenuhi tingginya aggregate supply.

Sedangkan jika tingkat permintaan semakin tinggi, namun penawarannya konstan, maka pelanggan harus bersaing agar dapat mendapatkan persediaan barang tersebut.

Kondisi ini juga memungkinkan pelanggan untuk membayar produk tersebut dengan harga yang lebih tinggi.

Dinamika tersebut mendorong perusahaan untuk bisa meningkatkan kegiatan produksi sehingga dapat menjual lebih banyak produk.

Meningkatnya jumlah persediaan tersebut membuat harga akan tetap stabil dan kebutuhan pelanggan terpenuhi.

Baca juga: Supply Chain Adalah: Pengertian, Tujuan, Sistem dan Contoh

Jenis-jenis Aggregate Supply

Perusahaan yang bertindak sebagai produsen akan mengupayakan untuk memenuhi tingkat permintaan dengan memproduksi barang dan menghasilkan pasokan sesuai kebutuhan pasar.

Berdasarkan tingkat produksinya, aggregate supply terbagi menjadi dua, yaitu dalam jangka panjang dan jangka pendek.

1. Aggregate Supply Jangka Pendek

Tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat permintaan pelanggan sangat dinamis, bisa tinggi, fluktuatif atau bahkan rendah.

Saat permintaan meningkat dan harganya tinggi, maka perusahaan akan melakukan aggregate supply jangka pendek yang dilakukan dengan meningkatkan proses produksi berdasarkan input saat ini.

Dalam jangka pendek, aggregate supply adalah proses peningkatan persediaan barang yang jumlah modalnya telah ditentukan.

Sehingga perusahaan tidak dapat mendirikan pabrik baru atau menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Namun, perusahaan bisa meningkatkan persediaan dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada.

Misalnya, memberlakukan jam lembur untuk pegawai atau memaksimalkan penggunaan peralatan yang dimiliki perusahaan.

2. Aggregate Supply Jangka Panjang

Menurut teori Keynesian, aggregate supply jangka panjang akan dipengaruhi oleh perubahan harga hanya hingga pada titik tertentu.

Saat titik tersebut bisa dilampaui, maka penawaran tidak lagi dipengaruhi oleh perubahan harga. 

Dalam jangka panjang, faktor utama yang memengaruhi aggregate supply adalah berdasarkan peningkatan produktivitas dan efisiensi.

Hal tersebut mencakup peningkatan keterampilan dan keahlian pekerja, kemajuan teknologi, dan pertumbuhan modal.

Baca juga: 5+ Strategi Keuangan Perusahaan Agar Mendapat Profit Optimal

Penyebab Pergeseran Aggregate Supply

Aggregate supply tidak bisa dilepaskan dari dinamika hubungan antara tingkat harga dengan jumlah penawaran di pasar.

Terdapat berbagai faktor yang memengaruhi terjadinya pergeseran aggregate supply dan menyebabkan perubahan tingkat harga serta jumlah pasokan persediaan.

Beberapa variabel yang menyebabkan pergeseran aggregate supply adalah seperti, inflasi, kenaikan gaji, biaya produksi, perubahan kualitas dan jumlah tenaga kerja, subsidi, perkembangan teknologi, serta pajak produsen.

Dampak yang ditimbulkan oleh berbagai variabel tersebut juga berbeda-beda, baik berupa pengaruh positif maupun negatif.

Selain variabel di atas, berikut beberapa faktor yang turut memengaruhi terjadinya pergeseran aggregate supply di sektor ekonomi.

  • Perubahan nilai tukar mata uang.
  • Perubahan biaya pegawai. Dalam hal ini, gaji untuk pegawai diberikan berdasarkan tingkat produktivitasnya.
  • Biaya pengiriman barang yang bisa dipengaruhi kenaikan sumber daya alam atau bahan bakar.
  • Kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan beban pajak lingkungan dan akan memengaruhi biaya produksi.
  • Biaya lain, seperti pengadaan bahan baku. Harga produk impor utama akan dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang yang berbeda-beda di setiap negara.

Baca juga: Apa itu Capital Budgeting? Arti, Manfaat, Metode, & Contoh

Contoh Aggregate Supply

Aggregate supply adalah total penawaran barang atau jasa yang diproduksi oleh suatu perusahaan dan dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya kenaikan harga.

Berikut salah satu contoh aggregate supply yang terjadi pada sebuah perusahaan perangkat lunak.

PT. Karya Bersama memproduksi 50.000 perangkat lunak setiap kuartal dengan total biaya US$2 juta.

Namun, biaya komponen penting yang berperan dalam 10% dari pengeluaran itu berlipat ganda karena terjadi peningkatan harga dari supplier.

Sehingga, PT. Karya Bersama hanya bisa memproduksi 49.900 perangkat dengan biaya produksi yang sama. Tindakan ini menunjukkan adalah penurunan aggregate supply.

Pada contoh di atas, aggregate supply yang lebih rendah bisa menyebabkan permintaan melebihi output.

Selain itu, kenaikan biaya produksi dapat menyebabkan adanya peningkatan harga.

Itulah penjelasan tentang apa itu aggregate supply, beserta penyebab pergeseran, dan jenis-jenisnya.

Aggregate supply adalah kebijakan yang ditentukan pemerintah dalam hal penawaran untuk memenuhi tingkat efisiensi produktif dan output nasional.

Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan pendidikan dan pelatihan, penurunan pajak untuk bisnis, penelitian dan pengembangan, program UMKM, reformasi tenaga kerja, serta investasi.

Semoga informasi yang diberikan bermanfaat, ya. Dapatkan lebih banyak artikel menarik seputar ekonomi dan bisnis hanya di Blog OCBC NISP!

Baca juga: 5 Manfaat Laporan Keuangan untuk Bisnis & Contoh Laporannya

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 31 Jan 2023

Bank Milik Campuran: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Baca

Edukasi - 27 Jan 2023

Cara Jadi Trendsetter untuk Branding Bisnis, Ini Manfaatnya!

See All

Produk Terkait

Trade Finance

Trade Finance

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Download ONe Mobile